Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Senin, 28 Oktober 2013

Subangkit Inginkan Matsunaga

Head Coach Sriwijaya FC, Subangkit tampaknya sudah sudah tidak malu-malu lagi mengungkapkan siapa-siapa saja pemain bidikan. Setelah memberikan rekomendasi beberapa pemain yang sudah deal seperti M Hamzah, Achmad Sumardi dan pemain lainnya, kali ini pelatih asal Pasuruan Jawa Timur itu tidak segan berucap ingin  mendapatkan service dari pemain asal Jepang, Sohe Matsunaga.

“Saya akan mendekati Sohe Matsunaga. Dia saya kita cocok untuk skema permainan tim musim depan,”  Minggu (27/10).

Pemain yang terakhir merumput di Gresik United itu, lanjut Subangkit, dianggap cocok untuk menempati posisi gelandang serang bersama SFC musim depan. Apalagi, mantan pemain Persib Bandung itu juga tidak hanya bias bermain disatu posisi itu saja, tapi juga bias dimaksimalkan untuk berperan sebagai winger.
“Kita masih kekurangan pemain di lini tengah dan Matsunaga bias jadi pilihan tepat,” terangnya.

Hanya saja Subangkit pun mengakui kalau keinginannya itu harus terlebih dahulu menunggu kepastian dari regulasi PT Liga Indonesia, mengenai penetapan berapa kuota pemain asing untuk musim depan. Selaku pelatih dia hanya memberikan rekomendasi pada jajaran manajemen, terkait siapa-siapa saja pemain yang dibutuhkan tim.

“Jika musim depan ditetapkan regulasinya tiga pemain asing non-Asia dan satu pemain Asia, maka Matsunaga jelas menjadi opsi terbaik untuk pemain Asia saat ini,” terangnya.

Sriwijaya FC Ajak Dua Pemain Papua Negosiasi Kontrak

Sriwijaya FC mengajak dua pemain asal Papua yakni Anis Nabar dari Persidafon Dafonsoro dan Erol Iba dari Gresik United untuk bernegosiasi di Palembang dalam upaya pembentukan tim musim kompetisi 2013-2014.

"Anis dan Erol sudah diundang datang ke Palembang untuk bertatap muka secara langsung dengan manajemen klub perihal kontrak kerja dan keseriusan menjadi bagian dari Sriwijaya FC," kata Manajer Sriwijaya FC Robert Heri di Palembang, Ahad (27/10).

Robert mengemukakan, kedua pemain itu telah menyatakan kesediaan dengan berjanji tiba di Palembang pada Ahad (3/11). "Semoga saja dengan satu kali bertemu sudah mendapatkan kata sepakat," ujarnya.
Robert menambahkan, selain kedua pemain tersebut, pihaknya juga menggundang sejumlah pesepak bola ke Palembang. Hanya saja, identitas para pemain tersebut tidak bisa diungkapkan mengingat masih terikat kontrak dengan klub lamanya hingga akhir Oktober 2013.

"Manajemen klub saat ini gencar merekrut pemain untuk memenuhi target skuat tim berjumlah 28 hingga 30 orang pemain. Gerak cepat harus dilakukan jika tidak ingin disalip," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatra Selatan ini.

Sementara, ini "Laskar Wong Kito" telah mengamankan 15 orang pemain, diantaranya Lanchine Kone, Hamzah, dan Sumardi. Hanya tiga pemain lama yang dipertahankan yakni Ramdani Lestaluhu, Diego Michels, dan M Sobran.

"Selebihnya, skuat musim depan akan diisi para pemain baru berdasarkan hasil evaluasi manajemen beberapa waktu lalu," ujarnya.

Kesebelasan juara Liga Super Indonesia 2011-2012 ini mengusung target juara pada musim depan dengan menjanjikan perbaikan kualitas pemain hingga pelatih.

Tim juara Liga Super Indonesia 2011-2012 ini menyatakan akan merekrut pemain-pemain muda berbakat untuk membuat skuat yang lebih baik dari musim mendatang mengingat pada musim 2012-2013 sebatas finis pada peringkat lima.

Sebelumnya, manajemen klub PT Sriwijaya Optimis Mandiri telah memunculkan nama-nama pemain yang dibidik, diantaranya punggawa Timnas U-23 yakni Andritany, Andri Ibo, Alfin Tuassalamony, dan Syamsir Alam.

Kemudian mendekati sejumlah pemain senior seperti Ferdinand Sinaga (Persisam Samarinda), Titus Bonay (PS Semen Padang), Pattrick Wanggai (Persipura), Firdaus Ramadhan (Persita Tanggerang), dan Fachrudin Aryanto (Persepam Madura United).

Senin, 21 Oktober 2013

Bentuk Tim Pandawa Lima

Sriwijaya FC tampaknya semakin serius untuk mempersiapkan skuad musim depan. Sebagai langkah awal dibentuklah "Tim Pandawa Lima" yang akan bertugas mencari pemain-pemain kelas wahid untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim depan.

Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex mengungkapkan kalau "Tim Pandawa Lima" ini terdiri dari Direktur Teknik Hendri Zainudin, Manajer Tim Robert Heri, Asisten Manajer Muchendi Mahzareki, Head Coach Subangkit dan Kapten Tim Ponaryo Astaman. Khusus nama terakhir ini akhirnya resmi dipertahankan SFC, karena masih dibutuhkan tim dan juga memang Ponaryo ini masih terikat kontrak hingga musim depan.
"Tim ini langsung saya perintahkan untuk mencari pemain-pemain kelas 1, sebagai bentuk keseriusan kita untuk merebut kembali juara musim depan," tegasnya usai rapat di Griya Agung Palembang, Sabtu (19/10/2013).

Perintah itu langsung diucapkan dihadapan Tim Pandawa Lima, terkecuali minus dua orang yakni Manajer Tim Robert Heri yang berhalangan hadir karena melayat di Muara Enim dan Head Coach Subangkit yang kini masih berada di kampung halamannya, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
.
Merespon keinginan Presiden itu, Direktur Teknik SFC Hendri Zainudin mengungkapkan kalau pihaknya segera bergegas merekrut pemain-pemain yang masih dibutuhkan tim. Paling tidak SFC harus bisa mengamankan 18 nama untuk bersaing masuk tim inti, sedangkan sisanya akan diambil dari pemain-pemain muda yang ada di SFC U-21 musim lalu.

"Kebutuhan kita paling mendesak saat ini jelas di posisi depan, yang memang belum ada satupun pemain yang deal," terangnya.

Salah satu angggota Tim Pandawa Lima lainnya, Muchendi Mahzareki yang tak lain Asisten Manajer SFC menambahkan pihaknya langsung berbagi tugas sejak mendapat perintah langsung dari Presiden klub itu. Tugas khusus akan diemban oleh Subangkit dan Ponaryo Astaman untuk melakukan komunikasi intens dengan beberapa pemain, agar mau memperkuat SFC musim depan.

"Kemudian Pak Robert juga dalam minggu-minggu ini akan langsung 'mengeksekusi' pemain tersebut untuk pra ikatan kerja. Termasuk mengamankan Ramdani dan Diego, yang saat ini masih fokus Pelatnas di Jogya," kata pria yang akrab disapa Endi itu

Dua pemain musim lalu itu, lanjut Endi memang menjadi prioritas utama untuk dipertahankan. Sebelumnya juga SFC sudah terlebih dahulu deal dengan M Sobran dan Ponaryo dan jika Ramdani maupun Diego ikut sepakat memperpanjang kontraknya bersama SFC maka akan ada empat pemain musim lalu yang dipertahankan. Jumlah ini masih bisa berubah-ubah kembali,

sebab pihaknya juga masih mempertimbangkan nasib pemain musim lalu lainnya seperti Mahyadi Panggabean.

"Kita masih mempertimbangkan, bisa saja bertambah dan berkurang. Kita akan lihat kebutuhan pelatih untuk tim dan akan berusaha merealisasikan apa saja yg diinginkan pelatih. Jadi kita belum bisa putuskan sekarang, sebab pelatih juga belum memberikan rekomendasinya," terang calon anggota DPRD Sumsel ini.

Sriwijaya FC Pertahankan Popon

Sriwijaya FC akhirnya mempertahankan Ponaryo "Popon" Astaman, untuk mengarungi kompetisi musim depan baik itu Indonesia Super League maupun Piala Indonesia.

Keputusan itu cukup mengejutkan mengingat beberapa hari terakhir Manajer SFC Robert Heri sudah menyatakan kalau Popon tidak akan diperpanjang dengan alasan gaji sang pemain yang terlampau mahal. Namun, semuanya berbalik dalam rapat tertutup antara jajaran manajemen dan Ponaryo Astaman di Griya Agung Palembang, Sabtu (19/10/2013).

Presiden SFC, Dodi Reza Alex selaku pimpinan tertinggi menegaskan kalau pihaknya akan tetap memperpanjang Popon, karena sang pemain sudah terlanjur dikontrak dua tahun. Terkait gaji pemain yang terlampau tinggi, SFC jelas akan mencarikaan solusinya dengan menyiapkan bapak angkat yang berasal dari perusahaan besar di Sumsel.

"Kita sudah ambil keputusan bersama jajaran manajemen dan manajer. Kita juga sudah bicara dengan Popon langsung terkait masa depannya di SFC dan Alhamdulillah dia siap memperkuat lagi SFC musim depan," katanya usai rapat.

Dengan kepastian mengontrak Popon itu, lanjut Dodi, maka pihaknya kedepan tingggal menyusun skuad SFC, siapa-siapa saja pemain yang akan direkrut. Tim khusus sudah dibentuk mulai dari Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin, Manajer Tim Robert Heri, Asisten Manajer Muchendi Mahzareki, Head Coach Subangkit dan Kapten Tim Ponaryo Astaman.

"Kita berikan tugas ini kepada Popon, karena dia sebagai pemain senior, sudah barang tentu banyak memiliki jaringan pemain-pemain berkualitas," terangnya.

Menurutnya, dalam rapat itu juga dicapai kesepakatan kalau SFC akan mengeluarkan surat resmi pada PT Liga Indonesia, terkait jaminan pembayaran tunggakan terhadap pemainmusim lalu. Seperti diketahui saat ini SFC masih memiliki piutang pada PT Liga sebesar Rp 2 Milyar dan uang itulah yang akan dibayarkan langsung pada para pemain musim lalu."Ini bukti dari komitmen manajemen, kalau kita akan membayarkan tunggakan gaji langsung kepada rekening pemain. Nanti rinciannya berapa yang harus dibayarkan akan dilampirkan dalam surat itu," katanya.

"Langkah itu menjadi opsi kita, sembari terus mencari dana-dana talangan lain, untuk memenuhi kewajiban itu. Saya harap bisa didapatkan secepatnya," sambung Dodi.

Terkait pendanaan musim depan, Dodi melanjutkan, program bapak angkat tampaknya akan tetap menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan tim musim depan. Sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang bersedia menjadi bapak angkat pemain. Kemudian ditambah beberapa perusahaan lain dan belum lagi kesediaan dari perorangan seperti kepala daerah, seperti Walikota Romi Herton, Bupati Banyuasin Ian Bastian, Bupati Lahat Aswari, yang merespon cepat dengan bersedia bapaak angkat pemain.

"Program inilah diharapkan bisa menjadi solusi atas persoalan finansial kita musim lalu, yang juga dialami oleh tim-tim lain di ISL," katanya.

Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin menambahkan, dengan langkah itu pihaknya bisa mendapatkan pemain-pemain kelas 1, untuk bisa memperkuat timnya musim depan. Pihaknya akan mencari pemain-pemain inti untuk memenuhi minimal 18 orang, sedangkan sisanya akan dimaksimalkan pemain muda yang ada di SFC U-21.

"Jelas dari hasil perburuan sejauh ini kita masih kekurangan dii sektor depan, dan ini yang jadi perhatian utama kita," jelasnya.

Sementara Ponaryo Astaman menerima keputusan SFC yang mempertahankan dirinya musim depan. Mengenai pernyataan Manajer Tim Robert Heri yang memilih tidak mempertahankannya, sejak awal dia tidak terlalu dipusingkan hal itu dan masih menunggu keputusan resmi dari presiden klub.
"Saya akan tetap main di SFC musim depan karena ikut keputusan dari Pak Dodi," ujarnya.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Ponaryo Astaman Didepak dari Sriwijaya FC

Manajer Tim Sriwijaya FC, Robert Heri menegaskan kalau pihaknya tetap memastikan kalau tidak akan mempertahankan Ponaryo Astaman atau Popon.

Menurutnya, keputusan itu dilakukan karena beralasan SFC cukup terbebani dengan gaji sang pemain yang teramat besar setiap bulannya. Meski enggan merinci berapa nominalnya, tapi dia memastikan kalau gaji Popon adalah yang tertinggi dibandingkan pemain lainnya.

Hanya saja alasan Robert itu tidak selaras dengan pernyataan dia yang siap mendapatkan pemain berapa pun nominalnya. Artinya, pasti ada alasan lain kenapa Popon terpaksa harus terdepak.

Penelusuran Sripoku.com, alasan yang lebih mengena adalah sang pemain dianggap sudah tidak loyal lagi terhadap klub terkait aksi mogok di akhir musim lalu.

Hanya saja, Robert enggan mengakuinya secara gamblang dan beralasan sang pemain terlalu mahal.
“Untuk Ponaryo sendiri akan kita lepas, karena dia minta bayaran terlalu tinggi, bahkan lebih dari harga musim lalu,” terangnya.

Senin, 14 Oktober 2013

Sriwijaya FC Ikat Algojo Mali

SRIWIJAYA FC akhirnya membuka identitas pemain asing asal Mali, yang memang dalam satu bulan terakhir sengaja dirahasiakan meskipun sudah dinyatakan deal bergabung musim depan. Nama pemain yang berposisi sebagai center bek itu adalah Abdoulaye Youssouf Maiga dan terakhir bermain di klub Gazelec Ajaccio, Championnat de France National atau Divisi 3 Liga Prancis.

"Dia ini pernah masuk dalam skuad Timnas Mali pada 2009 dan berdasar biodata yang diberikan, pengalaman dan jam terbang Meiga ini pun cukup baik dengan selalu menjadi pemain inti di setiap klub yang diperkuatnya," kata Manajer Tim SFC, Robert Heri kepada wartawan usai rapat besar di Griya Agung Palembang, Minggu (13/10/2013).

Dikutip dari wikipedia.org, Abdoulaye Youssouf Maiga ini usianya terbilang masih cukup muda dengan kelahiran 1 Agustus 1987. Dengan tinggi tubuh mencapai 188 cm bisa dibilang posisinya sebagai center bek, sangat ideal dan semestinya tidak ada persoalan kalau dihadapkan dengan duel-duel udara. Maiga menjadi pemain pilihan sebagai algojo lini belakang. Dia diharapkan bisa menjadi benteng kokoh untuk menjegal dan mematikan setiap penyerang-penyerang berkualitas yang bermain Liga Indonesia."Dia ideal dan nanti akan kita lihat sama-sama bagaimana kualitasnya, apalagi dia berstatus pemain Timnas Mali," jelas Robert.

Sebelum terakhir bermain di klub Gazelec Ajaccio, Maiga ini lama meniti karir di klub negaranya sendiri, Stade Malian (Malien PremiŠre Division atau Kompetisi Tertinggi Mali) sejak musim 2007 hingga 2010. Di klub ini bisa dibilang Maiga menjadi pemain andalan dengan catatan bermain sebanyak 65 kali selama tiga musim itu.

Kemudian, setelah berpindah ke klub USM Alger (Ligue Professionnelle 1 atau Kompetisi Tertinggi Algeria) di musim 2011-2012, Meiga pun tetap menjadi pemain andalan.  Terbukti selama satu musim itu Meiga bermain selama 1553 menit dengan menjadi palang pintu terakhir.

Hingga karir Maiga pun berlanjut ke klub Gazelec Ajaccio pada musim 2012, yang waktu itu masih berada di Divisi 2 Liga Prancis. Selama bermain di negeri yang terkenal dengan Menara Eiffel itu, statistik penampilan Maiga pun cukup baik dengan mencatatkan waktu bermain 869 menit dari 11 pertandingan.
Namun sayang, diakhir musim Maiga gagal membawa timnya itu lolos dari zona degradasi setelah Gazelec Ajaccio terdampar di dasar klasemen (peringkat 20). Kendati demikian, SFC tetap yakin, pemain asingnya itu mampu mengangkat prestasi SFC, yang memang musim depan menargetkan kembali meraih juara."Kita yakin Meiga ini bisa cepat beradaptasi meskipun ini pertama kalinya dia akan bermain di Liga Indonesia. Kita optimis duetnya bersama Firdaus

(Ramadhan) di lini belakang bisa memperbaiki rekor kebobolan SFC musim lalu," sambung Robert.
Dilanjutkan, pihaknya merasa beruntung bisa mendapatkan pemain sekelas Maiga dan Firdaus untuk menempati posisi center bek.

Pasalnya selain masih muda, kedua pemain itu juga memiliki kualitas di klubnya terakhir, seperti Firdaus yang sempat dipanggil Timnas Indonesia berkat penampilan apiknya bersama Persita Tangerang."Saya yakin Firdaus bisa jadi pengganti sepadan dari Abdul Rahman. Tinggal lagi memang kita masih mencari satu atau dua lagi untuk melapisi pemain inti nanti," urainya.

Biofile:

Nama Lengkap: Abdoulaye Youssouf Maiga
TTL: Bamako, Mali, 1 Agustus 1987
Tinggi: 188 cm
Posisi: Center Bek
Karir Klub:
2007-2010 Stade Malien
2011-2012 USM Alger
2013- Gazelec Ajaccio
Timnas
2009

Pasang Surut Talenta Papua dari Musim ke Musim di SFC

Hampir  setiap musim Sriwijaya FC selalu memasukkan nama pemain Papua dalam skuad andalan. Terhitung, sejak take over dari Persijatim Solo FC 2005, SFC sudah membawa serta pemain Papua. Maka wajar pula, menghadapi musim 2014, manajemen memasukkan dua nama pemain Papua yang tengah bersinar yakni, Titus Bonay dan Patrich Wanggai dalam rencana skuad asuhan Subangkit.

Memang, keduanya belum memberikan jawaban bergabung, namun masuknya Tibo dan Wanggai dalam daftar pemain incaran, seolah menjadi tradisi, jika klub Sumsel ini, selalu mencantumkan nama Papua."Kita ingin yang terbaik bagi SFC musim 2014 ini, karena kita ingin SFC juara," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex,Minggu (13/10/2013).

Hal serupa juga ditegaskan Manajer Tim Robert Heri. Meski tidak menyebutkan siapa pemain Papua yang diincar, namun nama Titus Bonay dan Patrich Wanggai adalah dua pemain yang tengah bersinar dan tidak hanya SFC, juga tim-tim lain."Kita memang terus berkomunikasi dengan keduanya, manajemen terus bergerak cepat mendapatkan pemain berkualitas," ujar Robert.

Tentang Titus Bonay, manajemen sangat serius mendapatkannya. Karena Tibo sapaannya salah satu pemain yang disetujui Subangkit untuk direkrut. Bahkan, sumber terpercaya menyebutkan, jika manajemen menyanggupi permintaan sang pemain dengan harga Rp1 miliar. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari sang pemain. Pihaknya manejemen pun menunggu sembari memberikan tenggat waktu kepada Tibo.

Terkait adanya komunikasi antara manajemen dan Tibo dibenarkan Asisten Manajer Muchendi Mahzareki, Sabtu (12/10). Namun dia membantah terkait nilai kontrak yang disepakati manajemen mencapai Rp1 miliar."Kalau nilai itu rahasia, benar pak Robert sudah bertemu dan menyanggupi semua permintaannya. Semua kita serahkan kepada Tibo. Kami dari manajemen akan selalu menyiapkan alternatif terbaik bagi SFC," ujar Endi sapaannya.

Berasarkan penulusuran dan dokumentasi Sripo, rekam jejak para talenta Papua cukup baik. Mereka turut menorehkan prestasi bagi tim kebanggaan Sumsel ini. Tercatat SFC menggunakan Franky Suabei di masa kepemimpinan pelatih Suimin Diharja. Ketika itu, Franky yang kerap menjadi cadangan dan berposisi sebagai winger memberikan kontribusi besar. Membawa SFC lolos dari zona degradasi akhir 2005-2006 dan membuat SFC finis di peringkat 6 wilayah Barat Ligina.

Ketika SFC dilatih Rahmad Darmawan, SFC tetap menyertakan dua pemain Papua yakni, Cristian Worabay dan Korinus Finkres. Worabay khususnya berkontribusi besar karena menjadi bagian penting membawa SFC meraih double winner. Saat Korinus tidak diperpanjang kontraknya, Worabay terus menjadi andalan. Hingga insiden pemukulan itu terjadi pada musim 2009-2010. Worabay, sejak lama dikenal sebagai pemain tempramental, sikap bengalnya tidak hanya di lapangan, juga di luar lapangan. Dia pun sempat masuk bui selama beberapa hari bersama pemain lainnya seperti Ambrizal, Charis Yulianto, dan Isnan Ali. Worabay terlibat aksi pemukulan suporter Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), yang berakhir ke pengadilan, keempat pemain SFC ketika itu, menjalani hukuman percobaan.

Berakhirnya masa RD, yang berganti Ivan Kolev, SFC masih menggunakan jasa pemain Papua Korinus Pingkrew dan Oktovianus Maniani masuk di jajaran pemain utama. Namun keduanya hanya memberikan gelar Community Shield dan Inter Island Cup. Lagi-lagi persoalan emosional lapangan menjadi persoalan. Sehingga di musim 2011-2012, saat Kas Hartadi ditunjuk pelatih, tidak satupun pemain Papua dilirik, uniknya SFC bisa juara ISL dan Perang Bintang.

Musim 2013, SFC kembali memakai jasa talenta Papua, Imanual Padwa masuk dalam skuad. Namun ia gagal beradaptasi dan di putaran kedua Manu sapaannya dilepas manajemen. Talenta Papua memang istimewa, selain dibekali kekuatan fisik, skill mumpuni, juga ibarat pisau bermata dua, karena kerap berlaku emosional saat di dalam dan luar lapangan. Hitam putih pemain Papua, bisa menguntungkan juga ada potensi merugikan. Namun apapun itu, Tibo atau Wanggai layak diburu.

Talenta Papua di Sriwijaya FC dari Musim ke Musim:
2005-2006
Frangky Suabei:
Prestasi:
Peringkat 9 Ligina
2006-2007
Franky Suabei
Prestasi:
Peringkat 7 Ligina
2007-2008
Cristian Worabay
Korinus Finkrew
Prestasi:
Juara Ligina/ISL
Juara Copa Dji Sam Soe
2008-2009
Cristian Worabay
Prestasi:
Peringkat 5 ISL
Copa Dji Sam Soe
2009-2010
Cristian Worabay
Prestasi:
Peringkat 8 ISL
Juara Piala Indonesia
2010-2011
Oktovianus Maniani
Korinus Fingkrew
Ardiles Rumbiak
Prestasi:
Peringkat 5 Ligina
Juara Community Shield
Juara Inter Island Cup
2011-2012
Tanpa pemain Papua
Prestasi:
Juara ISL
Juara Perang Bintang
2013
Imanuel Padwa
Prestasi:
Inter Island Cup
2014
Titus Bonay (negosiasi)
Patrich Wanggai?
Prestasi?

Rebutan Pemain, SFC Harus Bersaing dengan Persib dan Arema

Belum juga kompetisi musim depan dimulai, tapi aroma persaingan antar tim-tim besar sudah terasa dalam jedah transfer saat ini. Persib Bandung dan Arema ISL dianggap sebagai pesaing terberat dalam hal perebutan pemain-pemain berkualitas itu.

Demikian yang diungkapkan oleh Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki, Minggu usai rapat besar di Griya Agung Palembang, Minggu (13/10/2013). Menurutnya, memang pada masa perburuan pemain saat libur kompetisi seperti ini, pihaknya selalu bersaing dengan tim-tim papan atas untuk mendapatkan satu atau dua pemain incaran. Pasalnya tidak hanya SFC saja yang berminat dengan service pemain bersangkutan tapi banyak klub besar lainnya yang juga sudah mengarahkan bidikannya, tanpa harus memikirkan berapa nominal yang diminta sang pemain.

"Persib dan Arema adalah pesaing terberat SFC dalam perburuan pemain. Apalagi jika kita mengincar pemain yang labelnya pemain timnas dipastikan lebih banyak lagi klub yang meminatinya, tinggal lagi usaha masing-masing tim dan keinginan dari pemain itu sendiri. Meski harga sudah cocok, kalau si pemain merasa kurang srek bermain di klub tersebut, mungkin dia memilih klub lain," ucap pria yang akrab disapa Bung Endi ini.

Dikatakan, Titus Bonay dan Ferdinand Sinaga adalah sebagian kecil dari beberapa nama pemain yang tengah diperebutkan tim-tim papan atas. Pihaknya mengakui kalau harus masuk dalam persaingan itu dan komunikasi dan negosiasi dengan Titus Bonay masih terus dilakukan. "Sementara Ferdinand, sepertinya tidak mungkin lagi, karena dari dia kurang terlalu tertarik dengan SFC," tutur Putra sulung Wakil Gubernur Sumsel terpilih Ishak Mekki ini.

Untuk mendapatkan pemain yang memiliki kualitas tapi tak masuk dalam incaran tim-tim papan atas, lanjut Endi, pihaknya tak mau terjebak dengan nama-nama pemain yang biasa beredar. Selain diburu banyak klub,harga pemain itu juga akan meningkat, karena posisi tawarnya tinggi.

"Sebenarnya masih banyak pemain-pemain bagus yang jauh dari ketenaran. Pemain-pemain seperti inilah yang harus kami dapatkan," katanya.

Apalagi lanjut Endi, pihaknya juga tidak hanya mencari pemain inti saja, tapi untuk beberapa pemain pelapis. Seperti Ponaryo Astaman yang masih fifty-fifty, namun siapa pelapisnya harus sudah disiapkan. Begitu juga untuk posisi-posisi lainnya.

"Semua bisa saja berubah dan mencari bidikan-bidikan baru lagi, kalau sebagian pemain yang diincar tidak deal dengan SFC.

Isi Skuad dengan Pemain yang Cinta Sriwijaya FC

Sriwijaya FC tengah menyiapkan pondasi kokoh untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim depan. Maklum saja selain akan bersaing di Liga Super Indonesia (LSI) bersama 21 klub lainnya, kompetisi Piala Indonesia (PI) pun akan digulirkan kembali.

Manajer Tim SFC, Robert Heri menegaskan untuk membangun pondasi kokoh itu langkah perombakan pemain secara besar-besaran pun terpaksa dilakukan. Pihaknya ingin membentuk skuad musim depan dengan pemain-pemain yang benar-benar loyal terhadap klub. Jangan sampai kejadian aksi mogok pada pertengahan akhir musim lalu kembali terulang.

"Kita ingin bangun tim ini dari awal, dengan diisi oleh pemain yang benar-benar mencintai SFC, dan memiliki rasa bangga bisa bermain bersama SFC ini," katanya usai rapat besar di Griya Agung, Minggu (13/10/2013).

Dikatakan, meski dipastikan tidak lagi diperkuat oleh sebagian besar pemain musim lalu, termasuk sang Pelatih Kas Hartadi. Namun dipastikan masih ada beberapa nama yang akan dipertahankan, yakni, wing bek Diego Michiels dan M Sobran serta winger Ramdani Lestaluhu. Selain pertimbangan kualitas sang pemain, ketiganya juga dianggap sudah menunjukkan loyalitasnya terhadap klub.

"Semua pihak barangkali sudah tahu kalau tiga pemain ini tidak melakukan aksi mogok, ditengah tim sedang melakukan persiapan dan masih menyisahkan dua laga lagi," ungkapnya.

Meski alasan aksi mogok itu adalah menuntut hak-hak pemain, yakni sisa down payment dan dua bulan gaji, namun lanjut Robert, tidak seharusnya tuntutan itu dilakukan dengan cara demikian. Akibatnya jelas secara keseluruhan tim dirugikan. Jika awalnya SFC memiliki peluang besar untuk mengamankan posisi runner up, tapi karena persoalan itu tidak disikapi dengan baik alhasil performa tim turun drastis.

"Kondisi (keuangan) kita tidak terlalu buruk jika dibandingkan tim lain. Jika saja pemain mau sedikit bersabar dan tetap fokus di pertandingan, maka posisi runner up sudah dalam genggaman dan hadiahnya pun untuk pemain juga," ujar Komisaris PT Bukit Asam itu.

"Apalagi buktinya gaji pemain itu juga kita tepati (nyicil satu bulan dulu), karena dana sharring dari PT Liga memang baru cair lima ratus juta dari 2,5 M yang dijanjikan," sambung Robert.

Lini Tengah Diperkuat Skuad U-21

Lini tengah Sriwijaya FC musim kompetisi 2013-2014 diperkuat tiga orang pemain junior berusia di bawah 21 tahun, kata Manajer Sriwijaya FC Robert Heri di Palembang, Minggu (13/10/2013).

"Tiga pemain Sriwijaya FC Under-21 dipromosi ke senior yakni Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan, dan Novri Setiawan untuk memperkuat lini tengah pada musim mendatang," kata Robert.

Ia mengemukakan, ketiga pemain itu menjadi kekuatan baru "Laskar Wong Kito" pada sektor tengah yang tetap ditempati pemain musim lalu Ramdani Lestaluhu, dan seorang pemain baru asal Persisam Samarinda Lancine Kone.

"Ramdani bersedia memperpanjang kontrak kerja dengan Sriwijaya FC, tapi di sisi lain manajemen harus mencari pemain posisi gelandang bertahan untuk menggantikan pemain yang hengkang," ujarnya.
Sementara untuk posisi lini belakang, menurut Robert telah terpenuhi kuotanya seiring dengan penandatanganan pra kontrak kerja oleh empat orang pemain beberapa waktu lalu.

Keempatnya, M Hamzah (Persiwa Wamena), A Sumardi (Persisam Samarinda), Firdaus Ramadhan (Persita Tangerang), dan seorang pemain asing asal Liga Prancis yang namanya masih dirahasiakan agar tidak digaet klub lain.

Selain itu, "Laskar Wong Kito" juga mendapatkan pemain tambahan pada sektor belakang berasal dari tim Sriwijaya FC U-21 Vava Mario Yagalo yang terpromosi ke level senior.

"Saat ini fokus manajemen mendapatkan pemain untuk lini tengah dan lini depan yang baru terisi 70 persen," kata Robert yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan ini.
Kesebelasan juara Liga Super Indonesia 2011-2012 ini mengusung target juara pada musim depan dengan menjanjikan perbaikan kualitas pemain hingga pelatih.

Tim juara Liga Super Indonesia 2011-2012 ini menyatakan akan merekrut pemain-pemain muda berbakat untuk membuat skuat yang lebih baik dari musim sebelumnya mengingat pada LSI 2013 sebatas finis di peringkat lima.

Sebelumnya, manajemen klub PT Sriwijaya Optimis Mandiri telah memunculkan nama-nama pemain yang diincar, di antaranya tim Timnas U-23 yakni Andritany, Andri Ibo, Alfin Tuassalamony, dan Syamsir Alam.
Kemudian mendekati sejumlah pemain senior seperti Ferdinand Sinaga (Persisam Samarinda), Titus Bonay (PS Semen Padang), Pattrick Wanggai (Persipura), Firdaus Ramadhan (Persita Tanggerang), dan Fachrudin Aryanto (Persepam Madura United).

Subangkit: Manajemen Ingin Juara Liga

Terpilih sebagai pelatih Sriwijaya FC, Subangkit mengaku tidak mudah membawa tim berjuluk Laskar Wong Kito itu menjadi juara pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim depan.

Pria yang sebelumnya melatih Persiwa Wamena itu mengaku harus bekerja keras, karena dia harus beradaptasi dengan tim barunya itu.

"Saya sudah diminta oleh manajemen untuk melatih Sriwijaya FC musim depan. Saat ini tinggal menunggu pengangkatan secara formalnya saja," kata Subangkit kepada Berita Kota Super Ball, Sabtu (12/10/2013).
Subangkit mengakui bahwa Sriwijaya FC merupakan tim besar dengan suporter fanatik.

"Ini menjadi tantangan saya untuk memberikan kemampuan terbaik saya di tim ini. Manajemen menginginkan menyabet gelar juara musim depan. Mudah-mudahan saya bisa merealisasikan target tersebut," ujar Subangkit

Pertengahan November Skuad Baru Latihan

Setidaknya Sriwijaya FC memiliki waktu satu bulan lagi untuk melakukan perburuan pemain anyar, untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim depan.

Pelatih SFC U-21, Subangkit yang baru saja naik pangkat untuk menukangi tim senior, mengungkapkan paling tidak pihaknya harus sudah melakukan persiapan tim pada pertengahan November mendatang. Artinya sebelum waktu itu, skuad SFC sudah harus terbentuk sehingga persiapan bisa maksimal dan tidak disibukkan lagi dengan perekrutan pemain.

“Setidanya kita sudah harus latihan perdana pada pertengahan November mendatang, jika benar kompetisi musim depan dimulai pada awal Pebruari,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Sabtu (12/10/201).
Melihat dari keadaan tim yang terjadi saat ini dengan banyaknya ditinggalkan pemain-pemain musim lalu, Subangkit menyadari kalau pihaknya harus bekerja keras untuk mencari pengganti sepadan. Selaku pelatih paling tidak dirinya harus memberikan rekomendasi atas nama-nama pemain yang akan dibutuhkan untuk memperkuat setiap lini timnya pada musim depan.

“Saya pastinya tidak bisa hanya mengandalkan pemain di SFC U-21 saja, meski itu prioritas kita untuk memberdayakan pemain muda pada musim depan. Sebagai penyeimbang, kita juga perlu mencari pemain senior yang sudah cukup berpengalaman,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sejauh ini ada nama tujuh nama pemain SFC junior yang promosi ke tim senior yakni Teja Paku Alam (kiper), Vava Mario (stopper), Ikhsan Kurniawan (midfielder), Rifan Nahumarrury (winger), Novri Setiawan (winger), Alan Martha (striker) dan Risky Dwi Ramadhan, (striker).

“Sejauh ini kita sudah deal dengan M Hamzah, Firdaus Ramadhan, Sumardi, kesemuanya memang atas rekomendasi saya. Saya tahu mereka ini akan jadi penyeimbang tim kita musim depan, yang memang banyak dihuni pemain-pemain muda,” sambung Subangkit.

Minggu, 13 Oktober 2013

Kas Hartadi Memilih Diam

Pelatih Sriwijaya FC musim lalu, Kas Hartadi tampaknya lebih memilih diam pasca keputusan manajemen yang tidak lagi memperpanjang kontrak kerjanya musim depan.

“Saya lebih baik diam dan gak ada muncul di koran dulu,” katanya melalui pesan singkat kepada Media Officer SFC, Rasyid Irfandi yang dikutip Sripoku.com, Sabtu (12/10/2013).

Menurut pria yang akrab disapa Pedo ini, Kas Hartadi mengucapkan permohonan maafnya kepada seluruh media khususnya di Palembang, karena setiap telepon maupun Short Message Service (SMS) yang masuk memang sengaja tidak dijawab. Bukan karena dirinya bersikap sombong tapi hanya untuk sementara waktu, dirinya lebih pilih untuk menenangkan diri dahulu.

“Tolong sampaikan mas, ke temen-temen wartawan,” kata Pedo membacakan pesan singkat pelatih asal Solo itu.

Seperti diketahui, perihal nasib Kas Hartadi sudah bisa dipastikan tidak lagi menukangi SFC musim depan. Sebagai penggantinya sudah disiapkan satu nama yakni Subangkit, yang tinggal melakukan tanda tangan kontak sebagai Pelatih Kepala SFC musim depan.

Meski pihak manajemen belum menyebutkan alasan pendepakan terhadap pelatih yang sudah mempersembakan gelar ISL musim 2011/2012 itu, tapi besar kemungkinan alasan aksi mogok yang dilakukan Kas Hartadi dan sebagian besar pemain pada akhir musim kemarin menjadi penyebab utamanya.
“Wartawan saya kira sudah bisa menebaknya sendiri, apa alasan kita tidak memperpanjang Kas Hartadi. Namun, tetap kita ucapkan terima kasih atas jasa beliau yang selama melatih SFC musim lalu dan beberapa gelar yang sudah didapatkannya,” timpal Manajer Tim SFC, Robert Heri.

Sejauh Ini Empat Pemain Prakontrak

Sejauh ini Sriwijaya FC telah melakukan pra kontrak dengan sejumlah pemain anyar untuk mengarungi kompetisi musim depan.

Mereka menurut Manajer SFC Robert Heri, Sabtu (12/10/2013), adalah stopper yang bermain di Liga Prancis, wing bek M Hamzah (Persiwa Wamena), wing bek A Sumardi (Persisam Samarinda), stopper Firdaus Ramadhan (Persita Tangerang).

Selain itu masih ditambah dengan satu stopper U-21, Vava Mario Yagalo yang juga promisi ke tim senior dari SFC U-21/

“Sekarang fokus kita mencari pemain di lini tengah dan juga lini depan, yang sekarang pun baru mencapai 70 persen, jika pemain incaran itu berhasil didapatkan semua,” ungkapnya.

Lini Tengah Baru 50 Persen Terisi

Sriwijaya FC baru memastikan lini tengahnya diisi oleh sekitar 50 persen dari jumlah pemain yang dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi musim depan.

Demikian yang diungkapkan oleh Manajer Tim SFC, Robert Heri ketika dihubungi Sripoku.com, Sabtu (12/10/2013). Menurutnya, untuk memenuhi kekurangan setengahnya itu, dirinya bersama Asisten Manajer Muchendi Mahzareki saat ini gencar berburu pemain-pemain berkualitas. Tidak tanggung-tanggung, gerakan jemput bola pun ditempuh agar sejumlah pemain-pemain incaran itu bisa mendarat di Bumi Sriwijaya.
“Untuk lini tengah inilah yang menjadi perhatian kita, sebab baru mengamankan 50 persen pemain dan itupun kebanyakan dihuni oleh skuad SFC U-21 yang promosi ke senior,” katanya.

Seperti diketahui, untuk lini tengah ini terhitung ada tiga pemain SFC U-21 yang musim depan dipastikan promosi ke tim senior, yakni Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan dan Novri Setiawan. Kemudian pemain musim lalu, Ramdani Lestaluhu yang kemungkinan besar bersedia memperpanjang kontraknya bersama SFC. Plus, satu pemain anyar yang diketahui sudah melakukan pra kontrak yakni Lancine Kone (Persisam Samarinda).

“Kita akan terus penuhi kekurangan ini secepatnya, terutama untuk posisi gelandang bertahan yang memang cukup vital,” sambung Robert.

Hanya untuk lini belakang saja, lanjut Robert, yang dipastikan sudah hampir mencapai 100 persen terpenuhi. Pihaknya tinggal melakukan penambahan satu atau dua pemain lagi, setelah mengamankan sejumlah pemain anyar.

Usai Tekuk Korsel, Indonesia Pastikan Diri Ke Myanmar



Laga ini dihiasi permainan ofensif dari kedua tim yang menerapkan skema 4-3-3, ditambah lagi pada babak pertama hujan lebat membasahi stadion utama Gelora Bung Karno.

Babak Pertama


Indonesia sebagai tim tuan rumah mendapatkan kesempatan untuk mengawali pertandingan lebih dulu, namun tim tamu Korea Selatan langsung melakukan tekanan agar tim tuan rumah tak nyaman memainkan bola meski di daerah sendiri. Kedua tim pun kali ini menerapkan formasi yang serupa yakni 4-3-3, padahal Korsel di dua laga sebelumnya memainkan formasi 4-4-2.

Serangan Indonesia banyak tertuju ke sektor kiri yang dihuni oleh Ilham Udin Armaiyn, Ilham yang mengandalkan kecepatannya kerap dimanjakan oleh terobosan dari lini tengah Garuda Jaya. Peluang pertama Indonesia pun didapat pada menit ke-10 lewat determinasi Ilham Udin yang berlari lebih cepat dari pemain bertahan Korsel, namun Ilham tak bisa mengambil keputusan tepat sehingga penjaga Lee Taehui mudah mengatasi sepakan Ilham.

Sedangkan Korsel nyaris saja unggul lebih dulu lewat Hwang Hee-Chan di menit ke-15, beruntung sepakannya tak mengarah ke gawang meski sempat menimbulkan kemelut di depan gawang Ravi Murdianto. Korsel kerap aktif lewat kombinasi Kim Shin, Hwang Hee-Chan dan Choi Jaehun, bahkan tim tuan rumah sempat tertekan meski sesaat.

Gol pertama pun datang bagi tim tuan rumah di menit ke-29, Ilham Udin yang mampu memperdaya bek Korsel bisa mengirimkan umpan datar ke mulut gawang Korsel dan langsung disambut oleh sang kapten Evan Dimas. Sayangnya keunggulan Indonesia tak berlangsung lama, menit ke-31 Korsel mendapatkan pinalti usai Hansamu Yama melakukan sliding berbahaya di kotak terlarang atas Lee Gwanghyeok, Seol Taesu pun bisa memperdaya Ravi Murdianto dengan mudah. 1-1 pertadingan memanas.

Menit ke-38 Indonesia nyaris saja unggul, namun sayangtendangan terbang Muchlis Hadi memanfaatkan umpan Evan Dimas masih melambung di atas mistar.

Karena hujan yang sangat deras dan kondisi lapangan yang menjadi tak kondusif akhirnya wasit Amirul Izwan menghentikan babak pertama di menit ke-42.

Setelah laga dihentikan selama kurang lebih 20 menit, pertandingan kembali dilanjutkan, kedua tim pun tampak lebih bersemangat setelah rehat sejenak, di menit ke-45 Hargianto melesakan sepakan jarak jauh yang hampir saja menghasilkan gol, namun bola yang membentur mistar gawang nampaknya tak melewati garis gawang. Maka babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1.

Babak Kedua
Tim Garuda Jaya tampak lebih apik di awal babak kedua, terlihat kali ini Maldini yang dominan mengacak-acak pertahanan dari Korsel. Indra Sjafri mungkin telah membaca bagaimana membuat bek-bek Korsel kelimpungan.

Hasilnya di menit ke-49, Maldini dengan cerdas melewati dua pemain bertahan Korsel dan mengirim umpan silang yang cukup mengecoh, sang kapten Evan Dimas yang datang langsung menyambar bola dan berhasil memperdaya kiper pengganti Korsel Lee Seongwon, 2-1 bagi Indonesia!

Pada menit ke-67 tendangan jarak jauh Kim Jeongmin ditinju Ravi Murdianto, meski harus berjibaku dan bertabrakan. Indonesia menunjukan semngat juang tinggi baik dalam bertahan maupun menyerang. Lalu pada menit ke-72 Dalam sebuah kemelut di kotak penalti, Kim Shin melepaskan tendangan keras, namun menyamping di sisi kanan.

Laga berjalan seru dan menghibur, kombinasi Indonesia dalam penyerangan sangat menyulitkan pertahanan Korsel, sang arsitek Kim Sang Ho pun tak bisa tenang di pinggir lapangan melihat anak asuhnya sering tertekan lewat kombinasi Muchlis Hadi, Evan Dimas, dan Maldini.

Di menit ke-84 Korsel lagi-lagi membombardir Ravi Murdianto, namun sang kiper andalan Indonesia U-19 ini sigap menahan gempuran para pemuda negeri ginseng. Indonesia lagi-lagi mencetak angka, dan lagi-lagi sang kapten, Evan Dimas yang mencatatkan namanya di papan skor, ia mencetak hat-trick!

Pemain yang dianggap sebagai kartu truf, Yabes Roni akhirnya turun menggantikan Maldini yang bermain mengesankan selama babak kedua. Namun tak lama kemudian Korsel mencetak gol kedua mereka lewat sundulan kepala memanfaatkan kelengahan Indonesia.

Waktu tambahan empat menit permainan pun semakin ngotot dari Korsel, permainan keras cenderung terjadi, Evan Dimas sempat terkapar dan membutuhkan perawatan medis, Evan pun ditarik keluar digantikan Dio Permana.

Peluit akhir dibunyikan, Indra Sjafri dan Garuda Jaya membuktikan diri dengan mengalahkan Korsel 3-2. Myanmar 2014 menanti.

Susunan Pemain


KORSEL: Taehui (42' Lee Seongwon); Mingyu, Seunggyeom (C), Jeongmin, Kiwook; Hee-Chan, Taesu, Jaehun; Gwanghyeok, Shin, Jehyeok.

INDONESIA: Ravi; P Gede, Fatchu Rochman, Sahrul, Hansamu; Evan Dimas (C) (90' Dio Permana), Hargianto, Zulfiandi (83' Gunawan); Maldini (88' Yabes), Muchlis, Ilham.

Kamis, 10 Oktober 2013

Siapakah Pemain Persisam yang Sudah Deal dengan SFC?

Isi skuad Sriwijaya FC musim depan tampaknya akan semakin beraroma Pesut Mahakam (julukan Persisam Samarinda). Hal ini seiring dengan banyaknya incaran Laskar Wong Kito (julukan SFC) yang tertuju pada pemain Persisam, mulai dari kiper Fauzi Toldo, striker Ferdinand Sinaga, playmaker Lancine Kone dan terbaru wing bek Achmad Sumardi.

Manajer Tim SFC, Robert Heri mengaku kalau dirinya baru saja melakukan pra kontrak dengan satu pemain lokal di Jakarta pada Rabu (9/10) kemarin. Hanya saja untuk siapa pemain yang dimaksud, seperti biasa masih dirahasiakan dengan alasan etika kepatutan, sebab sang pemain masih terikat kontrak di klub lamanya.“Saat ini saya memang berada di Jakarta dan baru melakukan pra kontrak dengan satu pemain lokal lagi. Namanya sengaja masih kita rahasiakan,mengingat tidak etis disebutkan sekarang,” katanya ketika dihubungi Sripo, Rabu (9/10/2013).

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel ini menambahkan kalau dirinya selama dua pekan terakhir ini kerap kali berada di luar kota untuk berburu pemain anyar. Maklum saja, skuad SFC musim lalu hampir sebagian besar tidak dipertahankan, sehingga membuat pihaknya lebih gencar berburu pemain anyar berkualitas.“Saya memang harus jemput bola ke Jakarta untuk memburu pemain incaran kita ini,” ungkapnya.

Disingung apakah pemain lokal yang baru pra kontrak itu adalah Sumardi? Robert tetap enggan berkomentar banyak. Termasuk kabar lama yang menyebutkan kalau SFC sudah deal dengan playmaker asing Persisam Lancine Kone pun, Robert masih tidak mau memberikan keterangan resmi meski dari beberapa ciri-ciri yang disebutkannya, sudah jelas mengarah pada pemain asal Pantai Gading itu.

“Kalau pemain asing pastinya kita sudah pra kontrak dengan dua pemain non Asia. Pengumuman resminya nanti saja, saat kita sudah melakukan rapat besar selesai hari raya (Idul Adha). Sepertinya Pak Presiden SFC (Dodi Reza Alex), suda memiliki waktu luang,” ujanya.

Berbeda dengan Robert yang masih sedikit hati-hati menyebutkan nama pemain yang sudah pra kontrak ini, justru sedikit bocoran didapat dari Asisten SFC, Muchendi Mahzareki. Anak sulung dari Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki ini membenarkan kalau pihaknya sepakat melakukan pra kontrak dengan pemain Persisam pada Rabu (9/10) kemarin. Pemain dimaksud bermain diposisi wing bek kiri maupun kanan.“Inisialnya AS,” ucapnya singkat.

Penelusuran Sripo, di skuad Persisam musim lalu pemain bertahan yang berinisial AS hanya satu orang, yakni Achmad Sumardi. Dari biodatanya diketahui sang pemain bisa dibilang sebagai pemain senior, dengan usia yang sudah menginjak 33 tahun. Selama di Persisam pemain kelahiran 2 Mei 1980 itu bisa dibilang selalu menjadi pemain andalan dari Sang Pelatih Sartono Anwar. Sumardi termasuk pemain ketiga yang paling sering turun ke lapangan hijau, dengan mencatatkan total 2410 menit dari 29 laga di sepanjang musim lalu.
“Dengan kehadiran Sumardi ini artinya lini belakang kita semakin lengkap. Sebelumnya kita juga sudah pra kontrak juga dengan Firdaus Ramadhan(Persita Tangerang) dan M Hamzah (Persiwa Wamena). Artinya, kemungkinan kita tinggal cari satu stopper lagi untuk semakin memperkuat lini belakang SFC musim depan,” sambung pria yang akrab disapa Endi itu.

Firdaus Gantikan Abdul Rahman di Lini Belakang

Stopper Persita Tangerang, Firdaus Ramadhan dipastikan bakal menjadi benteng terakhir pertahanan SFC musim depan. Pemain berusia 25 tahun itu akan menggantikan peran dari Abdul Rahman, yang sebelumnya sudah tidak diperpanjang kontraknya.

Demikian yang diungkapkan oleh Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki ketika dihubungi Sripoku.com, Rabu (9/10/2013). Menurutnya, Firdaus ini akan diduetkan dengan pemain asing asal Mali yang terakhir kali bermain di Liga Prancis. Keduanya diyakini mampu menjadi benteng pertahanan kokoh bagi SFC musim depan, dengan menggantikan peran Abdul Rahman dan Lee Dong Won.
“Kita sudah melakukan pra kontrak dengan kedua pemain ini. Jadi keduanya dipastikan bakal merapat ke Palembang musim depan,” katanya.

Dikatakan, semua persyaratan yang diminta oleh pemain-pemain incarannya itu mampu dipenuhi pihaknya, sebaliknya sang pemain pun mau mengikuti aturan dalam klausal kontrak yang diajukan. Kesepakatan dua belah pihak ini sudah berlangsung pada pertemuan di Malang pada Minggu, 6 Oktober lalu.

“Semuanya kita bicarakan di sana, mulai dari negosiasi harga dan keseriusan membela SFC musim depan. Hasilnya tidak ada masalah, semua berjalan lancar dan mereka setuju bergabung dengan SFC,” jelas pria yang akrab disapa Bung Endi ini.

Menurutnya, bukan tanpa alasan pihaknya memilih kedua Firdaus dan pemain asal Mali itu. Pasalnya, selain masih muda keduanya juga memiliki kualitas di klubnya terakhir, seperti Firdaus yang sempat dipanggil Timnas Indonesia berkat penampilan apiknya bersama Persita Tangerang. Kemudian untukpemain asing asal Mali, meskipun belum pernah bermain di Liga Indonesia, tapi dengan segala potensi yang dimilikinya dinyakini sang pemain akan cepat beradaptasi.

“Pemain asal Mali ini dalam usia matang, dan postur tubuhnya juga ideal sebagai palang pintu, pandai membaca arah bola dan cukup berpengalaman untuk pemain seusianya,” urai Endi.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *