• Pasang Surut Talenta Papua dari Musim ke Musim di SFC

    Hampir  setiap musim Sriwijaya FC selalu memasukkan nama pemain Papua dalam skuad andalan. Terhitung, sejak take over dari Persijatim Solo FC 2005, SFC sudah membawa serta pemain Papua. Maka wajar pula, menghadapi musim 2014, manajemen memasukkan dua nama pemain Papua yang tengah bersinar yakni, Titus Bonay dan Patrich Wanggai dalam rencana skuad asuhan Subangkit.

    Memang, keduanya belum memberikan jawaban bergabung, namun masuknya Tibo dan Wanggai dalam daftar pemain incaran, seolah menjadi tradisi, jika klub Sumsel ini, selalu mencantumkan nama Papua."Kita ingin yang terbaik bagi SFC musim 2014 ini, karena kita ingin SFC juara," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex,Minggu (13/10/2013).

    Hal serupa juga ditegaskan Manajer Tim Robert Heri. Meski tidak menyebutkan siapa pemain Papua yang diincar, namun nama Titus Bonay dan Patrich Wanggai adalah dua pemain yang tengah bersinar dan tidak hanya SFC, juga tim-tim lain."Kita memang terus berkomunikasi dengan keduanya, manajemen terus bergerak cepat mendapatkan pemain berkualitas," ujar Robert.

    Tentang Titus Bonay, manajemen sangat serius mendapatkannya. Karena Tibo sapaannya salah satu pemain yang disetujui Subangkit untuk direkrut. Bahkan, sumber terpercaya menyebutkan, jika manajemen menyanggupi permintaan sang pemain dengan harga Rp1 miliar. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari sang pemain. Pihaknya manejemen pun menunggu sembari memberikan tenggat waktu kepada Tibo.

    Terkait adanya komunikasi antara manajemen dan Tibo dibenarkan Asisten Manajer Muchendi Mahzareki, Sabtu (12/10). Namun dia membantah terkait nilai kontrak yang disepakati manajemen mencapai Rp1 miliar."Kalau nilai itu rahasia, benar pak Robert sudah bertemu dan menyanggupi semua permintaannya. Semua kita serahkan kepada Tibo. Kami dari manajemen akan selalu menyiapkan alternatif terbaik bagi SFC," ujar Endi sapaannya.

    Berasarkan penulusuran dan dokumentasi Sripo, rekam jejak para talenta Papua cukup baik. Mereka turut menorehkan prestasi bagi tim kebanggaan Sumsel ini. Tercatat SFC menggunakan Franky Suabei di masa kepemimpinan pelatih Suimin Diharja. Ketika itu, Franky yang kerap menjadi cadangan dan berposisi sebagai winger memberikan kontribusi besar. Membawa SFC lolos dari zona degradasi akhir 2005-2006 dan membuat SFC finis di peringkat 6 wilayah Barat Ligina.

    Ketika SFC dilatih Rahmad Darmawan, SFC tetap menyertakan dua pemain Papua yakni, Cristian Worabay dan Korinus Finkres. Worabay khususnya berkontribusi besar karena menjadi bagian penting membawa SFC meraih double winner. Saat Korinus tidak diperpanjang kontraknya, Worabay terus menjadi andalan. Hingga insiden pemukulan itu terjadi pada musim 2009-2010. Worabay, sejak lama dikenal sebagai pemain tempramental, sikap bengalnya tidak hanya di lapangan, juga di luar lapangan. Dia pun sempat masuk bui selama beberapa hari bersama pemain lainnya seperti Ambrizal, Charis Yulianto, dan Isnan Ali. Worabay terlibat aksi pemukulan suporter Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), yang berakhir ke pengadilan, keempat pemain SFC ketika itu, menjalani hukuman percobaan.

    Berakhirnya masa RD, yang berganti Ivan Kolev, SFC masih menggunakan jasa pemain Papua Korinus Pingkrew dan Oktovianus Maniani masuk di jajaran pemain utama. Namun keduanya hanya memberikan gelar Community Shield dan Inter Island Cup. Lagi-lagi persoalan emosional lapangan menjadi persoalan. Sehingga di musim 2011-2012, saat Kas Hartadi ditunjuk pelatih, tidak satupun pemain Papua dilirik, uniknya SFC bisa juara ISL dan Perang Bintang.

    Musim 2013, SFC kembali memakai jasa talenta Papua, Imanual Padwa masuk dalam skuad. Namun ia gagal beradaptasi dan di putaran kedua Manu sapaannya dilepas manajemen. Talenta Papua memang istimewa, selain dibekali kekuatan fisik, skill mumpuni, juga ibarat pisau bermata dua, karena kerap berlaku emosional saat di dalam dan luar lapangan. Hitam putih pemain Papua, bisa menguntungkan juga ada potensi merugikan. Namun apapun itu, Tibo atau Wanggai layak diburu.

    Talenta Papua di Sriwijaya FC dari Musim ke Musim:
    2005-2006
    Frangky Suabei:
    Prestasi:
    Peringkat 9 Ligina
    2006-2007
    Franky Suabei
    Prestasi:
    Peringkat 7 Ligina
    2007-2008
    Cristian Worabay
    Korinus Finkrew
    Prestasi:
    Juara Ligina/ISL
    Juara Copa Dji Sam Soe
    2008-2009
    Cristian Worabay
    Prestasi:
    Peringkat 5 ISL
    Copa Dji Sam Soe
    2009-2010
    Cristian Worabay
    Prestasi:
    Peringkat 8 ISL
    Juara Piala Indonesia
    2010-2011
    Oktovianus Maniani
    Korinus Fingkrew
    Ardiles Rumbiak
    Prestasi:
    Peringkat 5 Ligina
    Juara Community Shield
    Juara Inter Island Cup
    2011-2012
    Tanpa pemain Papua
    Prestasi:
    Juara ISL
    Juara Perang Bintang
    2013
    Imanuel Padwa
    Prestasi:
    Inter Island Cup
    2014
    Titus Bonay (negosiasi)
    Patrich Wanggai?
    Prestasi?
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com