Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Sabtu, 30 November 2013

Minggu Sriwijaya FC Kenalkan Skuad 2014

Tidak seperti launching terdahulu yang diramaikan beberapa acara hiburan sebagai pendukung acara seremonial, musim ini launching dilakukan secara sederhana, yakni mengenalkan pemain dan tandatangan kontrak.

Launching dan tandatangan kontrak di gelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Minggu (1/12) pukul 16.00. Acara ini juga dihadiri langsung seluruh jajaran tim mulai dari direksi dan ofisial tim, termasuk Presiden Klub H Dodi Reza Alex. Pengenalan tim sekaligus tanda bahwa, SFC siap memulai musim kompetisi 2014.

Jika musim sebelumnya, seperti musim 2005/2006 dan 2009/2010 yang menghadirkan Grub Band Raja, atau musim lalu, 2012/2013 dengan diiringi acara band di Griya Agung. Musim ini, akan digelar sederhana seperti musim 2010/2011 dan 2011/2012 di mana launching digelar sederahana.

"Digelar sesuai dengan standar Eropa. Sebab pengenalan ini seperti lazimnya klub-klub di Eropa," kata Manajer Tim Robert Heri, Jumat (29/11/2013).

Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid mengatakan, acara tandatangan kontrak akan dilangsungkan di Stadion Bumi Sriwijaya FC, sekaligus pengenalan pemain."Acaranya mulai 16.00, diawali tandatangan kontrak kemudian pengenalan pemain kepada masyarakat yang hadir serta diikuti sambutan dari H Dodi Reza Alex selaku Presiden Klub dan Manajer Tim Robert Heri," jelas Faisal.

Seperti Sriwijaya FC, Persib Bandung juga menggelar launching secara sederhana. Namun bedanya di selingan launchng tetap diselipkan acara tambahan berupa partai eksebishi melawan klub asal Amerika Serikat, DC United, 6 Desember mendatang. "Rencana launching tanggal 6 Desember," ungkap Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Muhammad Farhan.

Anis Nabar Kaget Dikontrak Sriwijaya FC Dua Musim

Mantan winger Persidafon Dafonsoro Yohanis Nabar mengaku terkejut ketika disodori kontrak dua musim memperkuat Sriwijaya FC mulai Indonesia Super League (ISL) tahun depan.

Anis, sapaan Yohanis, tidak menyangka dirinya bakal masuk ke skuat Laskar Wong Kito, apalagi langsung dikontrak dua musim. Pasalnya, dirinya tergolong baru di atmosfer ISL.

Persidafon merupakan klub pertamanya di ISL musim 2012/2013, namun tim Gabus Sentani harus terdegradasi. Sementara Sriwijaya FC merupakan klub papan atas, sehingga tawaran dari juara ISL 2011/2012 lalu ini membuatnya enggan membuang peluang.

“Sriwijaya tim besar. Saya langsung dikontrak dua musim. Saya senang, tidak menyangka,” ungkap Anis.

“Sempat ada tawaran dari Gresik United, tapi SFC lebih serius. Jadi saya pilih SFC.”

Anis sudah melakukan prakontrak dengan Sriwijaya FC, namun kontrak secara resmi baru akan dilakukan awal Desember. Anis berjanji akan memberikan penampilan terbaik di Sriwijaya FC, dan siap ditempatkan di posisi mana pun sesuai kebutuhan pelatih, baik di sayap atau second striker.

Kontrak dua musim langsung ini memang baru dibocorkan manajer Sriwijaya FC, Robert Heri. Menurut Robert, Anis merupakan pemain yang masih muda dan sangat berpotensi untuk berkembang ke depan agar tidak lagi direkrut klub lain. Karena itu, Sriwijaya FC pun memagari pemain asal Papua ini selama dua musim.

“Dia kemarin pemain inti di Persidafon, dan dia bisa di posisi sayap atau second striker. Apalagi dia masih muda. Inilah alasan kita mengontraknya dua musim,” ujar Robert.

Jumat, 29 November 2013

Khawatir Disalip, Sriwijaya FC Rahasiakan Pemain Incaran

Manajemen Sriwijaya FC tetap memilih bungkam untuk tidak mengumbar nama legiun asing yang menjadi incaran mereka agar tidak disalip klub lain, dan hanya mengungkapkan sedang melakukan negosiasi dengan pemain asal Afrika.

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengungkapkan, manajemen kini sedang melakukan negoisasi cukup alot dengan striker yang masih dirahasiakan namanya tersebut. Striker asal Afrika ini kemungkinan besar akan bergabung dengan Laskar Wong Kito saat melakoni pramusim di Jawa Timur pada pertengahan Desember 2013.

Kepala dinas pertambangan dan energi (Kadistamben) Provinsi Sumsel ini menambahkan, manajemen memang sengaja merahasiakan nama pemain itu. Pasalnya mereka tidak mau terulang kejadian saat akan mendatangkan stopper asing Abdoulaye Yousuf Maiga, yang hampir disalip salah satu klub besar ISL lainnya.

“Hasil komunikasi terakhir, sepertinya positif dia mau bergabung,” ujar Robert.

“Kita tidak mau gegabah. Kalau sudah kita ikat baru saya berani ngomong.”

Robert hanya mengungkapkan, striker ini digaransi belum pernah merumput di Indonesia seperti halnya Maiga. Kualitasnya pun dinilai tidak kalah dengan striker asing klub lain di ISL.

Terkait kontrak para pemain, manajemen Sriwijaya FC sudah mengagendakannya pada 1 Desember di Palembang. Namun kontrak ini tidak akan dilakukan serentak dengan pemain lainnya, khususnya striker asing baru Sriwijaya FC ini.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Kalau dia [striker Afrika] jadi bergabung, maka kita lakukan kontrak di Jawa Timur,” kata Robert

Sementara itu, pelatih Subangkit menambahkan, Sriwijaya FC memang tengah membidik satu pemain asing non asia. Namun kebijakan negoisasi dan penentuan kontrak tim, pelatih tidak dapat ikut campur.

Namun Subangkit mengakui, Sriwijaya FC akan menggelar training center (TC) di Batu dengan mengikuti piala Gubernur Jatim pada 12 – 22 Desember. Rencananya TC ini dimulai pada tanggal 3 Desember 2013.

Setelah pemain Sriwijaya FC komplit berkumpul di Palembang, kecuali striker asing non asia yang masih dibidik, dirinya akan mulai menerapkan latihan taktik menjelang kompetisi pra musim.

Top Eleven Keluarin Jersey Sriwijaya FC

 



Kamis, 28 November 2013

Ke Palembang, Aziz Tunggu Kone


Pemain asing Sriwijaya FC asal Mali, Abdoulaye ‘Aziz’ Maiga sudah tiba di ibukota Indonesia, Jakarta sejak Senin (25/11/2013) lalu. Hanya saja, pemain yang itu sempat meminta izin pulang ke Prancis itu masih menunggu pemain asing SFC lainnya, Lancine Kone, yang juga masih berada di negaranya Pantai Gading. 

Demikian yang diungkapkan oleh Manajer Tim SFC, Robert Heri ketika dihubungi Sripoku.com, Rabu (27/11/2013). Menurutnya, Maiga memang telah mengonfirmasi kalau dirinya sudah berada di Jakarta dan meminta izin agar menetap di Jakarta sembari menunggu kehadiran Kone. Dia ingin bertolak ke Palembang secara serentak dengan Kone yang diperkirakan masuk ke Indonesia, Sabtu (29/11/2013) mendatang.

“Maiga tunggu Kone dulu, Kone ini rencananya akan tiba Jumat ini dan Sabtu mereka berdua bersama-sama ke Palembang,” katanya.

Terpenting, Komisaris PT Bukit Asam itu terus mengingatkan agar Maiga maupun Kone bisa datang tepat waktu pada penandatangan kontrak pemain serentak per 1 Desember nanti. Artinya, jika semua pemain sudah melakukan tanda tangan kontrak, maka sudah ada kewajiban dan hak masing-masing yang harus dijalankan.

“Kita minta semua pemain yang sudah deal (pra kontrak) ini, bisa berkumpul semua pada 1 Desember itu. Sebab, usai tanda tangan kontrak, kita rencanakan langsung TC (Training Camp) di Malang, sebagai persiapan tim jelang kompetisi musim depan,” paparnya.

Anis Nabar Paling Banyak Tampil, Kone Tersubur

KENDATI tidak ada nama pemain bintang, namun kualitas yang dimiliki Sriwijaya FC, dianggap mampu bersaing. Statistik para pemain di klub lama masing-masing, menjadi rapor penting untuk mengukur kelayakan skuad baru SFC menghadapi musim 2014.

Setidaknya, skuad SFC merupakan gabungan dari eks beberapa klub seperti Persisam, Persidafon, pemain Papua, Semen Padang, Persita Tangerang, Persiwa, dan Sriwijaya FC U-21. Pemain Papua paling dominan, jika melihat nama Persidafon, Persiwa dan asal pemain.

Dari segi pengalaman, skill, dan jam terbang, mereka memang bisa untuk bersaing dengan klub-klub lain. Kebiasaan pelatih Subangkit yang memang jago dalam meracik tim dan memadukan skill pemain juga menjadi jaminan. Setidaknya, salah satu talenta Papua yang menonjol dari segi statistik penampilan adalah Yohanis "Anis" Nabar, pemain usai 22 tahun ini, tampil paling banyak bersama eks klubnya Persidafon dengan bermain sebanyak 34 kali dan durasi 2744 menit serta melesakkan 6 gol.

Di urutan kedua, Kapten Ponaryo Astaman yang nyaris dilepas bermain sebanyak 27 kali dan tampil 2520 menit, dengan 4 gol. Kemudian Lancine Kone, pemain asing asal Pantai Gading ini, tampil sebanyak 27 kali dengan durasi 2201 menit. Hebatnya pria 34 tahun ini, melesakkan 19 gol musim lalu. Selanjutnya di belakangnya ada Ahmad Sumardi dan kiper Fauzi Toldo dari Persisam Samarinda, Vendry Mofu, Firdaus Ramadhan, Selsius Gebze.

Manajer Tim Robert Heri mengatakan, apapun dilakukannya saat ini demi mempertahankan eksistensi Sriwijaya FC. Di sela-sela kesibukannya sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel dan Komisaris PTBA, dia terus melakukan usaha membuat SFC tetap hidup. Pemain-pemain yang didatangkan merupakan pemain-pemain berkualitas dan bisa bersaing.

"Saat ini apapun saya lakukan untuk SFC. Sejauh ini pemain sudah ada, kita hanya perlu beberapa posisi lagi termasuk pemain asing di posisi striker, secepatnya akan kita rampungkan rekrutmen pemain," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzareki mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan merampungkan proses transfer, karena tandatangan kontrak pemain yang dilangsungkan di Stadion Bumi Sriwijaya 1 Desember."Stadion Bumi sangat strategis posisinya dan masyarakat bisa dengan muda datang kesana," jelas Endi sapaannya.

Subangkit:Fokus Ketahanan Fisik Pemain

Pelatih Subangkit mengatakan, lebih fokus kepada fisik dan peningkatan performa pemain sepanjang latihan persiapan menjelang training camp (TC) ke Malang Desember mendatang. Baginya pemain harus siap bermain lebih dari 90 menit di lapangan untuk menghadapi musim 2014.

"Fisik lebih utama, karena musim 2014 nanti, tidak semata materi tim, tetapi kekompakan, kekuatan fisik, dan teknik adalah hal yang utama dalam tim. Pemain harus bermain konsisten selama 90 menit," jelas Subangkit, Rabu (27/11/2013).

Menurut Subangkit, kekuatan fisik dan ketahanan pemain selama 90 menit lebih menjadi kunci permainan. Rahasia SFC U-21 meraih kemenangan dan menjadi juara ISL U-21 terletak kepada kekuatan fisik pemain. Ia juga menilai keberhasilan SFC meraih juara ISL 2011/2012 dan finish di peringkat  5 musim 213 juga karena pemain SFC memiliki fisik yang prima.

"Kami memiliki waktu yang cukup panjang, ini bagus untuk persiapan tim, fisik yang utama dan kemudian menjalin kekompakan, baru berbicara masalah teknik dan ini bisa dilihat dalam rangkaian ujia coba. Saya memang memilih Malang sebagai tempat TCkarena di sana banyak tim-tim profesional untuk bisa diajak ujicoba," jelas Subangkit.

Kontrak Pemain di Stadion Bumi Sriwijaya

Asisten Manajer Sriwijaya FC, Muchendi Mahzareki menyatakan, prosesi penandatangan kontrak pemain ini akan dilakukan di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. 

Kenapa dipilih tempat terbuka? Karena pihaknya sengaja ingin sekaligus memperkenalkan skuad SFC kepada masyarakat Sumsel.

“Jadi, semua pihak boleh menghadiri prosesi penandatangan kontrak pemain ini,” ujar pria yang akrab disapa Endi itu, Rabu (27/11/2013).

Endi menegaskan juga, dengan persiapan sejak jauh-jauh hari dan lebih baik dibandingkan tim-tim lain, pihaknya optimis SFC bisa jauh lebih baik lagi dibandingkan musim sebelumnya.

Jika pada musim lalu SFC sukses menempati posisi lima besar dengan komposisi pemain waktu itu terjadi perombakan total juga. Di musim depan pun, dengan kondisi serupa pihaknya malah menargetkan meraih juara.

“Bedanya kali ini kita persiapannya jauh lebih matang. Kita yakin pemain bisa cepat kompak dan beradaptasi dalam dua bulan kedepan, sebelum laga perdana ISL (Indonesia Super League) yang rencananya berlangsung awal Februari 2014 nanti,” ungkapnya.

Diogo memperkuat Timor Leste pada SEA Games



Pemain asing Sriwijaya FC, Diogo Rangel Santos boleh bernafas lega karena persoalan dirinya sudah clear. Keberadaannya sempat dicari-cari beberapa pekan terakhir baik oleh manajemen SFC maupun agennya, dr Mustika Ratna. Pada akhirnya Federasi Football Timor Leste (FFTL) mengirimkan surat resmi permohonan izin untuk meminjam Diogo 

Manajer Tim SFC, Robert Heri mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat resmi dari FFTL itu yang intinya mereka minta agar Diogo memperkuat Timor Leste pada SEA Games Myanmar bulan Desember nanti. Dengan adanya surat itu, artinya keberadaan Diogo sudah diketahui dan benar-benar jelas arah tujuannya ke mana. Berbeda sebelumnya, SFC sama sekali tidak diberikan kabar berita baik dari Diogo langsung maupun dari FFTL.

“Kita izinkan Diogo membela timnas (Timor Leste), sebab selama inikan kita hanya ingin tahu keberadaannya saja,” ungkapnya.

Hanya saja Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel itu tetap berharap agar Diogo bisa cepat kembali ke Palembang, jika sudah menjalankan tuganya membela Timor Leste. Artinya, jika Timor Leste tidak ada lagi pertandingan atau sudah gugur pada SEA Games Myanmar itu, maka Diogo diharapkan segera cepat bergabung dengan pemain SFC lainnya untuk persiapan tim.

“Cepat lambatnya kedatangan Diogo ini tergantung hasil yang dicapai Timnas Timor Leste di SEA Games nanti. Jika dia tidak bermain lagi, maka harus secepatnya ke Palembang,” tegasnya.

Apabila Diogo kembali molor tanpa alasan jelas, lanjutnya, tentu manajemen akan bersikap tegas terhadap pemain yang masih terikat kontrak dua musim lagi itu. Selama pemain masih berseragam Laskar Wong Kito, tanpa terkecuali baik pemain lokal ataupun pemain asing harus patuh pada peraturan yang telah ditetapkan.
“Kita harapkan dia (Diogo) kembali setelah perkuat Timnas. Bila tak ada kabar kembali maka kita bisa saja berikan sanksi,” ujarnya.

Selasa, 26 November 2013

Trio Trisula Hilton Arif Rizky Paling Dinantikan

KENDATI manajemen memutuskan bahwa, untuk pemain asing tidak menggunakan pemain yang beredar di Liga Indonesia, tetapi menggaet striker yang tidak pernah bermain di Indonesia. Namun, beberapa fans Sriwijaya FC, terutama di jejaring sosial seperti twitter dan facebook mencantumkan Hilton Moreira dan Syamsul Arif, serta Rizky Dwi Ramadhana, untuk memperkuat lini depan Laskar Wong Kito 2014.

Hilton misalnya, meski sudah diblacklist karena persoalan sikap, namun pria Brazil itu dianggap produktif dan layak bersaing.

Skill dan kecerdasannya bisa diandalkan terlebih lagi dia pandai menempati beberapa posisi sebagai penyerang. Sedangkan Syamsul Arif sangat layak mengingat kualitasnya sebagai penyerang lokal. Meski berpostur kecil, dia tajam, berani duel satu lawan satu dengan bek asing maupun lokal, pandai mencari posisi, cepat.

Kemudian nama Rizky Dwi Ramadhan dianggap layak diandalkan mengingat dia top skor ISL U-21. Ketiganya dianggap bisa membuat garang SFC terlebih lagi ada Lancine Kone, pemain senior yang konsisten bermain di musim lalu.

Sriwijaya FC Berpikir Ulang Terima Hilton Moreira

Manajemen Sriwijaya FC berpikir ulang untuk kembali menerima gelandang Hilton Moreira yang menyampaikan keinginannya bergabung dengan Laskar Wong Kito di liga unifikasi Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri ditemui Goal Indonesia di ruang kerjanya mengungkapkan, ia menerima pesan singkat (SMS) dari Hilton yang berisikan keinginan bergabung kembali ke klub bermarkas di Palembang itu.

“Selamat pagi pak, apa kabar? Ini Hilthon Moreira. Aku baru datang di Indonesia tadi malam, mau cari klub lagi, dan Sriwijaya FC prioritasku. Ada gak interested dari Sriwijaya FC dengan saya? Terima kasih sebelumnya,” demikian bunyi SMS yang diperlihatkan Robert.

Menurut Robert, saat ini dirinya belum bisa menjawab pertanyaan Hilton. Sebab, pihaknya lebih fokus pada pencarian pemain asing di posisi striker. Apalagi kuota pemain asing yang dibutuhkan Sriwijaya FC hanya menyisakan satu orang, mengingat dua pemain asing non asia lainnya sudah diisi Lancine Kone (gelandang) dan Abdoulaye Maiga (stopper).

“Untuk Hilton belum dulu. Apalagi dia adalah pemain sayap, yang kita butuhkan sekarang yaitu striker asing murni, karena kita sama sekali belum punya striker,” kata Robert.

Selain fokus mencari striker, tentunya banyak pertimbangan lain untuk menerima Hilton kembali ke Bumi Sriwijaya. Terang saja, komitmen dan loyalitas pemain terhadap tim menjadi sorotan utama sang manajer.

“Hilton ini tidak komitmen. Pertengahan musim lalu dia pergi meninggalkan Sriwijaya FC untuk berlabuh ke Persib [Bandung], mungkin karena rumput tetangga lebih hijau. Kini setelah dia tidak diperpanjang kontrak oleh Persib, dia mau ke Sriwijaya FC lagi. Jadi kita perlu berpikir lagi untuk menerimanya,” tutur pria yang juga menjabat komisaris PT Bukit Asam (PTBA) itu.

Saat dikonfirmasi, Hilton yang kini berada di Jakarta mengakui, memang benar jika dirinya memang ingin kembali ke Sriwijaya FC, dan sudah menghubungi pihak manajemen.

Dikatakannya, Sriwijaya FC menjadi salah satu klub yang diprioritaskannya pada kompetisi musim depan.

“Saya sudah telpon coach Subangkit, dan dia setuju saja. Tapi saya disuruh menghubungi pak Robert diterima atau tidaknya. Kini saya tinggal menunggu jawaban dari pak Robert. Saya siap bermain lagi di Sriwijaya FC," kata Hilton.

Senin, 25 November 2013

Skuad Baru Gelar TC di Malang



Skuad Sriwijaya FC yang diperkuat Asri Akbar dan kawan-kawan dipastikan bakal menjalani Training Camp (TC) di Batu, Malang, Jawa Timur. Rencananya pemusatan latihan itu akan segera dimulai usai penandatangan kontrak seluruh pemain per 1 Desember nanti. 

Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki mengatakan tujuan dari TC ini tidak lain agar tim jauh lebih siap lagi, jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) maupun di Kejuaraan Piala Indonesia (PI) yang rencananya bergulir awal Pebruari 2014 mendatang. Apalagi, dia menyadari kalau skuadnya saat ini mengalami perombakan besar-besaran, sehingga diperlukan persiapan khusus agar adaptasi antar pemain cepat terjalin.

"Waktu dua bulan kedepan ini harus kita optimalkan dengan baik," katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Minggu (24/11/2013).

Dikatakan, pemilihan TC di Malang ini sendiri bukan tanpa alasan. Banyaknya klub-klub profesional maupun amatir di daaerah itu, jelas menjadi keuntungan bagi SFC untuk mencari lawan tanding. Terlebih, rencananya akan ada pula Turnament Gubernur Jatim Cup, 14-22 Desember mendatang.

"Kita masih menunggu kabar dari PSSI Jatim Selasa (26/11/2013) nanti. Jika SFC diiundang, pasti kita akan ikut serta," ucapnya

Calon anggota DPRD Sumsel itu juga menilai persiapan SFC saat ini jauh lebih baik dibandingkan klub-klub lainnya. Apalagi skuad musim depan sudah hampir terbentuk 100 persen dan tinggal mencari beberapa pemain lagi. Sifatnya hanya sebagai pelapis dari 11 pemain yang dianggap bakal menghuni line up utama.
"Per 1 Desember itu program latihan sudah bisa berjalan, karena tim sudah terbentuk lebih dari 80 persen. Kita tinggal cari pemain di beberapa posisi saja, seperti stopper, winger dan striker (asing)," jelasnya.

Manajemen Masih Tunggu Keputusan Nanak

Manajemen Sriwijaya FC tampaknya masih menunggu keputusan pemain Persija Jakarta, Anak Agung Ngurah Wahyu Trisnajaya alias Ngurah Nanak, untuk menempati posisi stopper untuk musim depan. 

Manajer Tim SFC, Robert Heri menyatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Nanak, apakah mau bergabung ke SFC musim depan atau tidak. Maklum, pihaknya menyadari kalau mantan pemain 2009/2010 itu juga banyak diincar banyak klub, seperti Mitra Kukar.

“Jadi kita tinggal menunggu keputusan Nanak saja, sebab negosiasi kontrak sudah dilakukan. Kita siap mengembalikannya ke Palembang lagi, tapi semuanya tergantung ke pemainnya sendiri mau atau tidak,” katanya, Sabtu (23/11).

Dijelaskan, penambahan pemain belakang ini karena memang pihaknya baru memiliki dua pemain yang spesialis diposisi stopper. Menjadi penting karena, setiap klub termasuk SFC akan melakoni dua kompetisi sekaligus yakni Indonesian Super League (ISL) dan Piala Indonesia (PI) di musim 2014/2015.

“Jelas akan ada penambahan satu pemain lagi. Namun kita tidak akan terburu-buru juga, sebab yang terpenting kita sudah mengamankan dua pemain inti (Firdaus Ramadhan dan Abdoulaye Maiga),” terang Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel itu

Apalagi, lanjut Robert, pihaknya masih bisa mengoptimalkan beberapa pemain multifungsi seperti M Hamzah, yang juga bisa bermain di posisi stopper jika dalam keadaan darurat. Eks pemain Persiwa Wamena itu sudah dinilai Head Coach Subangkit sebagai pemain multifungsi yang bisa berpesan sama baiknya, ketika ditempatkan sebagai wing bek ataupun stopper.

“Jadi perburuan pemain stopper yang tersisa ini sifatnya hanya sebagai pelengkap,” ujarnya.

Jumat, 22 November 2013

Subangkit: Kerangka Tim Sudah Terbentuk


Head Coach Sriwijaya FC (SFC), Subangkit menyatakan kalau kerangka timnya sejauh ini sudah terbentuk dari target sekitar 22-25 pemain yang diinginkan. 

Jumlah skuad musim depan paling banyak 25 orang, tapi dipilih secara selektif bagi pemain yang benar-benar mau bekerja dan disiplin.

Dimusim perdananya menukangi SFC senior ini, dia berharap bisa memberikan hasil terbaik sesuai dengan target yakni meraih juara.

"Saya baru menjadi pelatih SFC. Tentunya ingin memberikan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, saya akan membuat materi tim yang baru dan bisa diandalkan untuk mencapai target juara musim depan," tuturnya

Sebelumnya, SFC memastikan tinggal mendatangkan empat pemain lagi untuk memenuhi kebutuhan tim, sebagai persiapan jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014/2015. Sejauh ini Laskar Wong Kito sudah memastikan diri sudah merekrut 21 pemain, yang sudah berkomitmen membela SFC untuk memenuhi target juara musim depan.

Manajer Tim SFC, Robert Heri mengungkapkan, kalau empat pemain yang dimaksud itu untuk memenuhi celah di setiap posisi yang masih butuh sokongan yakni stopper, gelandang bertahan, winger dan striker (asing). Sejauh ini SFC, sudah mencukupi kuota pemain di posisi kiper setelah terakhir deal dengan Selsius Gebze (Persidafon Dafonsoro) dan ditambah dua kiper lainnya, Fauzi Toldo (Persisam Samarinda) dan Teja Pakualam (SFC U-21).

“Kita hanya tinggal penuhi beberapa posisi itu saja dan ini saya rasa tidak terlalu mendesak, karena sifatnya kita hanya cari pemain pelapis saja,” katanya.

Sriwijaya FC Cari Pemain Asing Lewat YouTube


Manajemen Sriwijaya FC memanfaatkan media sosial YouTube untuk mencari pemain asing yang bakal direkrut guna memperkuat Laskar Wong Kito di liga unifikasi Indonesia Super League (ISL) tahun depan.

Setelah memastikan batal mendatangkan striker asal Pantai Gading, Abdul Razak, dan Razak Omotoyossi (Benin), manajemen Sriwijaya FC kembali akan mencari pemain dari benua Afrika.

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengatakan, untuk mencari pemain asing non Asia itu, pihaknya telah memantau di beberapa negara, dan ternyata dalam pencariannya melalui YouTube mereka melihat seorang pemain yang dianggap bagus.

Namun, pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Sumatera Selatan ini belum mau menyebutkan nama sang pemain jika belum ada kata sepakat.

“Sekarang ini kita sudah menjalin komunikasi dengan pemain yang berasal dari benua Afrika juga. Ini karena kebetulan saja setelah kita lihat di YouTube, dan kualitasnya memang bagus. Tadi saya sudah berkomunikasi dengan sang pemain,” ungkap Robert.

Dari hasil komunikasi yang terjalin, dijelaskan Robert, sepertinya sinyal positif didapatkan manajemen. Hanya saja, jalinan komunikasi kedua belah pihak belum menyentuh pada nilai kontrak.

“Insya Allah Selasa ini sudah bisa kita sebutkan namanya, dan membahas nilai kontrak dengannya. Namun dari komunikasi kami, sepertinya dia tertarik ke SFC, dan jawabannya positif. Mudah-mudahan semuanya lancar,” ujarnya.

Ditambahkan Ronert, bila pihaknya sudah menemukan kesepakatan nilai kontrak, maka secepatnya sang pemain akan didatangkan ke Palembang.

“Jika sudah deal sebelum tanggal 1 Desember, pemain ini dipastikan sudah ada di Palembang, dan serentak menandatangani kontrak bersama pemain lainnya,” katanya.

Kedatangan Kone dan Maiga Molor


Jadwal kedatangan dua pemain asing Sriwijaya FC, Lancine Kone (Pantai Gading) dan Abdoulaye Maiga (Mali) ke Palembang dipastikan molor. Jika sebelumnya dijanjikan bakal datang serentak pada Jumat (22/11) ini, tapi karena beberapa alasan jadi diundur beberapa hari kedepan. 

Manajer Tim SFC, Robert Heri mengungkapkan kedatangan Lancine Kone ini sendiri dipastikan bakal mundur paling telat sebelum 1 Desember mendatang. Pemain yang berperan sebagai playmaker itu beralasan masih ada urusan keluarga di negaranya Pantai Gading. SFC bisa menerima karena memang pihaknya baru secara resmi mengikat Kone pada 1 Desember mendatang

“Dia (Kone) akan menuju ke Indonesia pada 25 November dan langsung setelah itu secepatnya ke Palembang,” katanya ketika, Kamis (21/11).

Serupa dengan Kone, lanjutnya, Maiga pun sudah mengkonfirmasi bakal datang terlambat setelah meminta izin ke Prancis, untuk menyelesaikan beberapa urusan pribadi di klub lamanya Gazelec Ajaccio, Championnat de France National atau Divisi 3 Liga Prancis. Namun, pemain yang berposisi sebagai stopper itu memastikan diri sudah menginjakkan kakinya di Bumi Sriwijaya pada 25 November nanti atau lebih cepat dari Lancine Kone.

“Bisa jadi, Maiga sudah mendapatkan tiket lebih awal karena memang jadwal penerbangan di Eropa lebih baik dibandingkan Afrika. Mudah-mudahan keduanya tiba tepat waktu,” terangnya.

Robert menegaskan, pihaknya tidak ingin pemainnya itu datang terlambat atau molor dari jadwal penandatangan per 1 Desember nanti. Sebab, usai prosesi itu seluruh pemain harus sudah bertanggung jawab secara profesional atas kewajibannya. Tim akan mulai memasuki program pelatihan intensif dalam dua bulan kedepan sebagai persiapan jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014/2015.

“Rencananya ISL ini akan dimulai pada akhir Januari atau awal Februari 2014. Jadi kita masih punya waktu cukup banyak untuk persiapan tim,” ujarnya.

Kamis, 21 November 2013

Sriwijaya FC Cuma Butuh Empat Pemain Lagi


Manajer Tim Sriwijaya FC Robert Heri mengatakan, skuat timnya sudah mencapai 80 persen. 

Pihaknya hanya mencari beberapa pemain, terutama untuk posisi penyerang. SFC hanya butuh empat pemain lagi, yakni di posisi gelandang serang dan striker.

"Antisipasi jika kami menjalani pertandingan dengan sistem kompetisi penuh. Jika kemudian terbagi menjadi dua wilayah, akan cukup ringan bagi Sriwijaya FC," ujar Robert, Rabu (20/11/2013).

Robert mengatakan, SFC sudah memiliki 23 pemain. Jika dibutuhkan empat pemain lagi, maka total skuat Laskar Wong Kito musim depan berjumlah 27 pemain. 

"Itu ideal untuk menghadapi musim kompetisi 2014, karena kami hanya mengikuti satu kompetisi," jelasnya.
Meski tidak menyebutkan apa saja posisi yang difokuskan untuk menambah pemain, Robert mengatakan bahwa striker, gelandang, dan pemain bertahan masih butuh tambahan.

"Saya pikir, semua pemain sudah didapatkan dan skuat sudah lengkap pada 1 Desember nanti, karena kami akan tanda tangan kontrak dengan seluruh pemain," ungkap Robert.

Berikut skuat Sriwijaya FC sejauh ini:

Kiper:
1. Teja Pakualam (SFC U-21): promosi
2. Fauzi Toldo (Persisam): deal
3. Selsius Gebze (Persidafon): deal

Belakang:
4. M Hamzah (Persiwa Wamena): deal
5. A Sumardi (Persisam Samarinda): deal
6. Firdaus Ramadhan (Persita): deal
7. Abdoulaye Youssouf Maiga (Liga Prancis): deal
8. Erol Iba (Gresik United): deal
9. Jeki Arisandi
10. M Sobran

Tengah:
11. Rifan Nahumarury (SFC U-21): promosi
12. Ichsan Kurniawan (SFC U-21): promosi
13. Lancine Kone (Persisam Samarinda): deal
14. Ponaryo Astaman (SFC senior): deal
15. Asri Akbar (Persib): deal
16. Alan Martha (SFC U-21): promosi
17. Ruben Wurbanaran (CS Vise): negosiasi
18. Vendry Mofu (Semen Padang): deal
19. Diogo Rangel Santos

Depan:
20. Rizky Dwi Ramadhana (SFC U-21): promosi
21. Anis Nabar (Persidafon): deal
22. Siswanto (Gresik United): deal
23. Striker asing asal Afrika: deal (*)

Sriwijaya FC Ditawari Striker Timnas Benin


Tim Sriwijaya FC Robert Heri, khususnya Razak sebenarnya sudah ada komunikasi secara intensif. Bahkan, sudah ada kesepakatan soal nilai kontrak dan keinginan sang striker untuk bermain bersama SFC.

"Hanya saja statusnya di klub lamanya Zamalek menjadi halangan, bersama klub kaya dari Mesir itu, dia masih terikat kontrak," jelas Robert, Rabu (20/11/2013)

Razak Omotoyossi, yang lahir 8 Oktober 1985 ini, adalah pemain sepak bola Beninese kelahiran Nigeria yang bermain untuk klub Mesir Zamalek dan juga untuk tim nasional sepak bola Benin. Dia striker berpengalaman,  sebagai striker,  telah bermain di Nigeria, Mesir, Swedia, Arab Saudi dan Perancis.

Dengan postur 177 cm dan berat 78 kg, dia terbilang ideal sebagai penyerang, tercatat pemain yang kerap disebut predator dari Benin ini, memperkuat klub besar di kawasan Asia dan Timur Tengah seperti tahun 2004 Avrankou Omnispor, 2005 JS Pobe, 2006-2007 ia memperkuat FC Sheriff dengan tampil 17 kali dan mencetak 38, kemudian musim 2007-2008 memperkuat Helsingborg bermain 33 kali dengan mencetak 16 gol.

Razak kemudian memperkuat Al Nassr, tampil 9 kali dan mencetak 4 gol. Musim 2008-2009 Al-Nassr tampil 9 kali mencetak 4 gol. Selanjutnya memperkuat FC Metz musim 2009-2010, di sana dia tampil 25 dengan 12, selanjutnya bermain untuk Gais musim 2010 dengan mencetak 6 gol dari 13 penampilannya. Musim 2011 Syrianskadia sempat tampil 6 kali dengan torehan 3 gol, dan kemudian memperkuat Zamalek. Ia tampil 22 kali dengan 14 gol.

Sedangkan di tingkat Timnas, dia menjadi andalan negaranya Benin dengan tampil sebanyak 20 kali. Debutnya di ajang Timnas Benin, negara di kawasan Afrika Selatan pada 10 Juni 2005 ia mencetak gol di Grup A imbang 1-1 dengan Australia di FIFA World Youth Championship di Belanda tahun 2005. "Ini adalah gol pertama kalinya Benin di sebuah final dunia. Saya selalu ingin mencetak gol , setiap kali aku pergi keluar di lapangan," katanya pada saat itu.

Berdasarkan penelurusan Sripo, Razak sebenarnya masuk dalam daftar bursa transfer, dia ditawarkan dengan nilai transfer 350.000Euro atau jika dalam kurs rupiah mencapai Rp5,5 miliar untuk satu musim. Meski terbilang mahal, namun pihak manajemen tetap menyanggupinya.

Biodata:
Nama:Razak Omotoyossi
TTL:Lagos, Nigeria, 8 October 1985
Postur:1.77 cm/78kg
Posisi:Striker
Karir:
2004 Avrankou Omnispor
2005 JS Pobe
2006-2007 FC Sheriff
2007-2008 Helsingborg
2008-2009 Al-Nassr
2009-2010 FC Metz
2010 GAIS
2011 Syrianska
2011-Zamalek

Karena Subangkit Akhirnya Siswanto Balik ke Jakabaring


Winger lincah Gresik United, Siswanto mengungkapkan keinginannya kembali memperkuat Sriwijaya FC bukan semata melihat mantan klubnya sebagai tim besar memiliki tradisi juara. Selain itu, ada faktor X yang membuat dirinya lebih tertarik bermain lagi di Bumi Sriwijaya, yakni kehadiran Head Coach SFC Subangkit. 

Beralasan, karena memang Subangkit adalah pelatih yang sukses mengorbitkan Siswanto semasa memperkuat Persekapas Pasuruhan 2004-2006. Pemain kelahiran 9 Oktober 1984 itu cukup segan untuk menolak tawaran dari pelatih yang telah membesarkan namanya, terlebih keduanya sama-sama berasal dari daerah Pasuruan, Jawa Timur.

“Dengan Om Subangkit sudah kenal lama sejak kecil. Apalagi rumahnya juga berdekatan,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Rabu (20/11/2013).

Setelah mencapai kesepakatan lisan dengan SFC satu pekan lalu, Siswanto mengaku segera tiba di Palembang, Kamis (21/11) ini. Tidak ada persoalan lagi mengenai nilai kontrak musim depan, termasuk persoalan gajinya dua bulan pada musim lalu kini sudah dijamin Manajer Tim SFC, Robert Heri. Tinggal lagi dirinya melakukan kesepakatan pra kontrak, sebelum diikat resmi per 1 Desember nanti.

“Saya akan ke Palembang besok (hari ini, red) untuk bertemu manajemen SFC,” ujanya.

Rabu, 20 November 2013

Sriwijaya FC Batal Boyong Striker Pantai Gading

Pemain yang belakangan diketahui bernama Abdul Razak, tak bisa diharapkan karena harus membela negaranya, Pantai Gading, pada ajang Piala Dunia 2014 di Brasil.

Manajer Tim SFC Robert Heri mengungkapkan, hasil komunikasi dengan agen Razak, pihaknya sepakat soal harga dengan pemain yang terakhir bermain di Anzhi Makhachkala di Liga Rusia.

Sebelumnya, SFC mendapatkan rekomendasi dari pemainnya, Lanchine Kone, untuk merekrut Razak, karena sama-sama berasal dari Pantai Gading.

"Namun, Pantai Gading lolos Piala Dunia 2014 dan Razak ikut dipanggil timnas. Otomatis dia lebih fokus ke timnas dibandingkan klub, sehingga kami putuskan batal merekrutnya," ungkap Robert, Selasa (19/11/2103).

Selasa, 19 November 2013

Menanti Pecahnya Megatransfer Sriwijaya FC

TARGET MAN atau striker murni adalah juru gedor yang kerap diandalkan Sriwijaya FC skema 4-3-2-1, atau 4-1-4-1. Selebihnya SFC memang lebih doyan menggunakan gelandang serangan dalam setiap pertandingan. Pola klasik 4-4-2 memang sangat jarang digunakan.

Namun dalam beberapa kasus, striker murni tetap dibutuhkan, meski dalam beberapa pertandingan SFC kerap tanpa striker atau memasang seorang gelandang untuk menjadi penyerang. Musim ini, dari susunan pemain yang didatangkan duet Robert Heri-Muchendi, memang lebih banyak gelandang serang. Akan tetapi, striker murni tetap dibutuhkan.

Inilah transfer yang ditunggu publik apakah penyerang yang disebut-sebut bermain Liga Eropa ini akan mecahkan megatransfer SFC. Terakhir nama Hilton Moreira masuk dalam jajaran transfer paling mahal yang pernah dilakukan SFC yakni Rp1,4 miliar, ketika merekrut kembali pria asal Brazil itu setelah sempat dilepas di akhir musim 2011/2012.

"Sejauh ini kegiatan Sriwijaya FC di bursa transfer hampir rampung. Kami tinggal menanti sebuah jawaban," ujar Asisten Manajer Tim Muchendi Mahzareki melalui akun twitternya, Senin (18/7/2013).

Prakiraan Nilai Transfer Pemain Asing Sriwijaya FC Sepanjang Kompetisi 2007-2013
Hilton Thon Moreira:Rp1,4 miliar
Ngon A Djam:Rp1,3 Miliar
Kayamba Gumbs:Rp1,3 Miliar
Zah Rahan Krangar:Rp1,3 Miliar
Carlos Renato Ellias:Rp1,2 miliar
Cristian Lenglolo:Rp1 miliar
Obiora Richard:Rp1 miliar
Thierry Gathuessi:Rp800 juta
Lim Jun Sik:Rp800 juta
Boakay Eddie Foday:Rp800 Juta
Erick Weeks Lewis:Rp700 juta
Jammie Coyne:Rp800 juta (setengah musim)
Pavel Solomin:Rp700 juta (setengah musim)
Lee Dong Won:RP700 juta
Dzumafo Herman Effandi:Rp600 juta (setengah musim)
Diego Michiels:Rp600 juta (setengah musim)
Abdoulaye Yousouf Maiga:(Dibawah Rp1 milair)
Lancine Kone:(Rp1 miliar lebih)

Sriwijaya FC Rekrut Selsius Gebze



Karena, Andritany lebih memilih bertahan di klub lamanya, Persija Jakarta. Alhasil, nama kiper Selsius Gebze (Persidafon Dafonsoro) yang sebelumnya sempat dicoret, kini dikabarkan kembali merapat, bahkan sudah melakukan pra kontrak.

Manajer Tim SFC Robert Heri mengungkapkan, pihaknya sudah memastikan kuota kiper terpenuhi, dengan diikatnya Selsius Gebze. 

Bahkan, pra kontrak sudah dilakukan sejak lama. Tapi, berhubung hak-hak Gebze dengan klub lamanya belum terpenuhi, sehingga dialihkan isu bahwa SFC mencoret nama Gebze dan membidik Anditany.

“Saat ini, gaji Gebze sudah dibayarkan Manajemen Persidafon Dafonsoro, sehingga tidak ada masalah lagi. Dalam waktu dekat, Selsius akan datang ke Palembang untuk bergabung bersama tim,” ungkapnya, Senin (19/11/2013).

Dengan kehadiran Gebze, lanjut Robert, artinya kuota penjaga gawang sudah terpenuhi. Sebab, sebelumnya SFC sudah mengamankan Fauzi Toldo (Persisam Samarinda) dan Teja Pakualam (SFC U-21).

Andritany sempat jadi bidikan SFC, terutama ketika sang pemain berlaga di Islamic Solidarity Games (ISG), beberapa waktu lalu.

“Tapi, Andritany tampaknya kurang berminat kembali ke SFC. Makanya, kami langsung alihkan bidikan ke Gebze, setelah mendapat rekomendasi dari Pelatih Kiper ISG Edi Harto dan disetujui Subangkit,” jelasnya.

Senin, 18 November 2013

Kiper Rivky Mengakui Perkuat Persisam Musim 2014

Eks kiper Sriwijaya FC Rivky Mokodompit memastikan diri bergabung bersama Persisam Putra Samarinda untuk musim 2014. Kepastikan ini setelah kiper Fauzi Toldo pulang kampung ke Palembang memperkuat Sriwijaya FC, dan ditunjuknya pelatih Mudari Karya sebagai pelatih tim berjuluk Pesut Mahakam itu.
 
Tentang kepindahan Rivky sendiri terungkap ketika akun SriwijayaIsMe:@SriwijayaIsMe menucaptkan selamat kepada sang kiper agar sukses bersama klub barunya."Siang tadi kami sudah ngobrol via BBM dgn Rifky Mokodompit & dirinya membenarkan memang benar sudah resmi bergabung dgn Persisam.. Congrats..."

Sementara itu, kepastian bergabungnya pemain bernama lengkap Rivki Deython Mokodompit tersebut disampaikan Direktur Olahraga Persisam Putra Dhimas Raditya kemarin. "Ya kami sudah deal dengan Rivki, dia akan jadi kiper utama bersama Dwi Kuswanto," jelas Dhimas.

Rivky sendiri membenarkan jika dia sudah deal dengan Persisam."Ya doakan saya sukses selalu di Persisam dan sukses juga untuk SFC," jelasnya.

Striker Afrika Lebih Murah dari Van Dijk

Sriwijaya FC mengungkapkan kalau harga striker incarannya yang berasal dari Afrika itu, dipastikan lebih murah dari striker Persib Bandung, Sergio van Dijk yang kabarnya diperkirakan mencapai Rp 4 Milyar per musim.

Manajer Tim SFC, Robert Heri menyatakan memang nilai kontrak striker Afrika yang identitasnya masih dirahasiakan ini tidak tembus ke angka Rp 4 Milyar. Namun, dia menyakini kualitas pemain buruannya itu tidak akan kalah dibandingkan striker-striker top di tanah air, termasuk Sergio van Dijk.

Maklum saja, sebab Robert mengaku pernah ditawari eks striker Bariro Putra, Djibril Coulibaly yang sudah terbukti ketajamannya dan menjadi salah satu top skor ISL. Hanya saja, tawaran dari sang agen Djibril itu ditolak dengan halus, karena pihaknya ingin mencari striker yang lebih hebat lagi.

“Kita pernah ditawari Djibril, tapi kita tolak karena kita ingin cari yang lebih baik lagi,” katanya, Minggu (17/11/2013).

Sriker yang diyakini mampu bersaing di kompetisi ISL musim depan ini, lanjutnya, merupakan pemain berpengalaman dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Kemudian pula, sang pemain terakhir bermain di kompetisi liga Eropa, yang persaingannya lebih ketat lagi dibandingkan kompetisi-kompetisi di benua lainnya.
“Kita yakin kalau striker buruan kita ini mau bergabung dengan SFC, maka dia akan jadi salah satu bomber yang menakutkan,” urainya.

Robert menyatakan, sejauh ini kedua belah pihak masih dalam tahap menjalin komunikasi intensif. Persoalan yang masih belum terselesaikan adalah masalah harga sang pemain yang dinilai masih terlalu tinggi, meski kisarannya masih berada di bawah Sergio van Dijk. Meski membatasi keuangan tim untuk merekrut pemain-pemain berkualitas, tapi pihaknya tetap harus melakukan negosiasi sebelum mengambil keputusan akhir.

“Kita sudah ajukan penawaran yang sangat pantas baginya dan tinggal menunggu keputusan dari dia saja. Katanya, dia akan berikan kabar pada Senin (18/11/2013) malam, apakah jadi bergabung dengan SFC atau tidak,” ungkap Komisaris PT Bukit Asam itu.

Sriwijaya FC Tumpuk Gelandang Serang

Sriwijaya FC untuk sementara menumpuk gelandang serang dalam rekrutmen untuk skuad musim 2014.  Sebab sejauh ini belum ada satu pun pemain dengan posisi striker atau target man didapatkan.  Pihak manajemen hanya mengklaim mendapatkan satu striker asal Afrika yang hingga kini masih dirahasikan namanya.

"Kita sudah menjalin komunikasi dan tinggal menunggu waktu saja untuk pemain di posisi ini, beberapa pemain lokal juga tengah dibidik. Memang sejauh ini kami mendapatkan beberapa penyerang tetapi lebih kepada gelandang serang. Kebutuhan tim memang mencari striker murni," jelas Robert Heri, Minggu (16/11/2013).

Menurut Robert,  pihaknya tetap menjalin komunikas dengan beberapa nama beken yang dianggap mampu mempertajam lini depan Laskar Wong Kito. Baik itu asing maupun lokal. Hanya saja untuk Syamsul Arif kemungkinan kecil meski masih ada peluang, karena hingga kini masih fokus di Timnas.

"Kita sudah ada Anis Nabar dan tengah mendekat Nur Iskandar. Sementara Siswanto sudah sepakat bergabung, sebenarnya kami juga memiliki pemain asing Asia Diogo Rangel Santos yang dipertahankan, pelatih sudah menegaskan dia akan dipasang sebagai pemain sayap," jelas Robert.

SFC memang menumpuk gelandang serang yakni Anis Nabar, Siswanto, Diogo Rangel Santos, kemudian ada Lancine Kone yang juga sebagai gelandang serang, serta Vendry Mofu gelandang pengatur serangan yang bisa menjadi winger atau penyerang sayap.

Pelatih Subangkit pun menyatakan Sriwijaya FC memiliki banyak opsi untuk lini serang dengan komposisi yang ada, tetapi sosok penyerang murni tetap dibutuhkan."Sejauh ini kami terus berusaha mendapatkan pemain yang berjalan sesuai dengan kebutuhan tim," jelasnya.

Sabtu, 16 November 2013

Sriwijaya FC Incar Nur Iskandar Atau Samsul Arif

Belum adanya kejelasan status dari pemain incaran utama, Samsul Arif (Persela Lamongan), kini SFC berusaha mencari opsi lain dengan melirik Muhammad Nur Iskandar (Semen Padang). 

Dari keduanya, SFC memasikan hanya akan mengambil satu, tergantung pemain mana yang lebih dulu mencapai kesepakatan.

Manajer Tim SFC, Robert Heri menyatakan, sejauh ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan dengan Nur Iskandar. Ketertarikan mendatangkan pemain timnas senior, setelah mendapatkan rekomendasi dari Head Coach Subangkit. 

Sang pelatih menyatakan Iskandar layak bermain di SFC musim depan, karena kualitasnya sudah tidak diragukan lagi.

“Namun, sepertinya usaha kami akan cukup sulit, karena kabarnya dia (Nur Iskandar) masih dipertahankan di Semen Padang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Robert akan terus mencoba berkomunikasi dengan pemain buruannya. Kebetulan, Samsul Arif maupun Nur Iskandar, kini masih berada di Cina untuk memperkuat Indonesia pada babak kualifikasi Grup C Piala Asia 2015. Setibanya nanti di Indonesia, SFC segera melakukan komunikasi lagi dengan kedua pemain itu.

“Kami hanya pilih satu. Sebab, untuk posisi di lini depan sudah cukup banyak,” jelasnya.

SFC sudah memiliki sejumlah pemain yang bernaluri menyerang, seperti Vendri Mofu, Anis Nabar, Rivan Nahumarury, dan Siswanto. 

Ditambah, Lancine Kone (Pantai Gading) dan satu lagi pemain asing asal Afrika yang tengah bernegosiasi soal harga.

“Mudah-mudahan kami bisa secepatnya merekrut pemain buruan ini, agar tim bisa lebih cepat melakukan persiapan,” harap Robert.

Top Eleven Jajaki SFC Sharring Profit 25 Persen

 
 Salah satu permainan (games) sepakbola online di jejaring sosial Facebook, Top Eleven menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Sriwijaya musim depan.

Sekretaris Tim SFC, Faisal Mursyid menjelaskan bentuk kerjasamanya yakni akan berbentuk mencantumkan klub SFC di dalam games yang dibuat oleh perusahaan Nordeus asal Irlandia itu. Alhasil, setiap penggemar games online ini terutama pecinta SFC bisa memilih klubnya untuk memulai permainan. Semuanya akan dibuat semirip mungkin dengan keadaan yang ada di SFC baik itu logo, jersey hingga skuad yang ada pada musim depan nanti.

“Dari kerjasama ini kita akan mendapatkan sharing profit sekitar 25 persen dari hasil yang didapat pihak Nordeus,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Jumat (15/11/2013).

Dikatakan, Nordeus ini tertarik dengan SFC karena prestasi dan nama besar Laskar Wong Kito, yang memang sejauh ini tetap sebagai klub terbesar di Indonesia. Meski musim lalu gagal mempertahankan gelar juara ISL, namun tetap dari segi perolehan trofi juara SFC tetap lebih unggul. Semua gelar telah diperoleh mulai dari Indonesia Super League (ISL), Piala Indonesia, Inter Island Cup, Community Shield dan ditambah ISL U-21.

“Selain SFC, rencananya akan ada dua klub asal Indonesia yang masuk di Top Eleven, yakni Persib Bandung. Kita pribadi menyambut baik kerja sama ini, karena dengan demikian SFC akan lebih dikenal lagi di seluruh dunia,” ujarnya.

Media Officer SFC, Rasyid ‘Pedo’ Irfandi menambahkan, ketertarikan Top Eleven untuk berkerja sama dengan klub yang bermarkas di Bumi Sriwijaya itu, tidak lepas dari kuantitas gamers di Indonesia yang sangat besar, selain di Turki, Thailand dan Malaysia. Maklum saja, sebab permainannnya memang mengasikkan karena setiap gamers bisa menentukan klub yang dia idolakan, memilih pemain dan meracik strategi permainan.

“Keunikan dari games ini juga bisa membeli dengan tokens seperti scout, emblem (logo tim) dan jersey. Ketiga jenis itulah yang bisa diakses atau dibeli oleh para gamers, khususnya pecinta SFC,” terangnya.

Subangkit: Hamzah Bisa Main Dibeberapa Posisi

Sriwijaya FC bisa jadi sedikit lega dengan komposisi pemain di lini belakang saat ini. Selain dihuni oleh beberapa pemain berkelas seperti Firdaus dan pemain asing Abdulaye Maiga (Mali), Laskar Wong Kito pun dipastikan memiliki pemain multifungsi seperti M Hamzah.

Head Coach SFC, Subangkit mengakui kalau M Hamzah itu memang bisa menempati beberapa posisi. Tidak hanya pandai berperan sebagai wing bek, Hamzah pun dinilai pantas untuk menempati posisi stopper sebagai palang pintu terakhir.

Kemampuan Hamzah itu sudah diketahuinya sejak keduanya di Persiwa Wamena musim lalu. Makanya tidak heran melihat kemampuan anak asuhnya itu, dia tidak ragu memboyongnya kembali untuk bergabung ke SFC.

“Hamzah saya nilai bermain sama baiknya jika ditempatkan di center baik maupun wing bek, tapi kalau gelandang tampaknya masih belum,” katanya ketika diwawancarai Sripoku.com di Mess Pertiwi Jalan Bay Salim Sekip Pangkal Palembang, Kamis (14/11/2013).

Selain Hamzah, lanjut Subangkit, masih ada beberapa pemain lainnya juga yang bisa menempati beberapa posisi. Semisal, Anis Nabar yang dinilai bisa bermain di sayap dan di lini depan.

Begitupun dengan Vendri Mofu yang tidak hanya mampu bermain di posisi aslinya sebagai gelandang serang, tapi juga cukup mahir jika berperan sebagai winger. Kemampuan para pemainnya itu terpantau setelah menjalani latihan dalam beberapa hari terakhir, yang memang difokuskan untuk mendalami karakteristik pemain.

“Selain itu saya juga melihat skill tiap pemain, jadi pada saat masuk latihan semua bisa berjalan dengan mudah,” terangnya.

Minggu, 10 November 2013

Anis Nabar:Bersama Sriwijaya FC Bagus untuk Karir

Talenta asal Papua, Anis Nabar mengungkapkan alasannya mengapa memilih Sriwijaya FC.  Selain SFC tim juara, yang membuat memutuskan bermain di SFC,  karena klub asal Palembang ini adalah tim bagus baginya untuk mengembangkan karir.

"Saya juga lihat ada bang Ponaryo di SFC, dan berharap bisa berlajar banyak dari para senior," jelas Anis, Sabtu (9/11/2013).

Anis mengaku ada beberapa klub yang mengontaknya, tetapi Sriwijaya FC klub paling serius. Pelatih Subangkit memberikan penjelasan yang masuk akan untuk perkembangan karirnya bersama Sriwijaya FC.
"Saya masih muda 22 tahun dan berharap bersama SFC saya bisa lebih baik lagi, karena SFC tim juara dan banyak pemain bisa berkembang lebih baik di sini," jelasnya.

Keunikan Sriwijaya FC yang Membuat Erol Tinggalkan Gresik

Erol FX Iba mengakui, sebagai pemain dia sudah merasakan yang nama puncak karir, memperkuat Timnas, sudah dua kali merasakan juara Copa Dji Sam Soe yakni bersama Arema Indonesia, ketika akan mengamankan hattrik Copa, timnya Arema saat itu dihentikan oleh Sriwijaya FC tahun 2007/2008.

Dia kemudian memperkuat Persipura Jayapura 2009/2010 dengan tujuan ingin merasakan hattrick juara Copa Dji Sam Soe, dan Persik Kediri juga juara Liga Indonesia, khusus untuk Copa untuk yang ketiga kalinya, namun gagal karena disingkirkan SFC di semifinal, sementara di Liga Indonesia mereka kalah cepat dari Arema Indonesia. Keunikan SFC inilah yang membuatnya penasaran dan akhirnya bermain untuk SFC.

"Saya sebenarnya suka SFC, hampir gabung pada musim 2007/2008, namun waktu itu saya pilih bertahan di Persik karena ingin ke Champions Asia. Saya kini baru ada kesempatan dan saya senang bermain bersama klub yang memiliki ambisi untuk juara," jelas Erol, Sabtu (9/11/2013).

Erol mengatakan, belum pernah dilatih Subangkit tetapi melihat sang pelatih yang pernah menangani Persiwa Wamena klub asal Papua membuat Erol tertarik bergabung dengan skuad Subangkit."Berarti dia tahu banyak soal karakter pemain Papua, maka ketika di ajak, saya sangat senang dan teratrik," jelas Erol.

Anis - Erol Sejak Awal Bukan Pemain Seleksi

Manajemen Sriwijaya FC secara resmi mengikat dua talenta Papua Erol Iba dan Yohanis "Anis" Nabar di Angkle Loe Jl Mayor Ruslan, Jumat (8/11/2013) pukul 21.00. Keduanya ikat dengan pra kontrak, atau kontrak tahap awal dengan pembayaran sekitar 10-15 persen down payment.

Asisten Manajer, Muchendi Mahzareki yang mewakili Manajer Tim Robert Heri, mengatakan, rumor yang berkembang selama ini bahwa Anis Nabar dan Erol FX Iba adalah pemain seleksi, adalah tidak benar. Keduanya memang diundang Subangkit untuk latihan bersama dan masuk dalam rencana skuad Laskar Wong Kito musim 2014.

"Erol dan Anis memang dipanggil Subangkit, isu yang berkembang di media bahwa kedua pemain seleksi tidak benar. Sebab pelatih mengajak mereka ke Palembang. Tidak untuk seleksi, tetapi untuk jaga kondisi dan ada mediasi antara kedua dengan manajemen soal nilai kontrak," jelas Muchendi, Sabtu (9/11/2013)

Menurut dia, dalam latihan SFC beberapa hari ini mereka selalu melakukan komunikasi dengan dengan Anis-Erol, setelah lama melakukan negosiasi, akhirnya ada kesepakatan soal nilai kontrak dengan keduanya."Alhamdulillah sudah ada kesepakatan, malam ini (Jumat, 9 November) kita lakukan pro kontrak, nanti secara serempak dan akan dilakukan pelunasan DP saat agenda kontrak pemain secara bersamaan pada 1 Desember nanti," jelas dia.

Menurut Edi sapaannya, ada beberapa pemain yang sudah pra kontrak selain Anis dan Erol seperti M Hamzah, Ahmad Sumardi, Firdaus Ramadhan, Vendry Mofu, dua pemaina asing Lancine Kone dan Abdoulaya Yousouf Maiga, dan beberapa pemain akan segera menyusul dan tinggal menunggu waktu.

Subangkit: Lebih Baik Maksimalkan Diogo

Head Coach Sriwijaya FC, Subangkit menyatakan lebih baik memaksimalkan tenaga Diogo Rangel Santos dibandingkan mencari pemain asing asing Asia lebih berkualitas, tapi jarang dimainkan. 

Menurutnya yang dihubungi Sabtu (9/11/2013), dengan adanya pembatasan hanya boleh tiga pemain asing yang boleh main di lapangan maupun di line up, maka kesempatan pemain asing satunya untuk bermain hanya menunggu pemain asing lainnya akumulasi ataupun cedera.

“Itupun tidak serta merta Diogo bisa langsung main, sebab dia juga harus bersaing dengan pemain lainnya,” ujar mantan pelatih Persiwa Wamena itu.

Sebelumnya, pemain asing asal Timor Leste, Diogo Rangel Santos diputuskan untuk ‘balik kadang’ dengan kembali ke home base Sriwijaya FC musim depan. Pemain yang masih terikat kontrak dua lagi bersama Laskar Wong Kito itu, dipastikan mengisi satu slot pemain asing Asia, sesuai dengan kouta maksimal 3+1 (3 pemain asing Non-Asia dan 1 pemain Asia) yang telah ditetapkan PSSI.

Sriwijaya FC Masih Cari Gelandang Bertahan

Sriwijaya FC masih ingin mencari satu lagi pemain di posisi gelandang bertahan, seiring tidak lolosnya dua pemain seleksi yakni Legimin Raharjo (Arema IPL) dan Mahadirga Lasut (Persma Manado). 

Manajer SFC, Robert Heri menyatakan kendati Legimin maupun Dirga sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan, tapi bukan berarti pihaknya langsung menyodorkan pra kontrak musim depan. Keduanya sejak awal memang berstatus pemain seleksi dan setelah dilihat perkembangannya dalam latihan beberapa hari terakhir, ternyata baik Legimin maupun Dirga masih belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
“Kita ingin cari penggantinya yang lebih baik lagi,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Sabtu (9/11/2013).

Sejauh ini di posisi geladang bertahan, SFC baru mengamankan Asri Akbar, pemain asli Makasar yang baru saja tiba di Palembang, Jumat (8/11) kemarin. Kemudian, masih ada lagi pemain muda asli Sumsel, Ichsan Kurniawan, yang berpotensi sebagai gelandang bertahan masa depan SFC. Hanya saja, sang pemain tampaknya akan jarang memperkuat SFC musim ini, seiring dengan pemanggilan dirinya ke pelatnas U-19 baru-baru ini.

“Ichsan besok (hari ini, red) sudah berangkat ke Batu Malang untuk pelatnas. Jadi kita memang kekurangan pemain di posisi gelandang bertahan,” sambung Robert.

Jumat, 08 November 2013

Finansial Oke, SFC Yakin Lolos Verifikasi

Sriwijaya FC menyakini bisa lolos dalam tahapan verifikasi PSSI, sebagai syarat untuk berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada tahun depan.

Manajer SFC, Robert Heri memastikan kalau SFC bisa lolos verifikasi dari lima aspek licensing klub, mulai dari aspek hukum, personel, administratif, keuangan, infrastruktur, serta sporting yang meliputi kepelatihan dan pembinaan. Bahkan untuk aspek keuangan (finansial) yang sempat tersendat pada akhir musim lalu, diyakini tidak akan terjadi lagi pada musim depan.

“Kita yakin aksi mogok pemain karena belum dibayarnya gaji di akhir musim lalu, tidak akan mempengaruhi penilaian verifikasi PSSI. Pasalnya, masih banyak klub lainnya hingga saat ini belum membayar gaji para pemain hingga berbulan-bulan, lebih parah dari lagi,” katanya, Kamis (7/11/2013).

Terlebih Robert melanjutkan, pihaknya sekarang pun sudah melunasi gaji para pemain, dengan memakai dana sharring dari PT Liga yang memang baru cair. Baginya, aksi mogok dari para pemain itu hanya miss komunikasi saja, karena manajemen tidak ada maksud sama sekali lepas dari tanggung jawabnya. 

Sementara, pemain yang merasa tidak sabar tetap ngotot untuk mogok, meski pihaknya sudah memberikan penjelasan.

“Waktu itu, SFC memang kesulitan finansial karena masih menunggu pembayaran dari PT Liga Indonesia sebagai dana sharing peserta kompetisi. Setelah semuanya dibayarkan, dana tersebut langsung diberikan kepada seluruh pemain, melalui rekeningnya masing-masing,” terangnya.

Keputusan Nasib Ponaryo Ada pada Presiden Klub

Kedatangan Asri Akbar disebut-sebut akan membuat Ponaryo Astaman didepan dari Sriwijaya FC. Namun, tetap saja, keputusan akhirnya ada pada Presiden Klub H Dodi Reza Alex.

"Keputusan ada pada Presiden Klub H Dodi Reza Alex. Karena yang memutuskan menerima dan memperpanjang kontrak Ponaryo Astaman adalah Dodi," jelas sumber Sripo, Kamis (7/11/2013).

Menurut pria ini, Ponaryo Astaman tetap dipertahankan karena memang kebutuhan tim, kematangan Popon diharapkan bisa memantapkan skuad Sriwijaya FC yang melakukan perombakan hampir 100 persen.
"Popon tetap dibutuhkan, karena dia sisa dari skuad musim lalu, kekompakan tim tetap harus dijaga," terangnya.

Sementara itu Manajer Tim Robert Heri mengatakan, memang ada wacana manajemen akan melepas Ponaryo karena persoalan nilai kontrak yang terlalu tinggi. Dengan kontrak sebesar Rp1,2 miliar, SFC bisa merekrut gelandang asing baik Asia ataupun non Asia.

"Kontrak Ponaryo memang menjadi pertimbangan. Namun sejauh ini kami tetap menunggu keputusan itu secara kolektif. Terutama dari Presiden Klub dalam waktu dekat kami laporkan tentang beberapa pertimbangan ini. Kami mau menerima Ponaryo jika dia mau menurunkan nilai kontraknya," jelas Robert.

Kendati Deal, Samsul Masih 50:50

Sriwijaya FC menegaskan kalau pihaknya masih belum resmi mendapatkan Samsul Arif Munif, striker Persela Lamongan yang memang sudah didekati sejak awal Oktober lalu.

Manajer Tim SFC, Robert Heri membantah kabar kalau yang menyebutkan SFC sudah deal dengan Samsul, sebab sejauh ini proses negosiasinya belum deal 100 persen. Kalaupun dipersentasekan, peluangnya untuk berlabuh ke Bumi Sriwijaya pun masih fifty fifty (50-50). Artinya, antara SFC maupun Samsul memang masih belum mencapai kata sepakat, terkait nilai kontrak.

“Kita pastikan kalau Samsul belum deal untuk bergabung dengan SFC. Kita sama akan melakukan negosiasi dengannya, jadi mana mungkin sudah deal,” katanya ketika dihubungi Sripo, Kamis (8/11/2013).

Hanya saja, Robert tetap berharap agar pemain yang baru saja dipanggil masuk pelatnas Timnas Senior itu mau bergabung dengan SFC musim depan. Pasalnya, dia mengakui kalau saat ini timnya masih krisis pemain di lini depan, dengan belum ada satu pun pemain incaran yang deal.

Sebenarnya, lanjut Robert, SFC sendiri memiliki striker muda potensial, Rizky Dwi Ramadhana, yang sukses menghantarkan SFC U-21 menjadi juara dan sekaligus menyabet gelar pribadi sebagai top skor serta pemain terbaik dalam ajang ISL U-21 beberapa waktu lalu.

Namun, dengan mengandalkan Rizky seorang diri di lini depan jelas belum mencukupi, karena musim depan dipastikan timnya akan ikut dua kompetisi yakni Indonesia Super League dan Piala Indonesia. Makanya tidak heran jika, pihaknya berencana untuk mendatangkan striker asing dari Afrika, jika memang pada akhirnya kuota dari PT Liga menetapkan boleh memakai tiga pemain asing non-Asia.

“Hanya saja, kita belum bisa untuk bicara lebih serius dengan pemain buruan itu, karena kuota dari PT Liga belum resmi diputuskan,” ungkapnya.

Makanya tidak heran jika Robert tetap menegaskan bakal mendapatkan tanda tangan Samsul. Namun, pihaknya tahu Samsul sedang sibuk-sibuknya berlatih untuk persiapan menghadapi Timnas lawan China pada November mendatang.

“Jadi biarkan dia fokus di timnas dulu, baru setelah itu kita lakukan pendekatan kembali,” urainya.
Sementara, Samsul Arif sendiri seperti dilansir goal.com, tampaknya bungkam soal di tim mana ia akan bermain, meski ada beberapa klub yang tertarik memakai tenaganya seperti SFC, Persepam Madura dan Barito Putra. Bahkan klub lamanya, Persela Lamongan pun ingin mempertahankan dirinya musim depan, tapi Samsul menegaskan ingin fokus dulu di timnas.

“Wah soal itu (kepindahan klub) saya belum bisa jawab. Saya baru akan memutuskan usai melawan Cina nanti," ujarnya, Selasa (4/11/2013).

Saat ini memang Samsul sedang fokus untuk ajang kualifikasi Piala Asia pada 15 November mendatang kontra Cina, terlebih Samsul nampaknya merupakan alternatif baru Jacksen usai tampil cemerlang bersama Zulham Zamrun di lini depan kala kontra Kyrgyzstan.

Sriwijaya FC Butuh Sosok Papa Gumbs?

Deretan penyerang Sriwijaya FC selalu berubah di setiap musim, tetapi selalu ada penyerang baik itu winger dan striker yang menjadi predator andalan. Dalam catatan Sripo, SFC setidaknya memiliki striker lokal dan asing yang selalu bersinar.

Tercatat striker Andi Ondang yang dua musim memperkuat SFC 2005- 2007, satu dari sekian striker yang sukses bersama SFC, dengan 12 golnya. Kemudian striker Budi Sudarsono dan terakhir Tantan.
Namun dari sekian nama di atas, striker asing Keith Jerome Kayamba Gumbs dianggap paling fenomenal. Pria yang selalu tampil plontos ini eksis meski para penyerang datang silih berganti.

Dari rentetan penampilan SFC dari musim ke musim, tidak ada yang mampu meredupkan sinar "Papa Gumbs". Ketika SFC meraih double winner ada Christian Lenglolo yang menjadi target man, namun dia menunjukkan peran luar biasa, memasuki musim 2008/2009, SFC mendatangkan beberapa striker asing Ngon A Djam, dan Gumbs yang dipasang sebagai winger tetap memberi peran luar biasa.

Puncak dari peran tak tergantikan Gumbs saat memasuki musim 2009/2010, 2010/2011 dan 2011/2012. Papa Gumbs bagian yang tidak terpisahkan dari sukses SFC meraih gelar. Dia tipe striker yang dibutuhkan SFC yang perlu memburu reinkarnasinya.

Upaya ini sudah dilakukan manajemen. Robert Heri cs sudah memboyong Vendry Mofu, yang memberikan pembeda dan sedikit tenang. Sehingga fokus mencari striker yang bisa dikatakan emergency. Manajemen harus segera memastikan siapa striker berkulitas yang mengisi lini depan.

Setidaknya, SFC memiliki Rizky Dwi Ramadhana yang menjadi top skor ISL U-21, kemudian Anis Nabar yang direkomendasikan pelatih Subangkit untuk segera dikontrak."Striker menjadi fokus saat ini, sekali lagi kami tegaskan, kami fokus merampungkan proses rekrutmen Syamsul Arif dan sementara Titus Bonai kemungkinan batal. Khusus Syamsul akan memberikan jawaban usai memperkuat Timnas, namun kami akan usahakan secepatnya," kata Robert.

Kamis, 07 November 2013

Ingin Dekat Keluarga, Vendry Mofu Ke Sriwijaya FC

Gelandang tim nasional Indonesia Vendry Mofu memilih bergabung dengan Sriwijaya FC pada liga unifikasi Indonesia Super League (ISL) tahun depan setelah kontraknya bersama Semen Padang berakhir.

Mofu telah menandatangani prakontrak dengan manajemen Sriwijaya FC, meski diakuinya tetap dipertahankan tim Kabau Sirah. Namun, tidak adanya kesepakatan mengenai nilai kontrak membuat dirinya memilih Laskar Wong Kito.

“Selain SFC, ada juga Persipura [Jayapura] dan Gresik United yang memberikan penawaran, dan juga menghubungi. Namun karena saya sudah berkeluarga, dan istri saya berdomisili di Padang, maka saya lebih SFC karena lebih dekat jika hendak pulang,” ujarnya.

Sementara itu, asisten manajer Sriwijaya FC Muchendi mengaku, pihaknya memang selama ini sudah menjalin komunikasi intensif dengan eks pemain Semen Padang tersebut.

“Mungkin sudah sejak sebulan yang lalu, dan memang ada respon yang baik dari Mofu. Dia sudah menyatakan komitmennya untuk bergabung bersama SFC. Tapi beberapa minggu belakangan kita sempat putus kontak,” jelasnya.

Bersama Asri Akbar yang juga sudah diklaim melakukan prakontrak, beberapa kali perwakilan SFC telah menemui Mofu saat TC di Batu Malang dan di Jakarta. “Namun kita mengerti, karena memang jadwal TC timnas cukup padat, dan baru Selasa (5/11), dia bisa ke Palembang,” tambahnya.

Selasa, 05 November 2013

Awal Februari Kompetisi Dimulai SFC Harus Siap

Sriwijaya FC belum memiliki skuad yang lengkap untuk mengarungi musim 2014, setidaknya SFC butuh 30 pemain, namun dalam latihan perdana 4 November 2013,  SFC baru kedatangan 17 pemain, sementara  sisanya belum bergabung seperti Firdaus Ramadhan, Abdoulaye Youssouf Maiga dan Lancine Kone belum gabung.

Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid Senin (4/11/2013) mengatakan, informasi terakhir, kompetisi diperkirakan paling cepat akhir Januari dan paling lambat awal Februari."Itu prakiraan, tetapi biasanya tidak akan meleset. Intinya kami selalu siap dan menyiapkan tim. Ada waktu sekitar tiga bulan menyiapkan tim," jelas Faisal.

Adapun 17 pemain yang menjalani latihan perdana yakni, untuk posisi kiper Fauzi Toldo, Teja Paku Alam, minus Selsius Gebze. Sementara untuk posisi bek ada Achmad Sumardi, M Hamzah, Erol Iba, M Sobran, Jeki Arisandi, tercatat belum ada Abdoulaye Youssouf Maiga, dan Firadus Ramdahan, kemudian di posisi gelandang ada Mahadirga Lasut dan Legimin Raharjo yang berstatus seleksi,  selanjutnya Ponaryo Astaman, Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan, serta Feriansyah Masud yang juga diseleksi.

Sementara penyerang ada Alan Martha, Rizky Dwi Ramadhana, Anis Nabar (seleksi). Dua striker Timnas Syamsul Arif dan Titus Bonai yang dikabarkan juga tengah diincar, juga belum ada kejelasan. Namun Manajer Robert Heri juga sudah mengatakan, bahwa kedua pemain ini belum terikat kontrak dengan klub manapun.

"Mereka akan memberikan jawaban setelah dari Timnas. Jika pun tidak jadi, kami juga menyiapkan beberapa alternatif," jelas Robert.

Manajer SFC Akui Pemain Belum Lengkap

Manajer Tim SFC, Robert Heri mengakui kalau dalam latihan perdana kemarin, skuad belum lengkap sepenuhnya. Sebab ada beberapa pemain yang sudah pra kontrak seperti Lancine Kone, Firdaus Ramadhan yang akan menyusul ke Palembang dalam waktu dekat.

Kemudian, satu pemain asing lagi Abduolaye Maiga (Mali) yang dipastikan tiba di Palembang pada Selasa (5/11/2013).

"Jadi paling tidak musim depan itu kita harus memiliki 27 hingga 30 pemain, mengingat kompetisi yang akan dikuti ada dua yakni Indonesia Super League (ISL) dan Piala Indonesia (PI)," lugasnya.

17 Pemain yang Latihan Perdana:
 Kiper: Fauzi Toldo, Teja Paku Alam
Bek: Achmad Sumardi, M Hamzah, Erol Iba, M Sobran, Jeki Arisandi
Gelandang: Mahadirga Lasut, Legimin Raharjo, Ponaryo Astaman, Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan, Feriansyah.
Penyerang: Alan Martha, Rizky Dwi Ramadhana, Anis Nabar

Yohanis Nabar Paling Oke

Sriwijaya FC akhirnya menjalani latihan perdana dengan sejumlah skuad barunnya di lapangan Stadion Bumi Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (4/11/2013). Dari 17 pemain yang mengikuti seleksi itu ada satu sosok yang terlihat paling menonjol dibandingkan pemain lainnya, yakni Anis Nabar, striker Persidafon Dafonsoro.

Head Coach SFC Subangkit pun mengakui jika permainan Anis Nabar paling mencolok dibandingkan pemain lainnya. Terutama dalam hal kecepatan yang memang sudah menjadi ciri khas pemain-pemain asal Papua. Hal itu sudah diketahuinya sejak awal, makanya tidak heran jika dirinya langsung memberikan rekomendasi pada manajemen agar sang pemain bisa dipermanenkan.

"Saya lihat Anis paling unggul dalam hal kecepatan dalam latihan perdana tadi (kemarin, red). Namun itu hanya penilaian sementara, sebab saya belum bisa melakukan penilaian secara keseluruhan, karena memang rata-rata pemain belum dalam kondisi terbaik pasca akhir kompetisi kemarin," katanya ketika diwawancarai Sripo usai latihan, Senin (4/11/2013).

Terpantau, dalam latihan perdana kemarin, selain Anis Nabar terhitung ada 16 pemain lainnya yang juga ikut latihan. Mulai dari pemain yang sudah melakukan pra kontrak seperti Fauzi Toldo, Achmad Sumardi, M Hamzah, M Sobran. Kemudian pemain-pemain SFC U-21 yang naik pangkat ke SFC senior, Teja Paku Alam, Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan, Alan Martha, Rizky Dwi Ramadhana. Hingga pemain yang masuk rekomendasi seperti Erol Iba, Legimin Raharjo, Ponaryo Astaman dan beberapa pemain seleksi, yakni Jeki Arisandi, Feriansyah Masud dan Mahadirga Lasut.

"Ada 17 pemain yang latihan hari ini (kemarin, red). Menu latihan kita hanya mengembalikan kebugaran pemain saja, sebab mereka ini sudah lama tidak latihan," sambung Subangkit.

Senin, 04 November 2013

Hari Ini SFC Latihan Perdana Meski Belum Komplit

Head Coach Sriwijaya FC, Subangkit mengatakan bahwa pada latihan perdana Senin (4/11/2013) ini, skuadnya akan latihan pada pagi dan sore. Hal itu tidak lain bertujuan untuk mengembalikan kebugaran para pemain pascaa libur panjang, usai kompetisi berakhir beberapa bulan lalu.

Terlebih, pihaknya juga ingin memperkenalkan kepada publik di Sumsel, kalau skuad SFC mulai berlatih meski komposisi timnya belum komplit.

"Kita hanya ingin mengumpulkan pemain ini dalam satu lapangan untuk saling kenal satu sama lain. Sebab, musim ini harus diakui SFC mengalami perombakan besar," ucapnya.

Sebelumnya, Asisten Manajer Tim Sriwijaya FC, Muchendi Mahzareki menyatakan hingga hari Minggu (3/11/2013) kemarin, sejumlah pemain baru klub sudah mulai berdatangan. Mereka yang datang pada hari Minggu kemarin adalah Erol Iba (Gresik United) dan M Hamzah (Persiwa Wamena). Keduanya berstatus sebagai pemain yang masuk rekomendasi dari Head Coach Subangkit untuk segera direkrut. Khusus nama terakhir memang sudah pra kontrak dan pihaknya tinggal negosiasi dengan Erol Iba.

"Dengan M Hamzah memang kita sudah pra kontrak dan tinggal menyepakati dengan Erol Iba, terkait nilai kontraknya musim depan," terang pria yang akrab disapa Endi.

Seperti diketahui, sebelumnya pemain yang sudah datang ke Palembang adalah Achmad Sumardi, Legimin Raharjo, Anis Nabar, Mahadirga Lasut, Rivan Nahumarury, Alan Martha, Teja Paku Alam. Tinggal lagi, lanjut Endi, pihaknya akan memastikan pemain lainnya, seperti Firdaus Ramdhan, Lancine Kone, Abduolaye Maiga, Asri Akbar akan segera menyusul secepatnya.

"Maiga sudah dipastikan datang tanggal 5 November ini dan pemain lainnya segera menyusul karena memang sudah izin tidak bisa datang tepat waktu karena lagi ada urusan," katanya.

Sejumlah Pemain Baru Berdatangan ke Palembang

Asisten Manajer Tim Sriwijaya FC, Muchendi Mahzareki menyatakan hingga hari Minggu (3/11/2013) kemarin, sejumlah pemain baru klub sudah mulai berdatangan. Mereka yang datang pada hari Minggu kemarin adalah Erol Iba (Gresik United) dan M Hamzah (Persiwa Wamena). Keduanya berstatus sebagai pemain yang masuk rekomendasi dari Head Coach Subangkit untuk segera direkrut. Khusus nama terakhir memang sudah pra kontrak dan pihaknya tinggal negosiasi dengan Erol Iba.

"Dengan M Hamzah memang kita sudah pra kontrak dan tinggal menyepakati dengan Erol Iba, terkait nilai kontraknya musim depan," terang pria yang akrab disapa Endi.

Seperti diketahui, sebelumnya pemain yang sudah datang ke Palembang adalah Achmad Sumardi, Legimin Raharjo, Anis Nabar, Mahadirga Lasut, Rivan Nahumarury, Alan Martha, Teja Paku Alam. Tinggal lagi, lanjut Endi, pihaknya akan memastikan pemain lainnya, seperti Firdaus Ramdhan, Lancine Kone, Abduolaye Maiga, Asri Akbar akan segera menyusul secepatnya.

"Maiga sudah dipastikan datang tanggal 5 November ini dan pemain lainnya segera menyusul karena memang sudah izin tidak bisa datang tepat waktu karena lagi ada urusan," katanya.

Selain itu, lanjut Endi, adapula dua pemain muda SFC yang memang tidak akan bisa bergabung dalam waktu cepat. Pertama, Novri Setiawan yang kini dipangggil Timnas U-23 untuk persiapan jelang SEA Games Myanmar pada Desember mendatang. Kemudian Vava Mario Yagalo yang memang masih dalam proses pemulihan dari cedera, yang dialaminya pada laga diakhir kompetisi lalu.

"Mudah-mudahan kesemua tim kita ini bisa lengkap sebelum kompetisii bergulir," harapnya.

Dahulukan SFC Ketimbang Barito Putra

Mantan pemain Timnas U-23, Mahadirga Maranando Lasut menyatakan lebih memilih bermain di Sriwijaya FC, kendati di sisi lain dia sudah mendapatkan tawaran dari klub asal Kalimantan Timur, Barito Putra dan klub promosi asal Papua, Perseru Serui.

Dikatakan, Minggu (3/11/2013), pilihan untuk memilih SFC itu didasarkan alasan karena sudah terlanjur mengenal klub berjuluk Laskar Wong Kito itu. Pengalamannya bermain di SFC pada musim 2010 lalu menjadikan dirinya sedikit banyak sudah tahu akan suasana tim terutama jajaran manajemen. Makanya dia tidak ragu menghubungi SFC untuk bisa kembali bermain di Bumi Sriwijaya musim depan.

"Memang saya yang dahulu menghubungi SFC. Meski harus seleksi dulu, tapi saya siap membuktikan diri dengan penampilan terbaik," ucap pemain asal Manado itu ketika diwawancarai Sripoku.com di Mess Pertiwi Jalan Bay Salim Sekip Pangkal Palembang.

Menurutnya, SFC tetap jadi prioritas utama sebagai pelabuhannya untuk musim depan. Namun kalau ditolak baru dirinya akan bergabung ke tim lain seperti Barito maupun Perseru Serui yang sudah bernegosiasi.
Hanya saja mantan pemain Gresik United itu optimis bisa menyakinkan jajaran pelatih maupun manajemen dalam proses seleksi nanti. Terlebih selama liburan kompetisi ISL kemarin, dia juga terus menjaga kondisi kebugaran fisiknya dengan baik.

"Secara fisik maupun mental saya sudah siap 100 persen untuk menunjukkan kalau saya masih layak berseragam SFC musim depan. Saya siap juga menjadi salah satu gelandang bertahan SFC musim depan. Itu akan saya buktikan saat mengikuti seleksi nanti," tegasnya.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *