Taklukkan Persik, Sriwijaya FC Buka Peluang Lolos

Sriwijaya FC (SFC) membuka peluang lolos ke semifinal East Java Tournament 2013 sebagai runner up terbaik. Pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (18/12) sore, SFC mengalahkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan diceploskan Riszky Dwi Ramadhan menit 81.

Hasil ini membuat SFC mengoleksi tiga angka dari dua pertandingan yang telah mereka mainkan di Grup B. Tim berjuluk Laskar Wong Kito masih harus menunggu pertandingan lainnya atau hingga tuntasnya fase grup untuk melihat apakah layak menemani tiga pimpinan grup yang melaju ke semifinal.

Laga antara SFC versus Persik berlangsung relatif seimbang dan malah cenderung kurang menarik karena kedua kubu melakukan terlalu banyak kesalahan. Peluang memang banyak dibuka kedua kubu, tapi rendahnya efektivitas di lini depan membuat pertandingan ini sangat irit gol.

"Kami kurang efektif saat berada di sekitar kotak penalti lawan. Jika pemain lebih sabar dan tertata, kami bisa mencetak lebih banyak gol. Tapi bagaimana pun tim belum sempurna dan masih banyak yang harus dibenahi. Terlepas dari itu saya senang tim bisa mendapatkan kemenangan," ulas Subangkit, Pelatih SFC.

Disinggung soal kans lolos ke semifinal East Java Tournament, Subangkit melihat masih ada beberapa tim yang berpeluang melaju sebagai runner up terbaik. "Kami sudah melakukan tugas dengan baik. Sekarang tinggal menunggu hasil pertandingan lainnya. Saya jelas berharap lolos," tegasnya.

Sedangkan Pelatih Aris Budi Sulistyo mengakui timnya masih di bawah level SFC. Kendati akhirnya gagal mendapatkan poin, Aris cukup memaklumi kondisi timnya yang mengandalkan hampir semua kekuatan musim lalu. Hanya pemain seleksi Danilo Fernando dan Christiano Lopez yang mewakili kekuatan baru.

"Tim sudah melakukan yang terbaik dan mampu mengimbangi permainan Sriwijaya FC. Saya rasa kedua tim sama-sama menghadapi problem di lini depan sehingga sulit mencetak gol. Terlepas dari hasil pertandingan, saya senang dengan progres tim sejauh ini. Bermain di ISL levelnya memang berbeda." terang Aris.

Babak pertama Sriwijaya FC lebih mendominasi permainan dan terus menekan pertahanan Persik Kediri. Sayang tim asuhan Subangkit memilki problem serius, yakni penyelesaian akhir. Setidaknya tujuh kali mendapatkan peluang potensial, tidak ada satu pun yang menemukan gawang.

Pemain menyerang seperti Syamsir Alam, Anis Nabar, Lancine Kone, serta Sergei Pakome, kehilangan akal untuk menggetarkan jala Persik yang dijaga Tedi Heri. Kondisi ini sangat merugikan karena Sriwijaya FC sedang dalam kondisi bagus dan belum mengalami kendala fisik di babak pertama.

Sedangkan Persik terlihat ingin bermain aman di belakang sembari melakukan serangan balik. Skema serangan sayap via Faris Aditama dan Rendi Syahputra sejatinya cukup efektif dan bisa memecah pertahanan lawan. Tapi striker Dimas Galih dan Danilo Fernando selalu terlambat menyambut kiriman bola dari sayap.

Seukuran tim yang belum banyak melakukan persiapan pra musim, penampilan tim Macan Putih relatif stabil dibanding kala bermain di Divisi Utama musim lalu. Kombinasi pemain senior dan muda terlihat tidak menyuguhkan perbedaan yang drastis dengan Sriwijaya yang persiapannya lebih serius.

Babak kedua tak menyuguhkan banyak perubahan dan kedua tim masih kesulitan menyelesaikan peluang. Laskar Wong Kito masih menguasai permainan dan lebih banyak mencatat peluang. Tapi seringnya kesalahan pengertian di lini depan membuat kesempatan mencetak gol terbuang begitu saja.

Kebuntuan baru pecah di menit 81 ketika Riszky Dwi Ramadhan lolos dari jebakan offside dan menaklukkan kiper Persik Kediri Tedi Heri. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol sore itu dan Sriwijaya masih harus menunggu hasil pertandingan hingga Jumat (20/12) untuk melihat kemungkinan menjadi runner up terbaik.