April 2014

Minggu, 27 April 2014

Persik Gasak Sriwijaya FC 5-1


Persik Kediri tampil perkasa ketika menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). Macan Putih menghajar tamunya itu dengan skor telak 5-1.

Pada pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (26/4/2014), Persik cuma butuh waktu tiga menit untuk membuka skor. Mereka memimpin 1-0 lewat penalti Ngon Mamoun. Penalti ini diberikan wasit setelah Vali Khosandiphis melanggar Qischil Gandru Minny.

Tim tuan rumah menggandakan keunggulannya pada menit ke-36. Rendy Irawan menjebol gawang Sriwijaya FC dengan memanfaatkan umpan matang Qischil.

Dalam keadaan tertinggal dua gol, Sriwijaya FC malah kehilangan satu pemainnya. Ahmad Sumardi harus meninggalkan lapangan karena menerima kartu kuning kedua.

Sriwijaya FC mampu memperkecil ketertinggalan ketika laga memasuki menit ke-58. Asri Akbar memaksimalkan kerja sama Lancine Kone dan Vendry Mofu untuk mengubah skor jadi 1-2.

Jumlah pemain Sriwijaya FC kembali berkurang pada menit ke-72. Vali diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua usai melanggar Faris Aditama di kotak penalti.

Saiful Indra Cahya maju sebagai algojo tendangan 12 pas. Tembakan pertamanya bisa dimentahkan oleh Fauzi Toldo, tapi Saiful langsung menyambar bola rebound untuk menghasilkan gol ketiga Persik.

Persik unggul 4-1 pada menit ke-82. Qischil dengan tenang melewati Fauzi dan melesakkan bola ke dalam gawang.

Kemenangan Persik akhirnya disempurnakan oleh Faris pada menit ke-89. Dia mencetak gol setelah bekerja sama dengan Saiful.

Di injury time, Sriwijaya sebenarnya mendapatkan hadiah penalti. Tapi, eksekusi Lancine Kone bisa ditepis oleh kiper Tedy Heri.

Berkat kemenangan ini, Persik naik ke posisi kedelapan klasemen Wilayah Barat dengan koleksi 8 poin dari sembilan pertandingan. Sriwijaya FC di posisi keenam dengan 11 poin.

Sabtu, 26 April 2014

Subangkit Bingung Abdoulaye Maiga Kena Sanksi Komisi Disiplin PSSI


Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengaku bingung dengan keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan bermain di satu laga, serta denda Rp25 juta kepada bek Abdoulaye Maiga.

Dalam putusannya, Komdis menyatakan, Maiga melakukan tingkah laku buruk, dan tidak patut, karena menyikut dengan sengaja pemain Seman Padang Ezequiel Gonzalez pada pertandingan 13 Maret 2014.

Sanksi terhadap Maiga tersebut menjadi kerugian bagi Sriwijaya FC kala bertandang ke markas Persik Kediri, Sabtu (26/4). Maiga selama ini menjadi andalan di barisan belakang Laskar Wong Kito.

“Tentunya sangat merugikan tim, karena Maiga salah satu pilar yang jadi andalan di lini belakang. Saya tidak tahu persis kenapa Komdis bisa memutuskan hal seperti itu, padahal waktu itu Maiga juga sudah terkena hukuman kartu kuning,” kata Subangkit.

Dengan absennya Maiga, maka Subangkit kini kembali melirik Vali Khorsandipish. Sebelumnya, pemain asal Iran ini sering diparkir, karena dianggap tak memiliki kualitas istimewa sebagai legiun asing.

“Maiga akan digantikan Vali. Mau tidak mau kita harus memaksimalkan tenaga Vali. Kualitas Vali juga tidak jauh beda dari Maiga. Saya rasa Vali bisa mengimbangi teman-teman di belakang. Walau selama ini jarang dimainkan, tapi Vali aktif mengkuti sesi latihan,” ucap Subangkit.

Selain itu, Subangkit juga berusaha membenahi penyelesaian akhir tim besutannya yang dianggap tidak memuaskan ketika mengalahkan Persita Tangerang 1-0 beberapa hari lalu. Menurut Subangkit, penyelesaian akhir masih belum sesuai dengan harapannya.

“Ya, finishing anak-anak masih perlu kita perbaiki lagi. Menghadapi Persik Kediri di kandangnya ini bukan hal yang mudah. Apalagi Persik sedang dalam prestasi yang bagus,” ujar Subangkit.

“Memang semua belum begitu maksimal, kita hanya diuntungkan sebagai tuan rumah saja. Mudah-mudahan di sisa waktu sehari sebelum lawan Persik ini kita bisa memperbaiki finishing.”

Laskar Wong Kito berkekuatan 18 pemain ke Kediri, yakni Fauzi Toldo, Selsius Gabze, Erol Iba, Sumardi, Vali Khorsandipish, M Hamzah, Jecky Arisandi, Firdaus Ramadhan, Asri Akbar, Frank Oliver Ongfiang, Vendry Mofu, Syakir Sulaiman, Siswanto, Anis Nabar, Rishadi Fauzi, Syamsir Alam, Lancine Kone, dan Risky Dwi Ramadhana.

Jadwal ISL 2014 & Prediksi Persik Kediri vs Sriwijaya FC


Jadwal pertandingan ISL 2014 akan mempertemukan Persik Kediri vs Sriwijaya FC, Sabtu 26 April. Jika tidak ada perubahan, laga Sriwijaya FC vs Persik Kediri akan disiarkan K-Vision pukul 15.30 wib.
Menghadapi Persik Kediri, kiper Sriwijaya FC Fauzi Toldo ingin meraih catatan terbaik dalam karirnya. Ia pun bertekad meneruskan catatan apik clean sheetnya yang musim ini baru mencapai 3 kali penampilan.
Persik Kediri diakui Fauzi Toldo merupakan tim yang tengah dalam performa menanjak, usai memperoleh catatan positif dengan mengalahkan Persija 2-1 di kandang. Hal itu tentu saja menjadi satu hal yang harus diwaspadai tim tamu.
Sementara itu pelatih Sriwijaya FC, Subangkit menyebut tiga orang pemain lini depan Persik Kediri patut diwaspadai karena mampu mendongkrak penampilan tim dalam beberapa pertandingan terakhir. Trio lini depan Persik yang dimaksud itu adalah Ngon A Mamoun, Qisil Minny & Rendi Irawan.
“Pergerakan dan akselerasi Qisil dan Rendi dari sayap mampu merepotkan barisan pertahanan lawan. Meskipun Mamoun berposisi asli sebagai penyerang murni, namun dirinya juga sering memberikan umpan” ungkap Subangkit.
Di lain pihak pelatih Persik Kediri, Musikan menginginkan skuat asuhannya melanjutkan momentum kebangkitan saat menjamu Sriwijaya FC. Meski bermain di Stadion Brawijaya, Musikan tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tak lengah setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta.
Kemenangan atas Persija merupakan kemenangan perdana Macan Putih dari 8 laga yang telah dilakoni musim ini. Sebelumnya Khusnul Yuli cs menderita lima kali kekalahan dan dua kali hasil imbang. Meski meraih kemenangan atas Persija, Musikan mengakui timnya memiliki beberapa kekurangan.
“Kekurangan tetap ada, misal penjagaan lawan dan organisasi pertahanan. Penyerang kami juga harus lebih tenang, itu sudah saya komunikasikan dengan pemain” tegas Musikan.

Sabtu, 05 April 2014

Jamu Barito Putera, Sriwijaya FC Pakai Jersey Baru


Sriwijaya FC direncakan bakal memakai jersey terbaru mereka untuk musim ini saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 13 April.

Direktur keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi Laskar Wong Kito, Augie Yahya Bunyamin, mengatakan, selama ini Lancine Kone dan kawan-kawan masih menggunakan jersey tim U-21 musim lalu.

“Sekarang jerseynya sedang kita kerjakan, tinggal dikasih nama pemain, dan nomor punggung. Pastinya lawan Barito nanti, pemain akan memakai jersey anyar,” kata pria yang juga manajer Srwijaya FC U-21 itu.

Augie menambahkan, jersey baru ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan motif dari musim lalu. Kalaupun ada, tidaklah menghilangkan ciri khas tim asal Bumi Sriwijaya dengan lambang kepala burung yang tetap dipertahankan. Sedikit perubahan hanya pada letak sponsor, serta di sekelling kerah baju, dan lingkaran kaos bawah akan dipenuhi merek Sriwijaya FC.

“Jadi yang jelas bahan kaosnya lebih bagus dari musim lalu. Tapi saya tidak tahu apa nama bahannya. Apparelnya tetap Jomma. Jadi kalau ditanya kenapa baru sekarang kita memakai jersey anyar, ya karena ada beberapa perubahan ini. Karena logo SFC di jersey ini juga bukan bahan yang dipakai musim lalu,” jelasnya.

Selain itu, manajemen juga sedang mendesain jersey satu dasawarsa Sriwijaya FC yang akan dipasarkan pada 23 Oktober 2014, bertepatan dengan hari ulang tahun klub yang kesepuluh.

Menurut Augie, jumlah jersey akan diproduksi sekitar 150 kaos, dan hanya akan dijual dalam waktu sehari. Untuk harga tentunya sangat berbeda jauh dengan jersey original yang dibanderol sekitar Rp300 ribu-an. Jersey satu dasawarsa Sriwijaya FC ini dibanderol dengan harga Rp800 ribu per buah.

“Nanti kita akan jual jersey tersebut di atas mobil dengan berkelilling di kota Palembang. Pak Dodi sendiri akan bersama-sama di dalam mobil itu,” kata Augie.

“Ini jersey special yang dibuat khusus perayaan ulang tahun SFC kesepuluh. Jadi, berapa pun harganya, saya rasa masyarakat mau membelinya untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Apalagi jumlahnya cuma sedikit.”