Subangkit Bingung Abdoulaye Maiga Kena Sanksi Komisi Disiplin PSSI

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengaku bingung dengan keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan bermain di satu laga, serta denda Rp25 juta kepada bek Abdoulaye Maiga.

Dalam putusannya, Komdis menyatakan, Maiga melakukan tingkah laku buruk, dan tidak patut, karena menyikut dengan sengaja pemain Seman Padang Ezequiel Gonzalez pada pertandingan 13 Maret 2014.

Sanksi terhadap Maiga tersebut menjadi kerugian bagi Sriwijaya FC kala bertandang ke markas Persik Kediri, Sabtu (26/4). Maiga selama ini menjadi andalan di barisan belakang Laskar Wong Kito.

“Tentunya sangat merugikan tim, karena Maiga salah satu pilar yang jadi andalan di lini belakang. Saya tidak tahu persis kenapa Komdis bisa memutuskan hal seperti itu, padahal waktu itu Maiga juga sudah terkena hukuman kartu kuning,” kata Subangkit.

Dengan absennya Maiga, maka Subangkit kini kembali melirik Vali Khorsandipish. Sebelumnya, pemain asal Iran ini sering diparkir, karena dianggap tak memiliki kualitas istimewa sebagai legiun asing.

“Maiga akan digantikan Vali. Mau tidak mau kita harus memaksimalkan tenaga Vali. Kualitas Vali juga tidak jauh beda dari Maiga. Saya rasa Vali bisa mengimbangi teman-teman di belakang. Walau selama ini jarang dimainkan, tapi Vali aktif mengkuti sesi latihan,” ucap Subangkit.

Selain itu, Subangkit juga berusaha membenahi penyelesaian akhir tim besutannya yang dianggap tidak memuaskan ketika mengalahkan Persita Tangerang 1-0 beberapa hari lalu. Menurut Subangkit, penyelesaian akhir masih belum sesuai dengan harapannya.

“Ya, finishing anak-anak masih perlu kita perbaiki lagi. Menghadapi Persik Kediri di kandangnya ini bukan hal yang mudah. Apalagi Persik sedang dalam prestasi yang bagus,” ujar Subangkit.

“Memang semua belum begitu maksimal, kita hanya diuntungkan sebagai tuan rumah saja. Mudah-mudahan di sisa waktu sehari sebelum lawan Persik ini kita bisa memperbaiki finishing.”

Laskar Wong Kito berkekuatan 18 pemain ke Kediri, yakni Fauzi Toldo, Selsius Gabze, Erol Iba, Sumardi, Vali Khorsandipish, M Hamzah, Jecky Arisandi, Firdaus Ramadhan, Asri Akbar, Frank Oliver Ongfiang, Vendry Mofu, Syakir Sulaiman, Siswanto, Anis Nabar, Rishadi Fauzi, Syamsir Alam, Lancine Kone, dan Risky Dwi Ramadhana.