Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Minggu, 25 Mei 2014

Persita Tangerang - Sriwijaya FC Laporan Pertandingan


Persita Tangerang hanya mampu mengamankan satu poin saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (24/5) petang. Itu setelah, kedua tim bermain imbang 1-1. Dengan demikian, Persita gagal membalas kekalahan mereka dari Sriwijaya FC di putaran pertama lalu.
Sriwijaya FC sempat unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol yang dilesakkan Yohanis Nabar pada menit ketujuh. Persita sendiri baru berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat gol Luis Edmundo (46).
Dengan hasil ini, Sriwijaya FC masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara wilayah barat Indonesia Super League (ISL) 2014, dengan 18 poin dari 12 laga yang telah dijalani. Sedangkan Persita juga tak beranjak dari peringkat kedelapan dengan 14 angka dari 12 pertandingan.
Babak pertama
Berstatus sebagai tim tamu, Sriwijaya FC langsung tampil menekan pertahanan tim tuan rumah. Tekanan itu pun langsung berbuah hasil pada menit ketujuh. Adalah Yohanis Nabar yang berhasil membuka keunggulan bagi Laskar Wong Kito. Proses terjadinya gol sendiri melalui skema serangan balik cepat yang dilakukan para pemain Sriwijaya FC.
Setelah itu, Persita yang tertinggal satu gol mencoba balik menekan. Namun pertahanan Sriwijaya FC yang dilatih Subangkit masih mampu meredam tekanan yang diberikan para penggawa tim berjulukan Pendekar Cisadane itu.
Pertandingan pun terlihat berjalan seimbang. Kedua tim saling bergantian menyerang. Perebutan bola lebih banyak berkutat di lini tengah.
Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tim tamu.

Babak kedua
Tertinggal satu gol, Persita mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Hasilnya, pertandingan baru berjalan satu menit skuat yang dilatih Fabio Oliveira itu berhasil menyamakan kedudukan melalui Luis Edmundo.
Tak ayal, pertandingan berjalan semakin ketat dan keras. Bahkan, dua pemain dari kedua tim harus menerima kartu merah di babak ini. Persita lebih dulu harus bermain dengan sepuluh pemain saat Ledi Utomo menerima kartu kuning keduanya pada menit ke-52.
Sayang, unggul jumlah pemain Asri Akbar dan kawan-kawan gagal mencetak gol lagi ke gawang Persita yang dikawal salah satu kiper muda berbakat Yogi Triana. Justru, mereka juga harus kehilangan satu pemain setelah Achmad Sumardi diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Hadiyana.
Praktis, permainan kedua tim kembali berimbang. Bergantian saling menyerang, kedua tim gagal mencetak gol lagi di babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan pemain kedua tim: 
Persita Tangerang
Pelatih: Fabio Oliveira
28 Yogi Triana; 3 Luis Edmundo, 24 Ledi Utomo, 2 Leo Saputra, 12 Gilang Angga Kusuma; 23 Maman, 6 Hari Chaniago, 8 Jalwandi Jamal, 16 Satrio Syam; 10 Kenji, 9 Sirvi Arfani
Cadangan: 88 Adi W, 36 Windhu Hanggoro Putra, 22 Ganjar Mukti, 21 Mahadirga Lasut, 5 Hari Habrian, 27 Zikri Akbar, 99 Cristian Carrasco
Sriwijaya FC
Pelatih: Subangkit
22 Fauzi Toldo; 30 Jeky Arisandi, 5 Abdoulaye Maiga, 21 Firdaus Ramadhan, 13 Ahmad Sumardi; 33 Lancine Kone, 6 Asri Akbar, 10 vendry Mofu; 25 Frank Ongfiang, 93 Yohanis Nabar, 92 Syakir Sulaiman
Cadangan: 23 Teja Paku Alam, 4 Septa Riyanto, 24 Hafit Ibrahim, 7 Siswanto, 8 Syamsir Alam, 19 Rishadi Fauzi, 37 Rizky Dwi Ramadhana

Senin, 12 Mei 2014

Sriwijaya FC Mengincar Striker Lokal

Manajemen Sriwijaya FC lebih memilih mengincar striker lokal dibandingkan pemain asing untuk memperkuat barisan depan Laskar Wong Kito di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Sebelumnya, Sriwijaya FC sudah mencoret satu pemain asing Vali Khorsandipish. Selain dianggap tidak mengalami kemajuan, pencoretan Vali juga bertujuan untuk mendatangkan penyerang baru.

Dengan berbagai pertimbangan serta efektivitas sang pemain, akhirnya manajemen sriwijaya FC sepakat memilih striker lokal, ketimbang berburu striker asing, mengingat, pemain asing tidak bisa dimaksimalkan di setiap pertandingan.

Berdasarkan aturan PT Liga Indonesia, dari empat pemain asing, hanya boleh dimainkan tiga orang saja di setiap pertandingan. Dengan kata lain, manajemen tak ingin merekrut pemain, tetapi tidak bisa dimainkan secara terus menerus untuk memperkuat tim disetiap laga.

Manajer Robert Heri mengatakan, pihaknya sempat melanglang buana ke Australia demi memantau striker Asia yang merumput di negara berjuluk negeri Kangguru tersebut. Namun hal tersebut tidak dilanjutkan pada titik klimaks.

“Sepertinya kita hentikan dulu untuk mencari pemain asing Asia. Percuma juga kalau kita dapat, tapi tidak bisa dimainkan. Kita rasa SFC lebih baik mencari pemain lokal yang benar-benar berkualitas untuk dijadikan striker,” ungkap Robert.

Manajemen memilih bungkam ketika ditanya siapa pemain yang menjadi bidikan. Namun, manajemen mengindikasikan pemain buruan telah banyak dipagari oleh tim sebelumnya. Namun Robert enggan menyebutkan nama pemain yang diburu.

“Pastinya kita menginginkan striker yang kualitasnya tak kalah dengan pemain asing. Masalah harga, berapapun kita akan siapkan, asal striker ini benar-benar punya naluri yang tinggi untuk mencetak gol,” tegas pria yang juga menjabat Komisaris PT Bukit Asam (PTBA) itu.

“Nanti saja. Kita belum bisa sebutkan sekarang, berbahaya. Nanti kalau klubnya tahu pasti dia akan dipertahankan klub lamanya.”

Senin, 05 Mei 2014

Sriwijaya FC - PS Barito Putera Laporan Pertandingan

Sriwijaya FC menutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan hasil meyakinkan setelah menundukkan Barito Putera 4-2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (4/5).

Raihan tiga angka ini membuat Sriwijaya FC memastikan posisi kelima klasemen sementara usai mengumpulkan nilai 14, sekaligus menggeser Barito Putera dengan keunggulan satu poin.

Babak pertama

Sriwijaya FC dan Barito Putera yang sama-sama mengusung kemenangan di laga pamungkas mereka menerapkan permainan terbuka. Namun Laskar Wong Kito mampu mengendalikan permainan di menit-menit awal.

Kubu tuan rumah sudah bersorak kegirangan ketika laga memasuki menit ke-18. Asri Akbar berhasil memperdayai Daewon Ha sebelum menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang Dedy Iman.

Tersentak dengan gol tersebut, Barito Putera pun merespon agresivitas Sriwijaya FC untuk mengejar ketertinggalan. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-25 lewat tendangan Syahori menyambut bola muntah sepakan James Koko Lomell.

Usai kebobolan, Sriwijaya FC tampak sedikit limbung. Kondisi ini dimanfaatkan tim tamu guna membalikkan keadaan. Syahroni mencatatkan namanya di papan skor untuk kali kedua selang dua menit kemudian setelah menerima umpan Koko Lomell.

Sriwijaya FC bangkit untuk menyamakan kedudukan di waktu tersisa. Kiper Dedy Iman melakukan penyelamatan ketika menepis bola hasil tendangan bebas Lancine Kone di menit ke-39, sehingga tidak mengubah skor 2-1 untuk keunggulan Barito Putera di babak pertama.

Babak kedua

Seperti halnya di paruh pertama, Sriwijaya FC lebih dulu mengambil inisiatif menyerang di babak kedua ini. Tekanan demi tekanan dilancarkan tim asuhan Subangkit untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-48. Frank Ongfiang yang sebelumnya dianggap kurang memberikan kontribusi bagi Sriwijaya FC melepaskan tendangan keras yang tak bisa dibendung Dedy.

Usai gol tersebut, Sriwijaya FC makin percaya diri, dan terus melakukan tekanan ke pertahanan Barito Putera. Sriwijaya FC pun membalikkan keadaan di menit ke-54 setelah umpan Ongfiang dapat dimanfaatkan Syakir Sulaiman menjadi gol. 3-2 untuk Sriwijaya FC.

Barito Putera yang berusaha mengubah papan skor mencoba keluar dari tekanan Sriwijaya FC. Namun pertahanan solid yang dimiliki tuan rumah di paruh kedua ini membuat mereka menemui jalan buntu.

Alih-alih mencuri poin, gawang Dedy kembali kebobolan sembilan menit sebelum pertandingan berakhir. Gol Vendry Mofu memastikan Sriwijaya FC mengemas tiga angka di laga terakhir mereka di putaran pertama.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Sriwijaya: Fauzi Toldo; Erol Iba (Jecky 42'), Abdoulaye Maiga, Firdaus Ramadhan, M Hamzah; Asri Akbar, Frank Olivier Ongfiang, Syakir Sulaiman (Syamsir 90+2'), Yohanis Nabar (Rizky 90+1'); Vendry Mofu, Lancine Kone.
Cadangan: Selsius Gebze; Jecky Arisandi, Siswanto, Syamsir Alam, Rishadi Fauzi, Rziky Dwi, Septa Royanto.
Pelatih: Subangkit

Barito Putera: Dedy Iman; Supriyadi, Dae Won Ha, Abanda Herman, Agus Cima; Syahroni (Joshua 62'), Lucky Wahyu, Amirul Mukminin (Yongki 58'); Rizky Ripora (Rizky M 87'), James Koko Lomell, Dedy Hartono.
Cadangan: Joko Ribowo; Ana Supriatna, Joshua Pahabol, Yongki Aribowo, Syaifullah Nazar, Rizky Mirzamah, Guntur Ariyadi.
Pelatih: Salahuddin

Minggu, 04 Mei 2014

Babak I Sriwijaya FC Tertinggal Atas Barito putra

Sriwijaya FC sementara tertinggal dari tamunya, Barito Putera, di babak pertama. Dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) wilayah barat, Minggu 4 Mei 2014 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sriwijaya sementara tertinggal 1-2.

Bermain di kandang sendiri, Laskar Wong Kito menampilkan permainan menyerang sejak awal. Bahkan mereka unggul lebih dulu lewat gol dari Asri Akbar.

Keunggulan Sriwijaya hanya bertahan sembilan menit saja. Syahroni mampu menyamakan kedudukan usai memanfaatkan bola muntah dari sepakan James Koko Lomell.

Dua menit berselang, Laskar Antasari berbalik unggul. Syahroni kembali menjebol gawang dari Fauzi Toldo.

Kali ini, dia mampu memanfaatkan umpan silang dari James Koko Lomell yang menerobos barisan pertahanan Sriwijaya lewat aksi individunya.

Tertinggal satu gol, Sriwijaya tampil lebih menekan. Mereka memiliki kesempatan emas di menit 38 lewat sepakan bebas dari Lancine Kone. 

Sayang, kiper Dady Iman masih bisa menepis bola sepakan Kone. Hingga jeda, skor 2-1 untuk keunggulan Barito bertahan.

Susunan Pemain
Sriwijaya: Fauzi Toldo (GK); Erol Iba (Jecky Arisandi 42'), Abdoulaye Maiga, Firdaus Ramadhan, M. Hamzah; Asri Akbar, Frank Olivier Ongfiang, Syakir Sulaiman, Yohanis Nabar; Vendry Mofu, Lancine Kone.

Barito Putera: Dady Iman (GK); Supriyadi, Dae Won Ha, Abanda Herman, Agus Cima; Syahroni, Lucky Wahyu, Amirul Mukminin; Rizky Ripora, James Koko Lomell, Dedy Hartono.

PREVIEW Indonesia Super League 2014: Sriwijaya FC – Barito Putera

Sriwijaya FC dan Barito Putera mengapungkan ambisi menutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan hasil manis di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (4/5).

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit telah melakukan perombakan pemain di lini tengah dan depan untuk meladeni permainan tim tamu. Dari dua lini inilah Subangkit berharap anak asuhnya dapat meminimalisir serangan yang dibangun Barito Putera. Subangkit menegaskan kemenangan adalah harga mati saat main di kandang.

Sriwijaya FC sangat mengkhawatirkan pergerakan tiga pemain Barito Putera, mulai dari James Koko Lomell, Dedi Hartono, dan Rizky Pora. Untuk itu, Subangkit telah menyiapkan Asri Akbar dan Frank Ongfiang untuk mengantisipasi serangan lawan. Asri akan berperan sedikit ke belakang, sementara Ongfiang lebih ke depan sebagai pengatur serangan, dibantu Lancine Kone yang berperan ganda sebagai striker.

“Tiga pemain ini sangat berbahaya ketika sudah menguasai bola, jadi untuk mengatasinya harus dimatikan pergerakan mereka dari lini tengah,” kata Subangkit.

“Kita harapkan anak-anak dapat bermain penuh konsentrasi. Harus bisa mengendalikan diri agar tidak membuat pelanggaran, terutama di area pertahanan. Di laga kandang terakhir ini kita harus berusaha keras incar poin penuh.”

“Mereka pasti punya motivasi yang tinggi untuk mengalahkan kita, karena di beberapa pertandingan belakangan ini mereka selalu menang. Jadi menurut saya, kepercayaan diri mereka saat ini sangat tinggi. Tidak mudah mengalahkan mereka.”

Barito Putera dalam prestasi menanjak setelah sukses menyapu bersih empat pertandingan terakhirnya. Pelatih Barito Putera, Salahudin mengatakan, Laskar Antasari tidak menganggap remeh Sriwijaya FC, walau saat dijamu Persik Kediri kalah telak 5-1.

Menurutnya, Sriwijaya FC masih punya pemain yang berkualitas bagus, apalagi dalam pertandingan kali ini sebagai tuan rumah. Salahudin pun memprediksi Sriwijaya FC akan tampil dengan kekuatan terbaiknya, dan tak ingin kalah di kandang sendiri.

“Sriwijaya tetap lawan berat, kuat, kita tidak anggap enteng. Kekalahan dari Persik itu bukan apa-apa, mereka kurang beruntung saja. Sriwijaya banyak pemain bagus, ada Kone, [Vendry] Mofu, Asri, dan Ongfiang. Walau mereka kehilangan Vali dan Sumardi, tapi mereka masih ada gantinya yang bagus,” kata Salahudin.

“Pastinya kita ingin dapat hasil maksimal. Kita akan main dengan strategi normal. Kita main sabar, dan memanfaatkan emosi lawan.”

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *