Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Rabu, 28 Januari 2015

Tekuk Sriwijaya FC, Arema Cronus Jawara SCM Cup

Bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa 27 Januari 2015, Arema tak gentar. Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Arema memastikan kemenangan lewat gol Gilang di menit 75.

Duel Sriwijaya FC kontra Arema Cronus memang berjalan seru sejak menit awal. Namun Singo Edan, julukan Arema, berhasil membuka peluang lebih dulu di menit 9. Sayangnya tembakan Ferry Aman Saragih masih belum tepat sasaran.

Pada menit 15, Arema kembali mengancam lewat sepakan Cristian "El Loco" Gonzales memanfaatkan umpan dari Ferry Aman. Namun bola masih melambung dari sasaran. Sriwijaya FC tak tinggal diam dan mencoba bereaksi.

Pada menit 20, Ferdinand Sinaga berhasil melepaskan tembakan keras setelah sebelumnya berduel dengan Victor Igbonefo. Sayangnya bola masih mampu dihalau bek Fabiano Beltrame. Meski beberapa peluang kembali tercipta skor 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Arema kembali menggebrak lewat aksi El Loco. Namun lagi-lagi tandukan El Loco gagal menemui sasaran. Beberapa pergantian coba dilakukan Arema, termasuk menarik Ahmad Alfarizi dan menurunkan Gilang Ginarsa.

Dan pergantian ini membuahkan hasil, Gilang Ginarsa berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Dian Agus Prasetyo pada menit 75. Tandukan keras Gilang memanfaatkan sebuah sepak pojok gagal diantisipasi Dian Agus dan membuat Arema sementara unggul 1-0 atas Sriwijaya FC.

Tertinggal, Sriwijaya FC yang mendapat dukungan penuh dari penonton, mencoba mengejar ketertinggalan. Meski beberapa peluang berhasil diciptakan tim besutan Benny Dollo, namun hingga laga usai skor tak berubah.
Arema tampil sebagai jawara SCM Cup dan berhak memenangkan hadiah sebesar Rp150 juta. Sedangkan Sriwijaya yang menjadi runner up akan mendapat hadiah sebesar Rp100 juta.

Susunan Pemain
Sriwijaya:
Dian Agus Prasetyo, Wildansyah, Maiga, Fakhrudin Aryanto, Faturahman, Asri Akbar, Raphael Maitimo; Morimakan Koita, Anis Nabar, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai

Arema: I Made Wardana, Purwaka, Fabiano Beltrame, Victor Igbonefo, Ahmad Alfarizi, Beny Wahyudi, I Gede Sukadana, Ferry Aman Saragih,  Ahmad Bustomi, Cristian Gonzales, Abblode Yao Ruddy

Selasa, 27 Januari 2015

Titus Bonai Jadi Kapten Sriwijaya FC Musim 2015

Jajaran pelatih Sriwijaya FC telah menetapkan Titus Bonai (Tibo) sebagai kapten tim Laskar Wong Kito di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Tibo dinilai layak jadi kapten setelah beberapa kali diamati menyandang ban kapten pada dua turnamen pra musim, Trofeo Persija dan Piala SCM 2015.

Sebelumnya, tim pelatih juga sempat mendapuk Ferdinand Sinaga untuk dicoba menjadi kapten. "Kami dari tim pelatih telah memilih Tibo jadi kapten SFC dan wakil kapten Ferdinand Sinaga. Saya pikir Tibo pantas jadi kapten," kata Hendri Susilo, asisten pelatih SFC.

Sementara itu, Tibo sendiri mengaku siap mengemban tanggung jawab tersebut. "Kalau saya siap, karena apa yang ditunjuk oleh pelatih maka saya siap. Tapi ini bukan kemauan saya, kalau memang ada pemain yang lebih cocok silakan," ujar mantan penggawa Persipura Jayapura itu.

Tibo menyadari jika tanggung jawab menjadi kapten itu sangat besar. Selain harus menjadi panutan di lapangan hijau, dirinya juga harus bisa mengayomi rekan satu tim kala di luar lapangan.

"Saya datang ke sini untuk bekerja, kalau memang pelatih mempercayakan ban kapten kepada saya, maka saya harus terima," tandasnya.

Senin, 26 Januari 2015

Sriwijaya FC Bungkam Persela Lamongan


Bertindak sebagai tuan rumah, Sriwijaya langsung tampil menekan. Ferdinand Sinaga memberikan ancaman pertama ke gawang Persela yang dikawal Choirul Huda. Begitu pula, peluang Titus Bonai juga masih bisa diamankan oleh Huda.

Persela sendiri memainkan skema bertahan di awal pertandingan. Lini belakang Laskar Joko Tingkir mampu tampil disiplin. Beberapa kali Persela juga sempat mengancam gawang Sriwijaya. Salah satunya, blunder Abdoulaye Maiga hampir saja bisa dimanfaatkan Pedro Javier Velazquez.

Menjelang akhir babak pertama, Sriwijaya lebih gencar melakukan tekanan. Tapi, selalu bisa diredam para pemain Persela. Hingga babak pertama usai, skor tetap tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya kembali langsung tampil menekan. Tekanan itu akhirnya berbuah hasil pada menit ke-61. Adalah Ferdinand Sinaga yang berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan David Pagbe. Akselerasinya diakhiri dengan sepakan kaki kiri yang mampu membobol gawang Persela.

Peluang didapatkan Ferdinand kembali pada menit ke-70. Sepakannya sempat ditahan Huda meski menimbulkan bola liar di depan gawang. Tapi bola liar itu belum bisa dimanfaatkan penggawa Sriwijaya FC lainnya.

Tibo akhirnya memperbesar keunggulan Laskar Wong Kito pada menit ke-76. Tibo mencetak gol setelah mendapatkan umpan matang dari Morimakan Koita, yang diakhiri sepakan kaki kirinya.

Di menit akhir pertandingan, Persela yang tertinggal dua gol mencoba tampil lebih menekan. Namun upaya mereka hanya berbuah satu gol melalui sundulan Agus Salim pada menit ke-89. Agus berhasil memanfaatkan umpan di depan gawang yang dilepaskan Balsa Bojovic. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.

Minggu, 25 Januari 2015

Benny Dolo Antisipasi Serangan Balik Persela Lamongan

Pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo menegaskan, Laskar Wong Kito tidak meremehkan Persela Lamongan, serta mengantisipasi mobilitas dan serangan balik calon lawan mereka di semi-final turnamen Surya Citra Media (SCM) Cup 2015, Minggu (25/1), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Berdasarkan pengamatan Bendol, sapaan akrab Benny, selama turnamen SCM Cup berlangsung, dua hal tersebut kerap diandalkan Laskar Joko Tingkir, sehingga sukses menembus ke semi-final.

Lebih jauh dikatakan Bendol, Persela bisa lolos ke semi-final tentu ada beberapa faktor lain yang mungkin tidak bisa dibaca lawan. Sebagai catatan Bendol, Persela mampu mengalahkan Persipura Jayapura yang notabene salah satu klub juara, dan sarat pemain mumpuni.

“Kalau saya lihat, mobilitas pemain dan counter-attack Persela bagus. Itu yang perlu diantisipasi,” ungkap Bendol.

“Persipura yang diunggulkan saja bisa dikalahkan. Mitra Kukar juga ditahan imbang. Jadi kita tidak boleh memandang remeh tim. Kita tidak tahu bagaimana mereka saat di lapangan."

Mantan juru taktik Persija Jakarta ini tidak melihat kekuatan Persela dari segi individu. Semua pemain dinilainya akan bermain dengan baik untuk memenangkan pertandingan.

“Dari dulu saya tidak memandang tim itu dari individunya. Saya selalu melihat tim secara utuh, karena sepakbola itu bermain dalam tim. Satu kiper, dan sepuluh di lapangan, semua saling berkaitan," pungkasnya.

Pada semi-final ini, Sriwijaya FC bakal mendapat keuntungan sebagai tuan rumah, karena bakal mendapatkan dukungan dari tribun. Pemain juga akan lebih termotivasi ketika bermain di hadapan publik sendiri. Namun Bendol menilai hal itu bukan sebagai jaminan skuat asuhannya bisa mudah memenangi laga.

“Jangan over confidence, karena itu tidak bagus. Yang pasti saya selalu tekankan kepada pemain, main maksimal, tampilkan sesuatu yang membuat penonton itu memadati stadion,” urai pelatih asal Manado itu.

Kamis, 22 Januari 2015

Semifinal SCM Digelar di Palembang

Laga Semi Final dan Final Turnamen Pra Musim Surya Citra Media (SCM) Cup 2015 akhirnya dipindah ke kota Palembang, setelah sebelumnya bakal digelar di kota Padang. Laga semifinal akan digelar Minggu (25/1) dan Final akan dilaksanakan Selasa (27/1), semuanya berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Seperti diketahui, SCM Cup 2015 ini digelar dengan format dua Grup dan diikuti 8 tim. Grup A berlaga di Padang yang diikuti Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta dan tuan rumah Semen Padang. Sedangkan Grup B bermain di Malang yang diikuti tim Arema Indonesia, Mitra Kukar, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura.

Direktur Marketing PSSI, Edhi Prasetyo mengatakan infrastruktur Stadion H Agus Salim, Padang menjadi alasan PSSI untuk memindahkan laga semifinal dan final ini. "Ya, pemindahan ini kita umumkan Rabu (21/1) sore tadi, seluruh 8 klub peserta sudah kami beritahu. Kejadian banjirnya rumput lapangan H Agus Salim saat hujan deras, yang mengakibatkan ditundanya laga Persija versus Sriwijaya juga menjadi faktor pemindahan ini,"kata Edhi Prasetyo.

Edhi menambahkan, kota Palembang dirasa sangat cocok karena punya pengalaman menggelar laga krusial dengan waktu penunjukan yang mendadak. "Saat semifinal-final ISL 2014 lalu Palembang mampu menggelar pertandingan dengan baik. Makanya, kota itu kami pilih. Kalau di kota Malang, ini kan Persebaya lolos semi final, kami tak mau berspekulasi bila nantinya tidak mendapat izin," tambah Edhi Prasetyo.

Hingga saat ini tiga tim telah memastikan diri lolos ke semi final yaitu Sriwijaya FC & Persebaya Surabaya dari Grup A, dan Arema Indonesia dari Grup B. Satu tiket terakhir diperebutkan antara Persipura dan Persela Lamongan yang masih melakoni laga terakhir Kamis (22/1).

Bajul Ijo Dampingi SFC ke Semifinal SCM Cup 2015

Persebaya Surabaya akhirnya mampu lolos ke semi final SCM Cup 2015 setelah mampu menahan imbang Sriwijaya FC dengan skor 1-1 di Stadion H. Agus Salim, Rabu (21/1). Bajul Ijo harus tertinggal lebih dahulu melalui penalti Ferdinand Sinaga, beruntung Otavio Dutra mampu menyamakan kedudukan yang juga terjadi dari titik putih penalti.

Empat menit pertandingan baru berjalan, Persebaya langsung memberikan ancaman. Sepakan Roberto Alvis usai mengeksekusi tendangan bebas hanya berada tipis di atas mistar gawang Sriwijaya yang dikawal Yogi Triana. Sriwijaya membalas. Pada menit kelima, Makan Koita melepaskan tendangan jarak jauh. Tapi, hasil sepakannya masih di atas gawang Bajul Ijo.

Jendri Pitoy melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-28. Dia menepis tendangan keras Ferdinand Sinaga yang mengarah ke pojok kiri atas gawang Persebaya setelah memanfaatkan tendangan bebas.

Koita kembali beraksi. Menit ke-29, dia melepaskan tendangan melengkung yang mengarah ke pojok kiri gawang Persebaya. Tapi, bola hasil sepakannya dari dalam kotak penalti itu belum mampu merobek gawang Jendri Pitoy.

Laskar Wong Kito kembali memberikan ancaman. Ferdinand melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti pada menit ke-32. Tapi, akurasi sepakannya tidak menemui sasaran.

Peluang emas Bajul Ijo tercipta pada menit ke-36. Aksi individu dan kecepatan Siswanto membuat lini pertahanan Sriwijaya kocar-kacir. Dia melepaskan umpan mendatar yang dimanfaatkan David Bala. Tapi sontekan David Bala masih bisa dihentikan Yogi Triana. Hingga babak pertama berakhir, kedua kesebelasan tidak bisa mencetak gol.

Tak lama dari kick off babak kedua, tepatnya menit 48, Siswanto menjatuhkan pemain depan SFC di area kotak penalti tanpa ampun wasit memberikan penalti. Ferdinand Sinaga yang ditunjuk sebagai algojo menuntaskan dengan baik.

Mencari hasil imbang, Persebaya agresif untuk mencetak gol penyama kedudukan. Percobaa melalui David Balla yang membentur pemain Sriwijaya masih tipis sisi kiri gawang Sriwijaya. Begitu juga peluang dari Fandi Eko dimenit 62', masih dapat di tepis kiper Yogi.

Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu oleh Persebaya tercipta setelah mendapat hadiah penalti,  ketika Agung Supriyanto dilanggar oleh Fakhruddin pada menit 76. Dutra mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membuat pertandingan menjadi imbang 1-1.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit tanda babak kedua berakhir. Dengan hasil ini Persebaya menemani Sriwijaya FC lolos ke semifinal, karena poin mereka tak mampu dikejar oleh Persija yang akan masih melangsungkan pertandingan nanti malam melawan tuan rumah Semen Padang.

Selasa, 20 Januari 2015

Sriwijaya FC Bungkam Semen Padang


Semen Padang harus menerima kekalahan kedua mereka di ajang Piala SCM 2015 ketika menghadapi Sriwijaya FC di kandang mereka sendiri, Stadion Haji Agus Salim, Senin (19/1) malam. Sebelumnya, tim racikan Jafri Sastra keok di laga pembuka Grup A menghadapi Persebaya Surabaya.

Eks striker Semen Padang Ferdinand Sinaga dan legiun asing Morimakan Koita jadi aktor kemenangan Sriwijaya dengan gol mereka di babak kedua. Sebagai buah balasan dari gol pembuka Airlangga Sucipto.

Sriwijaya tampil tanpa beberapa pemain andalan mereka dalam susunan sebelas awal, striker haus gol Ferdinand Sinaga dan playmaker asing Morimakan Koita tak diturunkan pelatih Benny Dolo. Meski demikian, 20 menit pertama Laskar Wong Kito mampu tampil leluasa dan mampu menekan tuan rumah.

Gol pun mampu diciptakan oleh Patrich Wanggai di menit ke-13 lewat tendangan bebas. Sayang, gol tersebut dianulir oleh wasit karena terdapat pemain Sriwijaya yang sudah terperangkap offside. Tujuh menit kemudian, lewat tendangan bebas Raphael Maitimo, Sriwijaya kembali mengancam gawang kawalan Fakhrurrozi, tapi tendangannya melenceng tipis.

Semen Padang perlahan mulai meyakinkan setelah laga berjalan setengah jam. Esteban Vizcarra mendapat kans menit ke-37 dan melepaskan tembakkan keras yang membentur mistar gawang. Sejurus kemudian, giliran Herman Dzumafo dan Ricky Ohorella yang melakukan tembakan spekulatif yang belum mampu mengubah skor 0-0 hingga paruh pertama usai.

Pada babak kedua, Bendol akhirnya menurunkan Morimakan dan Ferdinand untuk menggantikan Alan Martha serta Patrich Wanggai. Masuknya dua pemain tersebut cukup menambah keganasan Sriwijaya dalam menekan. Sempat Titus Bonai nyaris membawa Sriwijaya unggul ketika menerima umpan sepak pojok Ferdinand, sayangnya mistar gawang masih jadi pelindung.

Kabau Sirah akhirnya mampu unggul dari Sriwijaya pada menit ke-76. Gol cantik dari eks Persib Bandung Airlangga Sucipto mampu menaklukkan Dian Agus yang tampil bagus sepanjang laga. Umpan Hendra Adi Bayauw dari sisi kanan mampu disambar Airlangga dengan tendangan akrobatik yang sempat memantul tanah sebelum menjadi gol.

Namun Sriwijaya tak pantang menyerah. Ferdinand pun jadi penyelamat timnya dengan sundulan keras usai menerima umpan silang dari Tibo di sisi kiri. Fakhrurrazi dan para pemain belakang Semen Padang tak menyangka datangnya Ferdinand dan skor pun 1-1.

Petaka terjadi menit ke-88 ketika Fakhrurrazi melakukan blunder. Kiper dari Semen Padang itu berniat untuk memotong bola crossing, sayang bola yang sempat ia tangkap terlepas dan ada Morimakan yang dengan cemerlang menyambut bola liar tersebut. Skor 2-1 pun bertahan hingga laga usai.

Senin, 19 Januari 2015

Gallery Sriwijaya vs Persija - SCM Cup 2015

Sriwijaya vs Persija - SCM Cup 2015, Padang, Minggu (18/01).





Derby Andalas SCM Cup 2015

Sriwijaya FC kembali akan turun bertanding dalam laga lanjutan Grup A SCM Cup 2015. Tanpa masa rehat, karena harus menjalani laga tunda pagi tadi, Laskar Wong Kito langsung menantang tuan rumah Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang, Senin (19/1) besok.

Laga ini diprediksi bakal berlangsung ketat. Maklum saja, tuan rumah Semen Padang menderita kekalahan dari Persebaya Surabaya di laga perdana. Dengan keunggulan waktu istirahat dan spirit untuk bangkit, Kabau Sirah bisa sangat menyulitkan Sriwijaya FC.

“Menghadapi Semen Padang tentu berat, karena kita harus bertanding lagi tanpa istirahat. Tapi kami tetap bermain maksimal, seperti menghadapi Persija tadi pagi,” ungkap Pelatih Kepala SFC, Benny “Bendol” Dolo.

Bendol mengaku masih belum menentukan pemain yang akan diturunkan menghadapi Semen Padan. Ia memang dituntut lebih cermat dalam menyusun line-up, karena anak asuhnya masih didera kelelahan, usai menghadapi Persija pagi tadi.

“Kami akan latihan pagi sebelum bertanding, sekaligus menentukan pemain yang diturunkan. Karena saya harus melihat fisik pemain dan tak mau mengambil resiko hingga pemain cedera,” ujarnya.

Menurut mantan Pelatih Persija ini, kekuatan Semen Padang musim ini cukup mumpuni, terlebih adanya striker Herman Dzumafo. Kondisi tersebut dinilainya cukup timpang, di mana Abdoulaye Maiga yang menjadi palang pintu SFC bakal absen, lantaran dibekap cedera ketika menghadapi Persija.

“Kita akan waspadai pergerakan lawan, terlebih secara keseluruhan banyak juga kelemahan kita. Pemain harus disiplin disetiap lini dan menjaga koordinasi antara belakang dan lini depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Semen Padang memiliki ambisi besar untuk merebut trofi SCM Cup 2015. Karena pada ajang pra musim sebelumnya, yakni Piala Wali Kota Padang, Kabau Sirah hanya mampu finish diperingkat ketiga.
Pelatih Semen Padang, Jafri Satra, menuturkan, pihaknya hanya menyiapkan mental saat bentrok dengan Laskar Wong Kito. Karena untuk persiapan teknis sudah tak terkejar lagi, lantaran hanya ada satu hari waktu recovery.

“Kita belum tahu kekuatan SFC. Tapi mereka banyak diisi pemain bintang dan termasuk dalam kandidat juara. Tapi target kita tetap menang,” tuturnya singkat.

Laga yang juga bisa disebut sebagai Derby Andalas ini akan berlangsung mulai pukul 18.45 WIB. Rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Sriwijaya FC Bungkam Persija Jakarta

Sriwijaya FC akhirnya mampu mengatasi perlawanan Persija Jakarta, dalam laga tunda Grup A SCM Cup 2015 di Stadion H Agus Salim, Padang, Minggu (18/1) pagi. Gol tunggal kemenangan Laskar Wong Kito dicetak oleh Ferdinand Sinaga pada menit ke-70 lewat tendangan bebas indah kaki kirinya.

Laga ini sedianya berlangsung pada Sabtu (17/1) malam. Namun, kondisi lapangan stadion H Agus Salim yang tergenang air akibat hujan deras,  membuat laga ini harus digela pagi tadi, mulai pukul 08.30 WIB.

Selayaknya laga pra musim, kedua tim coba mengembangkan permainan dengan menguasai penguasaan bola. Namun, masalah finishing touch dan minimnya variasi membongkar pertahanan lawan, menjadi masalah yang masih meneripa kedua tim.

Pada babak pertama, Sriwijaya FC hanya melesakkan tiga tendangan ke arah gawang, sementara Persija tak berbeda jauh hanya membuahkan empat kali ancaman. Beruntung bagi Sriwijaya FC, sebuah peluang dari tendangan bebas, mampu dimaksimalkan menjadi gol oleh Ferdinand yang bertindak sebagai kapten kesebelasan.

Bagi Persija, ini menjadi kekalahan kedua dari Sriwijaya FC pada masa pra musim. Sebelumnya, Persija juga kalah adu penalti dari anak asuh Benny Dolo pada ajang Trofeo Persija. Namun, pelatih Persija, Rahmad Darmawan tidak terlalu memusingkan hasil ini.

“Secara umum sudah cukup puas dengan permainan anak-anak. Tapi tetap ada evaluasi yang harus dilakukan. Karena masa recovery yang sangat singkat, kemungkinan besar akan dilakukan rotasi pemain sampai 80 persen. Pemain yang belum main hari ini, besok akan masuk lineup,” kata Rahmad Darmawan, usai pertandingan.

Sementara kubu Sriwijaya FC pun tidak menyikapi berlebihan atas kemenangan ini. Pasalnya, tim pelatih punya sasaran lain dalam keikutsertaan di turnamen ini.

“Dalam turnamen ini, SFC fokus melakukan persiapan jelang ISL nanti. Berbagai taktik tim pelatih akan diuji coba pada SCM Cup ini. Yang jelas, tim pelatih juga harus putar otak karena waktu untuk istirahat sangat singkat. Besok kita akan kembali tampil, tentu kondisi masing-masing pemain akan diamati untuk menghindari risiko cedera," kata Asisten Pelatih Sriwijaya FC Hendri Susilo.

Dengan hasil ini, Sriwijaya FC dan Persebaya Surabaya sama-sama mengemas tiga poin, dengan catatn gol yang serupa, 1-0. Sebelumnya, Persebaya juga mampu membungkam tuan rumah Semen Padang dengan skor 1-0.

Pada Senin (19/1) besok, Persebaya akan menghadapi Persija Jakarta, kick-off : 15.15 WIB, sementara Semen Padang menjamu Sriwijaya FC dalam derby Andalas, mulai pukul 18.45 WIB. Keduanya akan digelar di Stadion H Agus Salim, Padang.

Minggu, 18 Januari 2015

Cuaca Buruk, Persija Vs Sriwijaya FC Ditunda

Pertandingan Surya Citra Media 2015 antara Persija Jakarta dan Sriwijaya FC yang seharusnya digelar di Stadion Agus Salim, Sabtu (17/1/2015) malam dihentikan akibat hujan deras. 

Pertandingan akan diselenggarakan kembali di lokasi yang sama pada Minggu (18/1/2015) pukul 08.30 WIB.

Hujan deras membuat lapangan tergenang. Setelah dua jam berdiskusi, semua pihak terkait menilai bahwa keadaan itu membuat bola tak bisa dimainkan dan memutuskan membatalkan pertandingan tersebut.

Rabu, 14 Januari 2015

8 Tim Meriahkan SCM Cup 2015

Delapan klub Indonesia Super League (ISL) 2015 akan mengikuti Turnamen Pra Musim yang bertajuk SCM (Surya Citra Media) Cup 2015 yang akan berlangsung pada tanggal 17 hingga 27 Januari mendatang.

Ke-8 tim ini adalah Semen Padang, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, dan Persebaya Surabaya yang tergabung di Grup A. Sedangkan empat tim lainnya berada di Grup B, yakni Arema, Persela Lamongan, Mitra Kukar dan Persipura Jayapura.

Grup A akan dimainkan di Stadion Agus Salim, Padang, dan Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang. Laga Semen Padang versus Persebaya Surabaya di Padang akan menjadi laga pembuka pada, Sabtu (17/1) nanti.

Direktur Program dan Produksi SCM, Harsiwi Achmad mengatakan, SCM Cup 2015 merupakan bagian dari bentuk komitmen SCTV dan Indosiar untuk menghibur kepada pecinta sepakbola di Indonesia.

"Seluruh pertandingan bakal disiarkan secara langsung di dua stasiun televisi (SCTV dan Indosiar) yang berada di bawah naungan SCM. Kami berharap SCM Cup ini dapat menjadi bagian dari persiapan menuju pertandingan ISL 2015,"kata Harsiwi.

"Bangga kembali bekerja sama dengan PSSI, ini event lanjutan dari SCTV Cup yang dulu pernah 2 kali digelar. Tim khusus akan kita terjunkan di dua kota itu untuk menghasil kualitas gambar dan tontonan yang menarik. 11 kamera kita kerahkan agar standart siaran dengan kualitas bagus,"jelas Harsiwi.

Berikut Jadwal Pertadingan dan Siaran Langsung

Penyisihan Grup
17 Januari: Semen Padang vs Persebaya (15.30/SCTV), Persija vs Sriwijaya FC (19.30/Indosiar)
18 Januari: Arema vs Mitra Kukar (15.30/SCTV), Persipura vs Persela (18.30/Indosiar)
19 Januari: Persebaya vs Persija (15.30/SCTV), Sriwijaya FC vs Semen Padang (18.30/Indosiar)
20 Januari: Mitra Kukar vs Persipura (15.30/SCTV), Persela vs Arema (18.30/Indosiar)
21 Januari: Persebaya vs Sriwijaya FC (15.30/SCTV), Semen Padang vs Persija (18.30/Indosiar)
22 Januari: Arema vs Persipura (15.30/SCTV), Persela vs Mitra Kukar (18.30/Indosiar)

Semifinal
25 Januari: Winner A vs Runner-Up B (15.30/SCTV), Winner B vs Runner-Up A (18.30/Indosiar)

Final dan Perebutan Tempat Ketiga
27 Januari: Loser SF 1 vs Loser SF 2 (15.30/Indosiar), Winner SF 1 vs Winner SF 2 (18.30/SCTV)

Tidak Lolos Verifikasi, Vaquero Akhirnya Dipulangkan

Kabar tidak lolosnya Cristian Vaquero pada proses verifikasi yang dilakukan PT Liga Indonesia membuat Sriwijaya FC harus segera mencari pemain pengganti. Pemain asal Uruguay tersebut memang harus menerima pil pahit didepak karena dianggap tidak memenuhi persyaratan administrasi klub asal dan jumlah penampilan di kompetisi terakhir.

Namun manajemen PT SOM sendiri mengaku tidak terlalu panik dan sudah menyiapkan sejumlah alternatif pengganti Vaquero. “Sebenarnya saat sebelum Trofe Persija kemarin kami sudah diberitahu mengenai kemungkinan tersebut, namun saat itu kami masih berusaha meyakinkan dan belum mendapat pemberitahuan secara resmi,” ujar sekretaris tim, Ahmad Haris saat dikonfirmasi Selasa (13/1) siang.

Menurutnya, saat ini pihaknya sudah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa agen untuk mendatangkan pemain baru sebagai pengganti. “Sudah ada pembicaraan, kita juga beruntung karena kick off ISL dimundurkan. Yang jelas kita menghormati peraturan yang dibuat demi kemajuan kompetisi kedepan, mungkin besok (Rabu-red) Vaquero sudah akan pulang ke negaranya,” tambahnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid bahwa pembatalan kontrak memang dapat dilakukan jika sang pemain tidak memenuhi aspek verifikasi PT Liga. “Yang harus diketahui bahwa yang mengajukan verifikasi itu adalah agen pemain, bukan klub. Jadi dalam hal ini, surat yang mengatakan bahwa Vaquero tidak lolos dikeluarkan oleh PSSI kepada agen terlebih dulu, baru diteruskan ke klub yang mengontrak dalam hal ini SFC. Jika tidak lolos tentu akan bermasalah kedepan, misalnya saat pengurusan ITC,” bebernya.

Menurutnya, berdasarkan surat yang diterima pihaknya, Vaquero memang dinyatakan tidak lolos karena bermain di divisi dua Liga Uruguay. “Jadi bukan karena jumlah penampilan, melainkan klub asalnya yang tidak memenuhi persyaratan, PT Liga sendiri memang mengeluarkan beberapa aturan untuk negara asal pemain, ada beberapa tingkatan seperti Brasil yang berbeda dengan Uruguay,” tambahnya

Sementara itu, Nelson Sanchez selaku agen Cristian Vaquero menjelaskan dirinya juga sudah diberitahu mengenai kabar ini dan tengah menyiapkan pemain baru untuk SFC. “Perlu dipahami bahwa kesepakatan atau deal sudah terjadi sebelum munculnya peraturan itu. Jadi tidak ada yang perlu dipersalahkan, kemarin saya juga sudah mencoba menjelaskan ke PT Liga mengenai status negara Uruguay yang memiliki peringkat FIFA tinggi dan berprestasi di dunia,” jelasnya saat dihubungi via telpon Selasa (13/1).

Namun dirinya tidak mempermasalahkan dan langsung fokus mencari pemain baru yang akan kembali ditawarkannya kepada manajemen SFC. “Tentu saya harus bertanggung jawab, saya sudah ada kontak dengan SFC dan mengatakan jika mereka berminat saya akan bawa pemain kembali, tapi saya juga tidak masalah jika SFC mencari pemain lain. Intinya saya tidak lepas tangan dan akan membantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan PT Liga,, hanya pemain yang berasal dari kompetisi kasta ketiga dua negara yakni Brasil dan Argentina yang bisa secara otomatis lolos bermain di ISL. Selain itu, untuk pemain yang sebelum bermain di Cili, Paraguay, dan Kolombia, minimal bermain di kompetisi kasta kedua. Selain lima negara itu, maka sang pemain sebelumnya harus bermain di kompetisi level tertinggi, termasuk yang berkiprah di kompetisi Uruguay.

Rabu, 07 Januari 2015

Raphael Maitimo Gabung Sriwijaya FC

Sriwijaya FC langsung mengikat Raphael Maitimo dengan kontrak berdurasi satu musim setelah dinyatakan lolos tes medis di RSMH (Rumah Sakit Umum Hoesin), Palembang, pukul 10.00 WIB, Selasa (6/1). Hanya saja, proses tanda tangan kontrak tidak akan dilakukan di Palembang.

Manajer Sriwijaya FC, Robert Heri mengatakan mantan pemain Mitra Kukar ini akan langsung bergabung bersama tim yang akan menuju Jakarta, Rabu, (7/1). Menyusul, skuat asuhan Benny Dolo itu akan bersiap mengikuti turnamen pramusim Trofeo Persija Jakarta, 11 Januari nanti.

"Alhamdulilah tes kesehatan Maitimo berjalan lancar dan positif, kondisinya fit, bagus," kata Robert.

Untuk tanda tangan kontrak sebenarnya manajemen menginginkan dilakukan di Palembang, hari ini. Tapi karena presiden SFC, Dodi Reza Alex, masih berada di Jakarta, jadi penandatanganan tersebut akan dilakukan di Jakarta.

"Hari ini (tanda tangan kontrak) tidak sempat lagi. Besok pagi jam 06.00 WIB tim harus berangkat ke Jakarta, termasuk Maitimo sendiri ikut berangkat," jelasnya.

Sementara itu, Maitimo mengaku senang bisa bergabung dengan SFC yang menurutnya sebagai klub terbaik dan sarat juara di sepakbola tanah air.

"SFC juga punya target juara (musim 2015), pelatihnya juga (Benny Dolo), saya sudah kenal," tutupnya.

Senin, 05 Januari 2015

Christian Vaquero Resmi Dikontrak Sriwijaya FC

Usai menjalani tes medis dan menandatangani kontrak satu musim bersama Sriwijaya FC, Christian Vaquero resmi memperkuat Laskar Wong Kito untuk Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Pemain asal Uruguay itu telah menjalani tes medis, Jum'at (2/1), di RSMH (Rumah Sakit Mohammad Hoesin) Palembang dan melakukan tanda tangan kontrak, Sabtu (3/1), di Swarna Dwipa Residence.

Manajer SFC, Robert Heri, mengatakan secara umum kondisi mantan pemain Huracan ini dalam keadaan sehat dan tidak terdapat riwayat cedera yang baru dialami ataupun cedera kambuhan.

"Menurut dokter, dalam pemeriksaannya tidak terlihat bekas cedera yang signifikan pada kesehatan Vaquero. Dokter merekomendasikan agar Vaquero segera bergabung dalam latihan, karena dari segi fisiknya sama sekali tidak ada masalah," ungkap Robert Heri.

"Karena tidak ada masalah lagi, maka kami langsung sodorkan kontrak kepadanya (satu musim)," tambah Robert.

Sementara itu, dua legiun asing lainnya Abdoulaye Maiga dan Morimakan Koita yang telah menjalani verifikasi maupun tes medis yang dilakukan PT Liga Indonesia 23 Desember lalu, juga sudah dinyatakan lolos.

"Menurut dokter, keduanya tidak ada masalah, kesehatan mereka oke," pungkas Robert.

Ini Tim Yang Diwaspadai Ferdinand Sinaga Bisa Menjegal Sriwijaya FC Juara

Penyerang anyar Sriwijaya FC, Ferdinand Alfred Sinaga, mewaspadai beberapa tim yang bakal menjadi pesaing serius Laskar Wong Kito dalam memperebutkan gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2015. Meski begitu, dia menilai SFC saat ini sudah mengawali kompetisi dengan baik lantaran cepat dalam merekrut pemain dan memulai latihan sebagai persiapan menghadapi musim depan.

Saat ini, selain SFC ada beberapa tim yang juga sudah memulai persiapan serius dan menargetkan juara seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema Cronus, Barito Putera, Persebaya Surabaya, hingga Mitra Kukar. Ferdinand mengakui persaingan untuk meraih juara pada musim depan sangat ketat.

"Saya memandang dari beberapa tim itu, lebih condong ke Persija (yang akan menjadi pesaing kuat) karena di sana ada pemain-pemain yang bagus. Barito juga ada pemain-pemain eks timnas U-19 dan pemain senior yang kualitasnya bagus," ucap Ferdinand, dalam jumpa pers di hotel Arya Duta, Palembang, Minggu (28/12).

Di samping itu, Ferdinand juga menilai klubnya musim lalu, Persib sebagai tim yang bisa menjegal langkah skuat asuhan Benny Dolo untuk menjadi juara. "Persib adalah tim yang kompak. Tim juara menurut saya adalah tim yang bisa membangun para pemainnya dengan kompak. Persipura juga selalu menjadi tim yang mau juara. Mereka sedikit dalam melakukan perombakan pemain. Semua tim harus kami waspadai," jelasnya.

Abdoullaye Aziz Youssouf Maiga Mengaku Menolak Gaji Rp 150 Juta Perbulan Demi Gabung Sriwijaya FC

Stopper asing, Abdoullaye Aziz Youssouf Maiga menunjukkan loyalitasnya demi Sriwijaya FC. Pemain asal Mali itu bahkan rela menolak gaji 10.000 euro atau sekitar Rp 150 juta per bulan yang ditawarkan klub lamanya, Gazélec Ajaccio.

“Sejak akhir musim lalu banyak tawaran yang datang, terutama dari klub-klub Eropa. Di klub lama saya gajinya 10.000 euro, tapi saya putuskan tetap pilih SFC meskipun gajinya lebih rendah,” katanya .

Menurutnya, bermain di Liga Indonesia bersama SFC dia mendapatkan kenyamanan tersendiri jika dibandingkan bermain di Prancis. Apalagi masyarakat Indonesia khususnya di Sumsel, memberikan sambutan dengan sangat baik meskipun dia pemain asing.

Faktor lingkungan dan suasana kota Palembang yang tidak terlalu ramai dengan hingar-bingar pun ikut memperkuat keinginannya untuk bertahan.

“Di sini enak tidak terlalu ramai, beda dengan di Prancis yang sebaliknya. Nilai kontrak ataupun gaji bukan hal utama, yang terpenting bagi saya kenyamanan,” ucap Maiga.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *