April 2015

Sabtu, 25 April 2015

Dian Agus Prasetyo Tetap Dipercaya Benny Dolo


Pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo mengungkapkan, ia tetap menaruh kepercayaan kepada Dian Agus Prasetyo untuk berdiri di bawah mistar Laskar Wong Kito pada Indonesia Super League (ISL) 2015.

Dari tiga laga yang sudah dijalani, gawang Sriwijaya FC sudah kebobolan enam kali. Walau begitu, Bendol, sapaan Benny, menilai performa Dian Agus sejauh ini tetap stabil, meski pun gagal menciptakan clean seat di tiga laga tersebut.

“Kebobolan yang terjadi itu tidak bisa disalahkan dari per lini saja, karena sepakbola itu bermain dengan kolektivitas tim. Untuk penampilan Dian sendiri masih tetap stabil. Kalau dilihat dari proses golnya, itu sudah sewajarnya menjadi gol,” urai Bendol.

Sementara itu, pelatih kiper Haryono tengah fokus meningkatkan ball feeling ketiga penjaga gawang Sriwijaya FC. Haryono mengaku tidak mengetahui proses enam gol yang bersarang di gawang Dian Agus, lantaran sedang mengikuti kursus pelatih C AFC.

“Saya tidak lihat siarannya, karena waktu itu saya lagi ikut pelatihan C AFC, dan baru selesai setelah SFC lawan PSM,” kata Haryono.

“Sekarang saya maksimalkan latihan di situasional shooting dan croosing ball. Untuk fisik, semuanya bagus.”
Di sisi lain, Dian Agus tidak menyalahkan rekan satu timnya, dan menilai kebobolan sebanyak enam kali itu akibat kesalahan kolektif.

“Kalau saya melihat, kurangnya kesiapan pemain belakang, terlalu gugup ketika ada serangan balik, mudah kehilangan bola, kurang konsentrasi, komunikasi juga harus ditingkatkan. Tapi mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Polda Sumsel tak Izinkan Pertandingan Sriwijaya FC vs Persib Bandung


 
Seperti halnya dengan sejumlah kota lain, Polda Sumsel juga menerima perintah Mabes Polri untuk tidak mengizinkan kompetisi QNB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Mengacu hal ini, pertandingan antara Sriwijaya FC (SFC) melawan Persib Bandung di Gelora Jakabaring Palembang Minggu (3/5/2015) nanti terancam batal.

Dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, Polda Sumsel sudah menerima perintah Mabes Polri terkait larangan pemberian izin untuk pertandingan sepakbola, termasuk lanjutan kompetisi QNB.

Perintah itu disampaikan melalui Telegram Rahasia Mabes Polri yang diterima Polda Sumsel belum lama ini.
"Karena itu perintah atasan, harus dilaksanakan Polda Sumsel. Jadi, kita tidak memberikan izin digelarnya pertandingan sampai ada koordinasi lanjutan," kata Djarod, Jumat (24/4/2015).

‪Dasar surat ini, dikatakan Djarod, memang ada permintaan dari pihak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk tidak memberikan izin pertandingan QNB League di setiap daerah yang akan menggelar pertandingan ini.‬

Djarod pun mengaku belum tahu persis isi perintah tersebut. Hanya saja, isinya berintikan larangan pemberian izin untuk pertandingan sepakbola.

Minggu, 12 April 2015

Laporan Pertandingan: PSM Makassar 3-3 Sriwijaya FC


 

PSM Makassar hanya berhasil meraih poin satu pada laga kedua mereka di Indonesia Super League (ISL) 2015. Itu setelah, mereka bermain imbang 3-3 dengan Sriwijaya FC di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sabtu (11/4) petang.

Dengan demikian, PSM saat ini meraih poin empat dari dua laga. Sedangkan Sriwijaya FC baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.

Babak pertama

Tampil di depan pendukung sendiri, PSM langsung menggebrak. Tendangan Muhammad Rahmat masih bisa ditangkap dengan baik oleh kiper Sriwijaya FC, Dian Agus Prasetyo. Tekanan tak berhenti sampai di situ. 

Namun, para penggawa Laskar Wong Kito masih mampu untuk meredam alur serangan yang dibangun Ponaryo Astaman dan kawan-kawan hingga pertandingan berjalan sepuluh menit.

Sriwijaya sendiri sempat mendapatkan peluang emas melalui Ferdinand Sinaga. Namun, bola hasil sepakan kaki kirinya masih bisa ditepis Markus Haris Maulana. PSM membalas lewat tendangan Kurniawan Karman. Tapi juga masih bisa ditepis Dian Agus.

PSM terlihat mendominasi jalannya pertandingan, sementara Sriwijaya FC mengandalkan serangan balik cepat. Serangan balik cepat tersebut nyaris membuahkan gol, jika tendangan mendatar Goran Ljubojevic di dalam kotak penalti tidak berhasil ditepis Markus.

Hingga akhirnya, umpan sodoran Nemanja Vucicevic berhasil diteruskan Syamsul Chaeruddin menjadi gol pada menit ke-28. Papan skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

PSM masih terus melakukan tekanan. Vucicevic kembali memberikan sodoran yang memanjakan untuk Aditya Putra Dewa. Namun kali ini sepakan Aditya masih bisa diblok Dian Agus.

Sriwijaya sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-33 melalui aksi Ferdinand Sinaga. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Ferdinand dinilai sudah terjebak off-side lebih dulu.

PSM kembali melanjutkan tekanan mereka ke lini pertahanan tim tamu. Tendangan kaki kiri Aditya kembali bisa ditepis Dian Agus.

Sriwijaya akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45 melalui sundulan Goran Ljubojevic. Ljubojevic berhasil memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Ferdinand untuk menjadi gol. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, PSM kembali mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Namun upaya mereka masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Titus Bonai dan kawan-kawan. Bahkan, Sriwijaya FC mampu mengancam gawang PSM lebih dulu.

Tapi kali ini sundulan Ljubojevic masih bisa ditangkap dengan baik oleh Markus.

PSM akhirnya kembali unggul pada menit ke-54 melalui sepakan penalti Vucicevic. Tendangan Vucicevic yang mengarah keras ke pojok kanan atas gawang Sriwijaya tak bisa dijangkau Dian Agus. Skor berubah 2-1 untuk PSM.

Unggul satu gol, membuat para penggawa tim Juku Eja kian bersemangat. Benny Dolo pun mencoba menangkal dengan memasukkan Morimakan Koita untuk menggantikan Asri Akbar pada menit ke-65, guna meningkatkan daya kreativitas timnya.

Hasilnya, Koita berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit berselang. Koita berhasil menyundul dengan baik umpan dari Patrich Wanggai di depan gawang PSM.

Tak ayal, pertandingan pun semakin berjalan menarik. Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. 

PSM kembali unggul setelah Aditya berhasil mencetak gol pada menit ke-77. Aditya berhasil memanfaatkan umpan sodoran Muchlis Hadi Ning Syaifulloh di depan gawang Sriwijaya. Skor 3-2 untuk PSM.

Kembali tertinggal, Sriwijaya mencoba tampil lebih menekan. Mereka pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat sundulan Ljubojevic, dengan memanfaatkan umpan Ferdinand. 

Kedudukan kembali seimbang, jual-beli serangan pun terjadi lagi. Hingga pertandingan usai, skor tetap 3-3. 

Susunan pemain:

PSM Makassar: 28 Markus H.; 2 Hendra Wijaya, 3 Rasul, 5 Boman Bi Aime, 18 A Maulana; 11 Ponaryo Astaman, 8 Syamsul, 25 A.P Dewa, 13 Kurniawan Karman; 7 M. Rahmat, 9 Nemanja Vucicevic
Cadangan: 92 Dimas G, 19 Iqbal Samad, 22 Ardan Aras, 17 Rasyid, 27 Maldini Pali, 37 Muchlis Hadi, 26 Johan Y
Pelatih: Hans Peter Schaller

Sriwijaya FC: 33 Dian Agus; 5 A. Maiga, 22 Wildansyah, 26 Fachruddin, 14 Fathul Rahman; 6 Asri Akbar, 8 Raphael Maitimo, 17 Ferdinand Sinaga; 25 Titus Bonai, 88 Patrich Wanggai, 9 Goran Ljubojevic
Cadangan: 1 Yogi Triana, 10 Morimakan Koita, 24 Ichsan Kurniawan, 28 Nanak, 30 Jecky Arisandi, 37 Rizky Dwi, 91 Yohanis Nabar
Pelatih: Benny Dolo

Selasa, 07 April 2015

PREDIKSI SRIWIJAYA FC VS SEMEN PADANG


Tim pelatih Sriwijaya FC (SFC) telah meminta seluruh pemain melupakan hasil pertandingan pertama dan harus move on saat menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Selasa (7/4).

Karena Laskar Wong Kito wajib membayar kepercayaan publik sepakbola Sumsel, pasca ditahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR), akhir pekan kemarin. Apalagi, Kabau Sirah, julukan Semen Padang, juga pernah menahan imbang SFC di Gelora Sriwijaya, pada even pra musim sebelumnya. Jadi, pada laga kedua besok, Ferdinand Sinaga dkk mutlak harus memberi kemenangan pertama, demi menjaga kepercayaan pendukung setianya.

Asisten Pelatih SFC, Hendri Susilo menuturkan, mereka tidak ingin lagi membuat raut kekecewaan pendukung SFC kecewa di markas sendiri. Berkaca dari itulah, pihaknya langsung melakukan beberapa pembenahan cepat, khususnya penyelesaian akhir.

“Lawan (Semen Padang) sudah tiba di Palembang. Jadi kami harus melupakan pertandingan kemarin dan menyiapkan strategi untuk mendapat kemenangan,” tuturnya.

Hendri mengungkapkan, kurangnya organisasi tim mengharuskan jajaran pelatih berfikir keras, untuk menyeimbangkan dengan skema yang disiapkan head coach Benny “Bendol”Dollo. "Bukan persoalan penyelesaian akhir. Tapi organisasi tim kita sedikit kacau. Makanya kita behani persoalan tersebut," ungkapnya.

Dilanjutkannya, walau pernah merasakan kekuatan Kabau Sirah pada Gubernur Sumsel Cup 2015 Maret lalu, namun SFC tetap mengusung target menang. "Ini kompetisi resmi, kami tidak mau bermain imbang. Target menang dan tiga poin harus kami dapat," tandasnya.

Sementara itu, Pelatih Semen Padang Nil Maizar telah menyiapkan 19 pemain dari Padang ke Palembang. Nil menjelaskan, kekalahan tipis dari Persib Bandung pada laga away pertama mereka, cukup memberi motivasi besar. Tanpa mengundur-undur waktu, mereka sudah berada di Palembang hari ini, demi menyiapkan tim menghadapi tuan rumah.

"Target kami mencuri poin, karena di laga perdana kita gagal. Kami yakin, bisa menang di sini. Melawan SFC bukan lagi hal baru, tim juga baru-baru ini bertemu dengan mereka di laga pra musim," pungkasnya.

Minggu, 05 April 2015

Laporan Pertandingan: Sriwijaya FC 1-1 Pelita Bandung Raya


Kendati mendominasi permainan, Sriwijaya FC harus puas bermain imbang 1-1 kala menjamu Pelita Bandung Raya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (4/4) malam WIB, dalam pekan pertama Indonesia Super League (ISL) 2015.

Pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo menerapkan skema permainan agresif dengan menurunkan pemain berkarakter menyerang, seperti Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Goran Ljubojevic. Sedangkan pelatih PBR Dejan Antonic mengandalkan Yongki Aribowo.

Babak pertama

Bermain di hadapan pendukungnya, Sriwijaya FC langsung tancap gas sejak peluit kick-off ditiupkan wasit untuk menekan pertahanan PBR. Namun tidak mudah bagi Sriwijaya FC, karena PBR meladeni permainan agresif tuan rumah.

Pendukung Sriwijaya FC hampir saja bersorak kegirangan ketika laga memasuki menit ke-11 saat timnya mendapatkan peluang emas. Namun sepakan Ljubojevic hanya menghantam mistar gawang.

Sriwijaya FC perlahan-lahan mulai mendominasi permainan, dan memaksa PBR bertahan. Barisan belakang The Boys Are Back harus bekerja keras untuk membendung gempuran Sriwijaya FC.

Peluang kembali diperoleh Sriwijaya FC untuk membuka keunggulan. Asri Akbar yang mempunyai tendangan keras melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, tapi dapat ditepis Deniss Romanovs.

Kubu tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan menjelang babak pertama berakhir. Patrich memberikan umpan matang kepada Ljubojevic untuk menanduk bola ke dalam gawang Romanovs. Skor 1-0 menutup paruh pertama.

Babak kedua

Bermodalkan keunggulan satu gol, Sriwijaya FC makin percaya diri menjalani babak kedua. Laskar Wong Kito tidak mengendurkan permainan agresif mereka untuk menggandakan keunggulan.

Di lain sisi, PBR mencoba mencari celah dengan melakukan serangan balik cepat ke pertahanan Sriwijaya FC. Hanya saja, penyelesaian akhir yang buruk membuat upaya PBR tidak membuahkan hasil.

Laga berjalan satu jam, Deniss kembali berjasa mencegah Sriwijaya FC memperbesar margin gol. Kiper PBR tersebut sukses mementahkan peluang Sriwijaya FC melalui tendangan keras Fachrudin.

Keasyikan menyerang, pertahanan Sriwijaya FC lengah, sehingga PBR mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-77. Berawal dari umpan terobosan, David Laly mengiring bola hingga ke dalam kotak penalti, dan terlebih dahulu memperdayai Dian Agus Prasetyo untuk mengubah papan skor menjadi 1-1.

Di waktu tersisa, Sriwijaya FC menggempur pertahanan PBR. Sejumlah peluang diperoleh melalui Ljubojevic, Morimakan Koita, dan Ferdinand, tapi tidak membuahkan hasil, sehingga laga ditutup dengan skor imbang.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Sriwijaya FC:
Dian Agus Prasetyo; Abdoulaye Maiga, Fathul Rahman, Fachrudin, Wildansyah, Asri Akbar (Ichsan 80'), Raphael Maitimo, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai (Yohanis 85'), Patrich Wanggai (Morimakan 71'), Goran Ljubojevic.
Cadangan: Yogi Triana; Morimakan Koita, Ichsan Kurniawan, Ngurah Nanak, Jecky Arisandi, Syakir Sulaiman, Yohanis Nabar.
Pelatih: Benny Dolo

PBR: Deniss Romanovs; CH Rifan, Hermawan, Boban Nikolic, Satrio Syam (Nova 84'), Legimin Raharjo, Kim J Kurniawan, David Laly, Wawan Febriyanto, Rachmad Hidayat (Ghozali 71'), Yongki Aribowo.
Cadangan: Alfonsius Kelvan; Nova Arianto, M Syaifudin, Iman Faturrahman, Dolly R  Gultom, Riyandi Putra, Ghozali Siregar.
Pelatih: Dejan Antonic

Sabtu, 04 April 2015

Laga Pembuktian Armada Sriwijaya FC


Laga perdana Indonesia Super League 2015, Sriwijaya FC (SFC) akan menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu, (4/4) pukul 21.00 WIB. Laskar Wong Kito diprediksikan menang mudah dari tim tamu dengan materi-materi dimiliki sekarang. Kondisi tersebut tidak harus membuat Ferdinand Sinaga dkk angkat bahu.

Dalam catatan pertemuan ISL 2014, The Boys Are Back julukan PBR sebagai tim pendatang baru kala itu. Berhasil menumbangkan Laskar Wong Kito didepan publik sendiri skor 1-0, Minggu, (31/08/14). 

Karena di pertemuan pertama SFC mampu kalahkan PBR di laga away skor 0-1 (06/02/14). Hal itu membuat Laskar Wong Kito angkat bahu saat berlaga kandang hingga mengakibatkan kekalahan.

"Saya selalu tekankan agar semangat pemain tidak kendor. Seperti anggap remeh lawan. Kita harus menang malam nanti," kata Pelatih Kepala Benny "Bendol" Dollo.‎ 

Bendol getol ingin mempertahankan 3 poin pertamanya di kompetisi perdana tersebut. Bendol yakin, dengan persiapan empat bulan semua materi dan menu latihan dilahap pemain bisa di maskimalkan untuk meladeni PBR."Semua lini sudah siap! Anak-anak harus bermain maksimal. Target jelas saya tidak ingin imbang tapi menang,"tegas Bendol.

Bendol juga menjabarkan, kondisi pemain tidak ada yang cedera ataupun sakit. Maiga yang sempat menderita gejala tipes sudah pulih dan siap menjadi palang pintu menjaga gawang Dian Agus.

"Sepulang saya dari timnas semua kondisi fisik pemain saya cek. Kondisi pemain prima dan siap dimainkan,"ujarnya.

Disinggung soal taktik dan pola permainan Bendol tidak ingin mengumbar-umbarnya. Tetapi Bendol lebih memberikan intruksi kepada anak asuhnya melakukan tekanan dimenit pertama.

"Tekanan-tekanan harus selalu dilakukan pemain. Itu apabila ingin menang,"pungkasnya.

Disisi lain PBR tampaknya sangat siap menghadapi SFC. Dengan 19 pemain diboyong Dejan Antonic, The Boys Are Back memiliki misi mencuri poin di Palembang.

"Memang berat menghadapi SFC musim ini. Para pemain mereka bukan tim yang kita lawan musim lalu. Tetapi kami datang kesini ingin mendapatkan poin,"kata Pelatih PBR Dejan Antonic.

Dejan menjelaskan,persoalan gaji pemain dan hilangnya beberapa pilar terbaik PBR ke klub-klub lain. Tidak menurunkan mental anak asuhnya. Karena manajemen PBR telah melunasi semua tungakan gaji dan janji para pemain tetap kontisten membela PBR.

"Kami semua ingin tunjukan kepada orang-orang kita tidak ada masalah dan pemain semua semangat. Itu akan kita tunjukan di pertandingan malam nanti,"tegasnya.

Susunan Pemain 

Sriwijaya FC
Pelatih : Benny Dollo
Formasi : 4-4-2
Kiper : Dian Agus Prasetyo
Bek : Fathurahman, Abdoulaye Maiga, Fachrudin, Wildansyah
Gelandang bertahan : Asri Akbar dan Maitimo
Gelandang serang : Titus Bonai, Morimakan Koita, Ferdinand Sinaga
Striker : Goran Ljubojevic

Pelita Bandung Raja
Pelatih : Dejan Antonic
Formasi : 4-4-2
Kiper : Dennis Romanovs
Bek : Nova Arianto, Satrio Siyam, CH Rifan dan Mokhamad Syaifudin
Gelandang : David Laly, Agus Indra Kurniawan, Rafid Chadafi Lestaluhu dan Muhammad Arysad
Striker : Heri Susanto dan Yongki Ariwibowo

QNB League


Kompetisi Indonesia Super League 2015 yang akan kick-off mulai 4 April besok, memasuki babak baru. PT Liga Indonesia dan business partnernya, BV Sports, memperkenalkan QNB (Qatar National Bank) Group,  “Salah  Satu  Bank  Terkuat  Dunia” dan  bank  terdepan  di  Timur  Tengah  dan  Afrika, telah  mendapatkan  hak  sponsor  eksklusif  “Title-­‐Partner”  atas  Indonesia  Super  League (ISL)  sampai  akhir  musim  2017. 

Kerjasama prestisius ini pun melahirkan tittle baru ISL  yaitu  “QNB  League”. Presiden  Direktur BVSports,  Hari  Widodo mengatakan ini adalah langkah bersejarah bagi masa depan sepakbola Indonesia.
“ Dukungan  dari QNB  Group  selama  3  musim  ke  depan  akan  membantu  liga  untuk  berkembang  dan  tumbuh  dengan  pesat.  QNB  adalah  Banking  Brand  kelas  internasional  dengan  track  record yang  sudah  terbukti  dalam  menunjukkan  kepedulian  mereka  yang  tinggi  terhadap  sepakbola  dan  bagi  ISL  untuk  memiliki  mereka  sebagai  sponsor  “Title Partner”  merupakan sebuah  kehormatan,” ungkap Hari Widodo.

Lebih lanjut, Hari Widodo berharap melalui  kemitraan  ini, baik  QNB  Group  maupun  “QNB  League” akan  menghasilkan  keberadaan  yang  semakin  kuat  dan  tahan  lama  di  hati  para  fans  sepakbola Indonesia. 

“Kami  tidak  sabar  untuk  memulai  musim  ini  dengan  harapan  yang  sangat  besar dan  bersama  dengan  QNB  Group  kami  akan  mengangkat  liga  ke  tingkat  yang  lebih tinggi.” Imbuhnya.

Menandai  pentingnya  sponsorship  di  Indonesia  bagi  QNB  Group,  General  Manager, Group  Communication,   Yousef  Darwish  mengaku punya misi yang sejalan dengan perkembangan sepakbola Indonesia.

“Sebagai  bagian dari harapan dan rencana perluasan pertumbuhan  kami  di  Asia,  kesempatan  sponsorship  yang  penuh  gengsi  ini  akan  meningkatkan  visibilitas  dan  profil  dari merek  QNB  di  pasar  kunci  internasional.  Kami  telah  berada  di  Indonesia  sejak  tahun 2011  dan  meningkatnya  popularitas  sepakbola  di  seluruh  negeri  akan  menempatkan “QNB  League” sebagai  platform  olahraga  terbaik  di  Indonesia,” kata Yousef.

QNB sebelumnya telah memiliki track record yang sukses dalam mendukung sepakbola, seperti menjalin sponsorship dengan klub papan atas Perancis, Paris  St. Germain  dan Asian  Football  Championship  (AFC).