Sriwijaya FC Sengaja Simpan Tenaga untuk Arema

PALEMBANG - Menang tipis dari Persegres United pada laga Piala Jenderal Sudirman, Kamis (19/11/2015) di stadion Kanjuruhan Malang, memang membawa sedikit pertanyaan besar bagi pecinta Laskar Wong Kito. 

Dengan level SFC, selayaknya skor tidak berakhir dengan gol tunggal. Namun, di balik permainan SFC yang dinilai belum berkembang, ada taktik yang dilancarkan jajaran pelatih SFC.

Sejak menurunkan tim, tidak semua pemain inti diturunkan. Bahkan, ada beberapa pemain yang baru diturunkan jelang akhir demi adaptasi lapangan.

Hal tersebut ternyata bagian dari taktik pelatih untuk menyiasati padatnya jadwal SFC di partai grup.
Apalagi, setelah melawan Persegres SFC akan menantang tuan rumah, Arema Cronus yang punya dendam pada anak asuh Beny Dollo.

Tiga pilar terbaik seperti Ferdinand Sinaga, Asri Akbar dan Saiful Indra Cahya diparkir agar tenaganya fresh saat meladeni Arema. Lalu dua legiun asing anyar, Raffaele Simone Quentieri hanya bermain di babak pertama.

Sedangkan Osas Saha tidak bisa bermain full digantikan Rizki Dwi Ramadan di menit ke-80.

Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo membenarkan, hal itu merupakan solusi terbaik jajaran pelatih untuk mengarungi padatnya laga yang harus dijalankan.

"Memang kita banyak simpan pemain inti agar bisa di optimalkan di pertandingan berikutnya. Pola rotasi menjadi jalan terbaik yang harus tim lakukan," ujar Hendri, Jumat (20/11/2015)

Dilanjutkannya, duet dua striker andal, Osas Saha dan Ferdinand Sinaga, terpaksa ditunda dimainkan bersama. Pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, terpaksa disimpan dan hanya diberikan kesempatan tampil di menit akhir hanya untuk melakukan pemanasan.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments