Pelatih Sriwijaya FC Minta Bayu Belajar Transisi

PALEMBANG - Bayu Gatra jadi salah satu pemain yang cukup menonjol di tim Sriwijaya FC.

Memiliki skill di atas rata-rata, pemain muda asal Jember itu memang cukup piawai dalam mengolah si kulit bundar.

Kepiwaian dalam mendribling bola, terus ditunjukannya hingga di klub barunya Laskar Wong Kito.

Meski progresnya terus menanjak, beberapa hal masih jadi kekurangan pemain nomor punggung 10 itu.

Pelatih kepala Benny Dollo, menilai Bayu masih sering kurang dalam melakukan transisi. Terutama saat menyerang ke bertahan.

"Perkembanganya sudah cukup baik. Meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, salah satunya dalam hal transisi, yang masih bisa dibilang kurang," kata Bendol, Kamis (11/2/2016).

Menurut Bendol, sapaan Benny Dollo, transisi bermain memang cukup penting dalam sepakbola.

Pemain tak tak harus selalu bermain individu. Saat pemain bermain menyerang, pemain juga perlu sesekali membantu bertahan.

Apalagi ketika situasi lawan melakukan counter atack (serangan balik).

" Ya mungkin dia sebelumnya terbiasa diposisikan bermain bebas. Tetapi berbeda dengan sekarang, jika diposisikan bermaiin kiri, dia (Bayu, red) harusnya konsisiten," terang mantan pelatih Persija Jakarta dan Arema Cronus itu.