Oktober 2017

Selasa, 24 Oktober 2017

SRIWIJAYA FC BERHARAP BANGKIT DI ANGKA 13


Manajemen Sriwijaya FC berharap ulang tahun klub yang ke-13 kemarin bisa menjadi momen kebangkitan agar mereka tetap berkompetisi di Liga 1 musim depan, mengingat saat ini Laskar Wong Kito belum bebas dari ancaman.

Sriwijaya FC menempati posisi ke-13 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan koleksi nilai 38, berselisih sembilan angka dari tim teratas zona degradasi, Semen Padang. Secara head-to-head, Sriwijaya FC kalah dari Semen Padang.

Anak asuh Hartono Ruslan ini hanya membutuhkan tambahan satu angka untuk menyegel tempat di Liga 1. Target mendulang angka dibidik saat dijamu PS TNI, Rabu (25/10), di Stadion Pakansari.

“Buat saya, angka 13 adalah angka yang melambangkan kebangkitan. Sekarang kami harus fokus di pertandingan sisa. Setelah itu baru kami memikirkan musim depan,” ujar direktur utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) I Gusti Bagus Suryanegara.

Sementara itu, Sriwijaya FC membawa 20 pemain untuk laga tandang melawan PS TNI dan Bali United. Jumlah tersebut lebih besar dari biasanya sebagai antisipasi pemain menerima kartu kuning ketika melawan PS TNI.

Pemain yang terancam absen di laga selanjutnya bila mendapat kartu kuning di laga besok adalah Hilton Moreira, Tijani Belaid dan Hilton Moreira. Ketiganya selama ini merupakan pemain reguler di tim, dan hampir selalu menjadi pilihan pertama.

“Dalam catatan kami, ada beberapa pemain yang dibawa ini sudah rawan kartu kuning dan bila mendapat hukuman saat melawan PS TNI maka akan terkena akumulasi, karena itu sudah kami antisipasi dengan memboyong alternatif penggantinya,” jelas Hartono.

Berikut 20 pemain yang diboyong Sriwijaya FC:

Teja Paku Alam, Sandi Firmansyah, Dikri Yusron, Achmad Faris, Marco Meraudje, M Robby, Bobby Satria, Bio Paulin, Yanto Basna, Gilang Ginarsa, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, Yu Hyun Koo, Manda Cingi, Tijani Belaid, Slamet Budiono, Nur Iskandar, Airlangga Sucipto, Alberto Goncalves, Hilton Moreira.

Jumat, 20 Oktober 2017

Sriwijaya FC Berbagi Angka dengan Arema FC


Sriwijaya FC kehilangan poin untuk kali pertama di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (20/10/2017). Hilton Moreira dkk ditahan imbang 1-1 oleh Arema FC.

Sriwijaya FC tampil menekan sejak awal pertandingan. Namun, skuad Laskar Wong Kito kesulitan menembus pertahanan Arema FC.

Pada menit ke-23, Sriwijaya mampu unggul. Menerima umpan terobosan dari Yoo Hyun-koo, M Nur Iskandar sukses mengonversinya dengan sempurna.

Tersentak, Arema mulai menambah agresivitas serangan.

Hanya berselang enam menit, skuad Singo Edan berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan full-back Marko Kabiay dari sudut sempit.

Tidak ada peluang signifikan pada sisa babak pertama. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

Memasuki babak kedua, bola lebih banyak berkutat di lini tengah. Stamina para pemain dari kedua tim terlihat terkuras setelah cuaca panas pada paruh pertama.

Tidak banyak peluang yang berhasil diciptakan Sriwijaya dan Arema pada babak ini. Skor 1-1 pun bertahan, tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Sriwijaya tertahan di urutan ke-12 dengan 38 poin. Sementara itu, Arema naik satu peringkat ke peringkat kesembilan dengan 43 poin.

Hasil pertandingan

Sriwijaya FC 1-1 Arema FC (M Nur Iskandar 23'; Marko Kabiay 29')

Susunan pemain

Sriwijaya FC (4-3-3): 12-Teja Paku Alam; 18-Achmad Faris, 5-Bobby Satria, 16-M Roby, 22-Marckho Merauje; 6-Yoo Hyun-koo, 19-Manda Cingi (24-Ichsan Kurniawan 67'), 75-Tijani Belaid; 17-M Nur Iskandar, 7-Airlangga Sucipto, 10-Hilton Moreira

Pelatih: Hartono Ruslan

Arema FC (4-2-3-1): 93-Utam Rusdiana; 87-Ahmad Alfarizi, 13-Marko Kabiay, 31-Junda Irawan, 4-Syaiful Indra Cahya; 19-Ahmad Bustomi, 6-Hanif Sjahbandi; 12-Hendro Siswanto (Adam Alis 71'), 90-Ahmet Atayew, 11-Esteban Vizcarra (10-Crisitan Gonzales 77'); 27-Dedik Setiawan (41-Dendi Santoso 82')

Pelatih: Joko Susilo

Wasit: Faulur Rosy (Banda Aceh)

Sriwijaya FC vs Arema Hari Ini live 15:00 wib


Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC pada pekan ke-30 Liga 1 di Stadion Madya Bumi pada Jumat (20/10/2017).

Kedua tim sudah melakukan persiapan. Juru taktik kedua tim pun saling mengomentari karakter permainan dan cara melatih.

Menurut pelatih kepala Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, pelatih Arema, Joko Susilo, mempunyai tipikal melatih dengan cara keras dan cepat.

"Itu terlihat dari cara Arema bermain," ujar Hartono Ruslan, Kamis (19/10/2017).

Ia melanjutkan, secara keseluruhan, Sriwijaya FC akan tampil menyerang, meski tanpa striker andalan Beto Goncalves.

Terbukti, dari dua laga terakhir di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Sriwijaya meraup kemenangan.

"Kami hanya tanpa Beto Goncalves. Penggantinya bisa Airlangga atau Yohanis Nabar," ujarnya.

Mantan pelatih Persiba ini tidak banyak komentar tentang target. Namun, melihat performa tim, Sriwijaya menargetkan kemenangan.

"Kami yakin bermain di sini bisa bagus lagi," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Arema FC, Joko Susilo, melihat sosok Hartono Ruslan sebagai pelatih yang tenang dan berkarakter, juga dengan asisten pelatih, Kayamba Gumbs.

"Begitu juga dengan Kayamba, dia bisa memotivasi pemain," ujarnya.

Mengenai target, Arema FC tidak akan main-main melawan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Bahkan, Joko Susilo menargetkan kemenangan di Stadion Madya Bumi yang saat ini "angker" bagi setiap lawan.

"Saya tekankan setiap laga adalah final. Besok kami bermain tanpa bek Arthur Cunha, tetapi tidak masalah karena kami juga sudah punya penggantinya. Jadi, intinya bermain untuk menang di sini," tuturnya.

2 Striker Alternatif Sriwijaya FC Pengganti Beto saat Jajal Arema


Sriwijaya FC kembali mendapatkan lawan berat di pekan ke-30 kompetisi Liga 1 2017. Laskar Wong Kito harus menghadapi sesama tim elite, Arema FC, Jumat (20/10/2017) di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang.

Masalahnya, di laga ini, Sriwijaya FC sudah dipastikan tidak diperkuat mesin gol Alberto Beto Goncalves lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Praktis, mereka harus kerja ekstra keras untuk bisa mengalahkan Tim Singo Edan.

Beto saat ini sudah mencetak 17 gol, pemain ketiga paling produktif setelah Sylvano Comvalius (30 gol) dan Marclei Santos (21 gol).

Tanpa penyerang andalan memang bukan perkara mudah untuk menjinakan Kera-kera Ngalam. Pelatih Sriwijaya Hartono Ruslan paham betul dengan karakter tim Arema FC yang bakal menjadi lawannya.

Menurutnya, pertandingan akan menjadi lebih berat tanpa kehadiran Beto yang selama ini dinilai pemain tersubur di Sriwijaya.

"Arema tim yang kuat, sudah tidak perlu dijelaskan lagi materi tim yang dimiliki mereka. Tim ini punya kedalaman yang bagus meski dalam beberapa pekan terakhir performa mereka sedang menurun," ujar Hartono, Kamis (19/10/2017).

Kesulitan tuan rumah tanpa kehadiran pemain kunci itu ternyata bukan yang pertama kalinya. Di musim lalu masalah serupa juga pernah dihadapi Sriwijaya FC ketika menjamu Arema dalam gelaran kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Saat itu Sriwijaya hanya mampu bermain 1-1 kontra Arema.

"Saya tidak tahu kenapa Beto selalu absen melawan Arema FC. Entah kebetulan saja atau bagaimana yang jelas dia memang penyerang andalan kita," kata Hartono.

Kendati demikian, sang pelatih tak kehabisan akal guna menghadapi laga bigmatch nanti. Pelatih asal Solo itu telah menyiapkan pengganti yang dinilai pas menempati posisi yang ditinggal Alberto Goncalves. Airlangga Sucipto dan Risky Dwi Ramadhana menjadi opsi pelatih untuk menggedor pertahanan tim lawan.

"Kita memang sudah siapkan pengganti namun belum kita putuskan. Soal target tentu kita tetap berkeyakinan untuk bisa menang apalagi ini kandang kita sendiri hasil imbang sama saja kalah," papar Hartono.

Rabu, 18 Oktober 2017

Sriwijaya FC Kehilangan Mesin Gol Ladeni Arema


Kemenangan 3-2 Sriwijaya FC atas Perseru Serui pada pekan ke-29 Liga 1, di Stadion Marora, Serui, Sabtu (14/10/2017) lalu, harus dibayar mahal. Striker andalan Laskar Wong Kito, Alberto Goncalves, mendapat kartu kuning di menit akhir dan membuatnya harus absen dalam laga kontra Arema FC di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (20/10/2017).

Absennya pemain yang akrab disapa Beto itu tentu sangat merugikan Sriwijaya FC. Sebab, Beto merupakan mesin gol klub asal Kota Palembang. Striker asal Brasil itu telah mencetak 17 gol sejauh ini.

"Saya sangat marah, karena semua bisa melihat tidak ada kesengajaan dari saya untuk membuka sepatu. Saat itu, saat dalam proses mencetak gol, kaki dan sepatu saya terinjak lawan sehingga saya dengan refleks langsung ingin memasangnya kembali. Tetapi, mengapa wasit langsung memberikan kartu kuning," kata Beto kepada Liputan6.com, Senin (16/10/2017).

Apalagi, ucap Beto, performa Sriwijaya tengah menanjak dan di empat pertandingan terakhir ia mampu mencetak empat gol.

"Setelah periode buruk, saya senang ada respons yang sangat baik dari seluruh tim dan hasilnya pun begitu positif," ucapnya.

"Saya pun kemarin seperti tidak percaya Sriwijaya FC bisa menang di Serui, karena tahu laga di sini sangat sulit akibat perjalanan sangat jauh dan melelahkan. Seluruh pemain juga menyangka mungkin hasil maksimal adalah imbang, tetapi ternyata kerja keras kami berbuah manis. Kartu kuning itu sangat merusak momen ini karena saya tahu laga melawan Arema nanti juga sangat penting," papar striker kelahiran 31 Desember 1980 itu.

Meski tidak bermain, Beto tetap percaya pemain Sriwijaya FC lainnya tetap akan memberikan yang terbaik guna meraih hasil maksimal saat melawan Singo Edan.

"Saya tetap akan memberikan support.Saya pikir pelatih pun pasti sudah punya strategi khusus saat melawan Arema nanti," ujar pemain yang pernah membela Arema beberapa tahun silam.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan tidak ingin terus mempermasalahkan kartu kuning yang diterima Beto. "Tentu ini sebuah kerugian, tetapi kami harus segera mempersiapkan diri untuk melawan Arema nanti," ucapnya.

Minggu, 08 Oktober 2017

Timnas Indonesia U-19 Bungkam Thailand


Tim nasional (timnas) Indonesia U-19 berhasil membungkam Thailand U-19 dengan skor telak 3-0, pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (8/10) malam. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Indonesia dari Thailand di semi-final Piala AFF U-18 2017.

Babak pertama

Kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang sejak menit awal pertandingan. Serangan yang dibangun silih berganti oleh kedua tim masih menemui kebuntuan.

Peluang emas didapatkan Muhammad Iqbal di depan gawang Thailand. Sayang, tendangannya masih melambung di atas gawang Thailand.

Tendangan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Muhammad Luthfi Kamal juga masih bisa ditangkap dengan baik oleh kiper Thailand Suthipong Pisansub.

Indonesia yang terus tampil menekan masih kesulitan untuk menembus solidnya pertahanan Thailand.

Egy Maulana Vikri memberikan ancaman di depan gawang Thailand, namun bola hasil tendangannya hanya melambung di atas gawang.

Tim Garuda Nusantara akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-43, setelah Witan Sulaiman memanfaatkan blunder yang dilakukan kiper Thailand Suthipong Pisansub. Skor 1-0, bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua

Indonesia kembali langsung tampil menekan sejak menit awal babak kedua. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan skuat asuhan Indra Sjafri masih belum bisa berbuah gol lagi.

Tendangan Syahrian Abimanyu dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper pengganti Varuth Wongsomsak.

Thailand juga sesekali memberikan ancaman ke gawang Indonesia. Di antaranya melalui tendangan dari luar kotak penalti yang dilakukan Sakunchai Saengthopho. Namun bola masih bisa ditangkap dengan mudah oleh kiper Muhammad Aqil Savik.

Indonesia akhirnya bisa menambah gol lewat sepakan keras Abimanyu. Skor pun berubah 2-0.

Unggul dua gol, Indonesia tak mengendurkan serangan mereka. Kali ini, giliran Saddil Ramdani yang berhasil mencetak gol lewat sepakan kaki kiri mendatarnya. Skor 3-0.

Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Sriwijaya 1-0 Persija, Gol Beto Akhiri Tren Buruk


Tampil di hadapan ribuan suporter mereka, skuat Sriwijaya FC hanya punya satu tekad saat menjamu Persija Jakarta. Tekad itu tak lain dari mengakhiri tren buruk dalam tiga laga terakhir. Sriwijaya bukan hanya selalu gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Justru selalu meraih kekalahan.

Laskar Wong Kito kalah 0-3 dari Madura United di Bangkalan. Kemudian ditaklukkan 3-4 di kandang sendiri oleh PSM Makassar. Terakhir, Barito Putera yang kembali membuat skuat besutan Hartono Ruslan ini harus gagal meraih poin saat bertandang ke Banjarmasin.

Di awal pertandingan melawan Persija, Sriwijaya tampaknya bakal melanjutkan hasil buruk di tiga laga terakhir. Persija sanggup mengimbangi semangat juang Hilton Moreira cs. Tim tamu yang tidak ingin pulang dengan tangan hampa selalu berusaha menggedor pertahanan Sriwijaya. 

Secara umum, permainan kedua tim cukup berimbang. Lini tengah Persija dan Sriwijaya kerap berduel memperebutkan bola. Serangan pun dilakukan silih berganti oleh kedua tim. Tapi hingga babak pertama selesai, tak ada gol yang berhasil dicetak keduanya.

Dengan kondisi yang relatif berimbang tersebut, Sriwijaya coba meningkatkan tensi di babak kedua. Serangan pun semakin gencar dilakukan Laskar Wong Kito ke pertahanan Macan Kemayoran. Sriwijaya menekan dari sektor sayap maupun langsung ke pusat pertahanan Persija. 

Setelah melakukan banyak serangan, gol yang ditunggu fans Sriwijaya pun akhirnya muncul pada menit 76. Serangan yang diawali di sisi kiri oleh Airlangga Sucipto sampai di kaki Marckho Sandy. Kemudian, Sandy melanjutkannya menjadi sebuah umpan ke depan gawang Persija. Umpan matang ini disambut Beto Goncalves dengan sundulan yang mengarah tepat ke sudut gawang Andritany. 

Perubahan hasil sementara ini membuat Persija terbangun dan mencoba melakukan gol balasan.  Namun waktu yang tersisa tak cukup untuk bisa mencetak gol balasan. Hasil akhir, Sriwijaya unggul 1-0 atas Persija, sekaligus mengakhiri tren buruk mereka.

Tak heran skuat Sriwijaya langsung terduduk haru usai wasit Rully Ruslin Tambutina meniup peluit akhir pertandingan.

Minggu, 01 Oktober 2017

Timnas Indonesia U-16 Lawan Malaysia, U-19 Kontra Thailand


sfc-mania.blogspot.com - Tim nasional Indonesia di masing-masing kelompok usia, akan menghadapi pertandingan persahabatan. Timnas U-16 akan menjamu Malaysia U-16, Timnas U-19 melawan Thailand U-19 pada hari yang sama. 

Berdasarkan keterangan tertulis PSSI, kedua pertandingan ini akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi pada Minggu 8 Oktober 2017. Timnas U-16 melawan Malaysia U-16 pada pukul 15.30 dan dilanjutkan dengan Indonesia U-19 kontra Thailand U-19 pada 18.30 WIB. Lawan-lawan Indonesia kali ini memiliki cerita tersendiri, Malaysia U-16 sendiri merupakan tuan rumah AFC U-16 pada tahun depan. 

Mereka sudah beradaptasi dengan Stadion Wibawa Mukti pada kualifikasi AFC U-16 Grup J beberapa waktu silam. Malaysia U-16 menempati posisi runner-up dengan hasil 2 kali menang dan 1 kali kalah melawan Jepang yang menjadi pemuncak grup J. Jadi Malaysia U-16 dianggap tepat menjadi lawan timnas asuhan Fakhri Husaini yang baru kembali dari Thailand dalam misi suksesnya memastikan satu tiket di putaran final AFC U-16. 

 Laga melawan Thailand bisa menjadi partai ulangan tim asuhan Indra Syafri. Thailand U-19 yang baru saja menjuarai AFF U-16 di Myanmar, menyingkirkan Egy Maulana Vikri cs di semifinal melalui drama adu penalti. Bisa jadi laga persahabatan kali ini menjadi ajang tim nasional Indonesia U-19 mengakhiri rasa penasarannya untuk taklukkan tim Gajah Putih muda.