LINI BELAKANG JADI SOROTAN

Sabtu, 30 Desember 2017

LINI BELAKANG JADI SOROTAN


PALEMBANG – Sriwijaya FC menatap kompetisi
musim depan dengan optimisme tinggi. Sejumlah pemain top didatangkan
untuk melengkapi taktik yang diusung
pelatih anyar Rahmad Darmawan.
Sejarah mencatat, tactician asal Metro
Lampung itu pula yang pertama kali
mendaratkan titel juara di Bumi Sriwijaya
era 2007-2008. Tak tanggung, saat itu dua
piala diboyong sekaligus, piala liga dan
piala copa. Sehingga wajar jika asa itu
kembali muncul. Sriwijaya FC mengalami
musim yang buruk pada kompetisi musim
lalu. Harapan besar dipundak RD yang
diminta mampu membawa Sriwijaya FC
tembus tiga besar dan berlaga di ajang AFC
Cup.
Membaca komposisi pemain yang ada saat
ini, lini depan sudah terbilang garang.
Ada nama Makan Konate, Manuchehr Jalilov,
Adam Alis dan menyisakan satu pemain lain
yang kini tengah diincar, berposisi
sebagai finisher. Namun, keberhasilan
menjebol jala lawan juga perlu
memperhitungkan sebanyak apa gawang
dijebol lawan sebagai evaluasi.
Lini belakang Sriwijaya FC kala diasuh RD
dulu berisikan pemain dengan tipikal
pekerja keras. Sebut saja Slamet Riyadi
dan Isnan Ali. Duet keduanya sebagai wing
back kerap melakukan overlaping
dan menyusahkan lini belakang lawan.
Sementara di posisi central back, RD
mempercayakan pada Charis Yulianto dan
Renato Elias yang juga bertindak sebagai
kapten tim.
Komposisi itu agaknya tak jauh berbeda
saat ini. Sriwijaya FC telah
mendaratkan Alfin Tuasalamony, dari
Bahayangkara FC untuk memperkuat sisi
samping kanan pertahanan. Pemain yang
bersinar pada SEA Games 2013 itu juga
kerap melakukan overlap di lini pertahanan
musuh.
Di sisi berlawanan, Sriwijaya FC punya
beberapa pilihan. Zalnando, Samuel
Christianson Simanjuntak, Ahmad Fariz,
sampai Novan Setyo Sasongko bisa diplot
untuk melakukan hal serupa. Tinggal di
tengah, tembok pertahanan Sriwijaya FC
saat ini, menurut RD masih butuh satu
pemain lagi untuk berpadu dengan Mahamadou
Ndiaye, central back timnas Mali yang
telah dilabuhkan beberapa waktu lalu.
Ndiaye, berkarakter sama seperti Renato Elias.
Dengan postur tinggi besar, ia memiliki
keunggulan di bola atas untuk membendung
serangan. Untuk ditandem dengannya, RD
kini punya stok Bobby Satria, Yanto Basna,
Saepuloh Maulana, sementara untuk M Robby
berhembus kabar jika pemain yang juga
pernah membela timnas itu tak
diperpanjang.
Sorotan di lini belakang juga dilontarkan
oleh pelatih Rahmad Darmawan dari dua sesi
uji tanding. Pertama saat menghadapi PSAD
Kodam II Sriwijaya. Kendati menang 10-0,
RD mengakui kelemahan pada saat transisi
dari penyerangan ke posisi bertahan. Para
pemain belum begitu fokus di uji coba
awal, sehingga hal ini yang harus segera
diperbaiki.
Begitupun pada uji coba kedua menghadapi
tim Porprov Pagaralam. RD menilai anak
asuhnya juga kerap kendur usai melakukan
set piece seperti tendangan bebas atau
corner kick. Sehingga hal ini perlu
diantisipasi. Terlebih jika menghadapi
lawan yang selevel. RD kini dikejar waktu.
Hanya tersisa satu setengah bulan lagi
sebelum kompetisi dimulai Februari
mendatang.
“Harus terus dilatih dan dimatangkan,
sambil kita menunggu pemain lain yang akan
datang. Harapannya mereka terapkan taktik
dan fokus saat bertanding,” kata Rahmad.